
~Surat~
Gladis masih menangis meratapi nasibnya yang semakin buruk. Dia seharusnya sudah sadar sejak awal niat Jerry kepadanya hanya karena rasa kasihan bukan karena cinta. Dia sudah terperangkap dalam perasannya sendiri.
Gladis merasa menjadi wanita yang sangat bodoh karena begitu mudahnya percaya kepada seorang pria yang tidak pernah dia tahu siapa sebenarnya dan seperti apa sifat aslinya.
Meratapi semuanya membuat Gladis membuat sebuah keputusan. Dia membereskan semua barangnya dan berusaha mencari celah untuk pergi dari rumah besar yang sudah membuat dirinya terkena dengan kenyamanan yang diberikan oleh pemilik rumah itu.
Gladis kemudian menggendong putrinya menggunakan gendongan yang aman dan nyaman untuk Shine.
"Aku tidak boleh terus berada di rumah ini." Gladis mengendap-ngendap untuk mengawasi sekitar.
Dia lihat penjagaan di rumah besar itu sudah tidak lagi seperti saat dia dan shine dibawa paksa. Penjagaan sudah tidak ketat dan di depan pintu gerbang hanya ada dua satpam dan satu penjaga di depan pintu rumah.
Gladis teringat pintu belakang yang ada di dapur. dia yakin di sana tidak di jaga. dia segera pergi mengarak ke ruang dapur.
Saat dia hendak membuka pintu belakang. shine terbangun dan akan menangis. saat pintu terbuka shine juga menangis. Gladis menjadi panik. dia menyimpan tasnya di lantai dan langsung menenangkan putrinya. dia tidak mau gagal kedua kalinya untuk pergi dari rumah besar itu.
"Shine, yang tenang ya. mama mau membawamu pergi dari sini. shine sayang'kan sama mama."
Ternyata shine seperti mengerti perasaan mamanya. dia langsung diam dan. tiba-tiba suara derap langkah mengarak ke dapur terdengar. cepat-cepat Gladis meninggalkan dapur dan berlari ke arah halaman rumah.
Suara derap langkah itu menuju ke dapur. "Aku dengar tadi seperti suara tangisan bayi. apa nona Shine yang menangis? tapi kenapa suaranya jelas seperti sedang ada di dapur?" tuturnya sambil mengucak sebelah matanya.
...****************...
Gladis berhasil mengelabui kedua satpam yang berjaga di pintu gerbang. sehingga dia berhasil keluar dari pintu gerbang dan meneruskan perjalanannya ke depan komplek perumahan elit itu.
Dengan menggendong Shine dan menenteng tas yang cukup besar. Gladis berusaha berjalan sekuat tenaga sampai menemukan jalan raya dan menaiki sebuah taksi.
__ADS_1
Untung saja dia mendapatkan upah kerjanya dari Naura. Gladis memang beruntung memiliki sahabat seperti Naura.
"Pak, ke daerah ini ya. pak yang cepat ya." Gladis memberikan kertas kecil kepada supir taksi yang mobilnya dia tumpangi.
"Baik, Bu." pria itu menatap Gladis dari kaca spion tengah.
Gladis berusaha menidurkan shine yang terbangun lagi saat dia berlari keluar komplek.
"Maafkan mama ya sayang. karena mama kamu jadi harus bepergian malam hari." Gladis mengelus dahi putrinya dengan penuh cinta.
Mobil taksi itu melesat cukup cepat menuju tempat yang alamatnya sudah tertulis jelas di kertas itu.
Gladis memperhatikan jalan. dia tidak mau sampai hal buruk terjadi dengannya dan juga dengan putrinya.
Tampak terlihat daerah yang sangat familiar dimatanya. dia tersenyum saat mengetahui tujuannya sudah dekat.
Gladis pergi ke sebuah daerah yang tidak mungkin bisa ditemukan oleh siapapun keberadaannya. Rumah mendiang neneknya yang menjadi tempatnya bernaung kali ini. rumah yang terletak di desa terpencil.
...****************...
