
~ Wanita tua ~
Jerry kembali ke kantornya bersama satria asisten pribadinya. Satria mengejar Jerry yang sejak tadi senyum-senyum sendiri.
"Pak, ada apa sebenarnya?" tanya satria.
"Kamu tidak perlu tahu ada apa. urus saja anak buahmu yang belum juga berhasil menemukan Gladis dan juga Shine." Jerry langsung menutup pintu ruang kerjanya dan menguncinya dari dalam.
"jangan menungguku di luar. lebih baik kamu selesaikan saja apa yang sudah menjadi tugas utamamu saat ini." kata Jerry yang berteriak dari dalam ruangannya.
Satria yang mendengarnya langsung mengurungkan niatnya untuk menguping. dia langsung pergi menemui anak buahnya demi mengetahui perkembangan berita tentang Gladis dan juga Shine.
.
.
.
"apa kalian sudah tahu dimana nyonya berada?" tanya satria saat tiba di ruangan.
"kami sudah mencari, tapi belum juga ketemu. kami menjumpai percakapan yang aneh dari seorang nenek yang terlihat tidak waras." lapor anak buahnya.
__ADS_1
"apa maksudnya?" tanya satria.
"nenek yang tempo hari pak satria jumpai dan berkata kalau pak satria akan menculiknya. dia sepertinya tahu sesuatu tentang nyonya." pria itu memberitahukan apa yang dia dengar saat sedang mendengarkan beberapa hasil video rekaman.
"wanita tua itu? aku rasa dia sedang mengalami gangguan jiwa. aku tidak bisa berhadapan dengan wanita seperti itu." kata Jerry sambil bergidik ngeri.
Bimo tertawa melihat reaksi bosnya yang menciut ketika mengingat kejadian di rumah nenek tua itu.
Jerry yang hendak masuk ke dalam ruangan satria mendengar semua pembicaraan kedua anak buahnya. Dia melangkah masuk ke dalam.
"Dimana rumah nenek itu?" tanyanya yang membuat kedua anak buahnya terkejut.
"Dia adalah tetangga dari nyonya, bos." jawab Bimo.
Satria masih menganga tak menjawab pertanyaan bosnya. dia masih terkesima dengan kedatangan Jerry.
"Antarkan aku ke sana." ujar Jerry sambil membalikkan badannya.
Jerry berjalan menuju pintu ruangan Bimo. namun, dia menoleh ke arah belakang lagi.
"kenapa kalian diam saja? apa kalian tidak mau menunjukkan dimana rumah nenek itu?" tanya Jerry dengan nada kesal.
__ADS_1
Bimo dan satria lantas langsung meninggalkan lamunan mereka. Kedua anak buah Jerry langsung memimpin jalan. mereka masuk ke dalam mobil yang sama dan mereka langsung pergi menuju rumah nenek yang merupakan tetangga dari Gladis.
perjalanan yang memakan waktu cukup lama, tapi terasa sangat cepat bagi satria dan Bimo yang enggan pergi ke rumah nenek itu.
Nenek itu memang mengalami gangguan jiwa karena sesuatu hal. Jerry keluar dari mobilnya dan satria mengawalnya untuk memberitahukan dimana letak rumahnya.
Jerry menatap rumah itu dengan seksama dan mengetuk pintu rumah itu. Dia kemudian mendapati seorang wanita muda keluar dari dalam rumah.
"Apa dia yang kamu sebut nenek?" tanya Jerry sambil menoleh ke arah satria.
"Bu-bukan dia pak." jawab satria.
"itu ibuku. ada apa kalian mencarinya?" tanya wanita itu.
Anak dari wanita yang dicari oleh Jerry ternyata yang muncul dari dalam rumah itu.
"Apa saya bisa bertemu dengan ibu anda?" tanya Jerry dengan sopan.
"Maaf ada apa anda mencari ibu saya? ibu saya bukan seorang wanita bisa anda ajak bicara. dia bukan wanita seperti wanita biasanya." jelas wanita muda itu.
"Saya hanya melihatnya sebentar saja. boleh saya menemuinya?" Jerry bersikeras untuk menemui wanita yang sudah sepuh itu.
__ADS_1