Pagi menjelang. para pekerja sudah mengerjakan berbagai macam pekerjaan, tapi mereka tidak melihat batang hidung gladis dan tidak mendengar suara tangisan bayi.
"Kamu pergi ke kamarnya. Bangunkan nyonya. mungkin dia bergadang semalam." Kata satria yang kebetulan datang ke rumah untuk melihat situasi.
Baby sitter shine langsung bergegas menaiki tangga dan mengetuk pintu kamar Gladis. Dia mengetuk sampai beberapa kali, tapi tak ada jawaban dan juga seperti tidak ada kehidupan di dalam kamar itu. Dia kemudian mencoba membuka pintu. ternyata pintu tidak terkunci. dia kemudian masuk dan melihat kalau kamar itu kosong tak ada satu orang pun di dalam.
Dia mencari gladis dan shine ke kamar mandi juga tidak ada. dan dia sadar kalau beberapa perlengkapan bayi sudah tidak ada di tempatnya. Dia terkejut dan tak sengaja menyenggol sesuatu. dia lihat dan begitu terkejutnya dia.
Dengan cepat dia berlari menuruni tangga dan mencari satria.
__ADS_1
"Apa?! bagaimana ini bisa terjadi?" tanya satria dengan mata yang menyorot tajam.
"Ka-kami benar-benar tidak tahu, pak. semalam masih ada di rumah." jawab mereka dengan gugup.
Satria meremas surat yang ada di tangannya saat ini. dia juga mendapatkan sebuah amplop berisi uang yang cukup banyak.
"Siapa yang memberikan amplop ini?" tanya satria dengan sangat murka.
"Sa-saya tidak tahu Pak. yang jelas seorang wanita kemarin datang ke mari dan bilang kalau dia adalah nyonya di rumah ini." jelas mereka.
Satria mengerutkan dahinya. "seorang wanita?" tanyanya untuk meyakinkan apa yang dia dengar.
"Benar pak. katanya calon menantu pak Wihardja. jadi kamu mengizinkannya masuk karena pak Wihardja sendiri yang bicara kepada kami melalui panggilan video." tutur satpam.
Satria mengeluarkan telepon genggamnya dan dia mencari sesuatu di album fotonya. setelah menemukan yang dia cari. Satria segera memperlihatkan gambar yang ada di layar ponselnya.
"Apa dia yang datang?" tanya satria.
Mereka semua mengangguk.
"Kacau, kalian ada dalam bahaya. sekarang juga periksa CCTV dan kalian cari kemana perginya nyonya gladis. atau kalian tidak akan mendapatkan pekerjaan sampai tujuh turunan." ancam satria yang sudah kesal dengan kelalaian anak buahnya dalam berjaga.
Satria merasa gagal dalam menjalankan tugasnya. dia tidak bisa menjaga seorang wanita dan seorang bayi saja.
Satria benar-benar sangat marah. Dia kemudian segera mencari keberadaan gladis dan shine. dia tidak mau sampai Jerry tahu masalah ini. Dia tidak memikirkan hukuman dan dampaknya terhadap pekerjaannya. dia memikirkan perasaan bosnya yang selama ini dia lihat tidak pernah tersenyum dan tidak pernah merasakan kebahagiaan. Satria sangat menyayangi Jerry dan sudah menganggap Jerry sebagai kakaknya sendiri.
Satri tidak mau ada duka lagi di hati Jerry. Dia tidak rela kehilangan senyuman bosnya itu. Jerry juga terlihat berubah semenjak bertemu dengan gadis dan shine. sikapnya mulai melunak dan tidak terlalu menyeramkan. semua pekerja bahkan bisa ikut tersenyum bersama dengan Jerry.
"Kalian semua segera bergerak mencari wanita itu dan bayinya. dengar jangan kembali sebelum kalian menemukan mereka. karir kalian sangat dipertaruhkan sekarang. Aku mau dalam waktu dua puluh empat jam kalian harus bisa mendapatkan keberadaannya. besok bos akan pulang. jangan sampai mereka menelan kalian bulat-bulat." Satria mulai mengerahkan anak buahnya.
__ADS_1