
~ Menatap dari kejauhan ~
Waktu demi waktu, hari demi hari, Jerry terus mengupayakan dirinya dan menunjukkan dirinya kepada Mr. T bahwa dia mampu untuk menjadi pemilik tanah tersebut dan dia juga berusaha memanaskan diri bahwa dia bisa mendirikan bisnis di dunia pendidikan. dunia bisnis yang belum pernah dia sentuh sama sekali dan bahkan dia sampai mempelajari bagaimana caranya agar bisa menjadi seseorang yang pantas menjadi panutan.
"Sat, tolong kamu belikan saya buku tentang ilmu keguruan. sedikit banyak saya harus mengerti bagaimana menjalankan bisnis itu." Jerry sangat antusias untuk menjalankan bisnis itu.
"Aku akan mendaftarkan bisnis ini atas namamu. Ini adalah tanda keseriusanku kepadamu Gladis. Aku jadikan ini sebagai mahar dari pernikahan kita."
Jerry semakin mantap melangkah untuk menjadikan Gladis pendamping hidupnya. Dia akan melakukan apa saja agar bisa memiliki Gladis di sisinya seumur hidupnya.
Cinta memang bisa mengubah kepribadian seseorang bahkan bisa mengubah hidup orang lain. Cinta bisa menarik dan melepaskan seseorang dari dunia kegelapan menuju dunia yang terang benderang dengan dipenuhi oleh banyaknya lampu harapan.
__ADS_1
Lampu harapan Jerry sudah sangat bersinar terang dan siap untuk menerangi jalan masa depannya. dia mantap berjalan bersama sambil bergandengan tangan untuk mengarungi hidup yang penuh dengan kebahagiaan.
Jerry selesai dengan semua pekerjaannya. Semua hal yang dia butuhkan dan bekal untuk berbisnis di dunia pendidikan sudah dia simpan di otaknya.
"Satria, saya akan pergi melihat tempat dimana tanah itu berada. saya juga harus melihat kondisi Gladis di sana. kamu pulang saja langsung."
Jerry mengambil alih mobilnya dan melakukannya sendiri tanpa di temani satria. dia pergi menuju desa berilmu untuk melihat kembali belahan jiwanya.
Perjalanan hidup memang berkelok sama persis dengan jalanan yang kini sedang Jerry tempuh. mau sebagus dan secanggih apapun kendaraan yang kita gunakan tetap saja jalanan yang kita tempuh akan berkelok dan ada saja tanjakan dan turunannya. perjalanan manusia juga sama. Dalam hal karir, Jerry memiliki jalan yang lurus. sedangkan dalam hal keluarga dan percintaan dia harus berjalan di jalan yang berliku dan terjal. Hidupnya sejak remaja hingga saat ini tidak pernah bersahabat dengan keluarga dan sekarang kisah asmaranya pun mendapatkan cobaan yang cukup membuatnya terjatuh.
"Hazel? mau apa lagi wanita ini menghubungiku? wanita ini benar-benar tidak tahu malu." Jerry menghentikan perjalanannya tepat di lapangan yang tempo hari dia parkir di sana. dia mematikan mesin mobil dan otomatis panggilan telepon dari Hazel juga akan terputus. Jerry keluar dari mobilnya.
__ADS_1
Dia menemui kedua penjaga pintu gerbang. saat ini ketika dia mendapatkan kemudahan untuk masuk ke dalam gerbang desa. gerbang hanya di jaga oleh dua orang.
"Silahkan masuk." ujar salah satu penjaga setelah Jerry memberikan kartu izin masuk desa.
Jerry mendapatkan kartu izin masuk desa dari Mr. T. Dia memberikan itu agar Jerry bisa melihat lokasi tanah itu langsung.
Jerry masuk dengan lenggang ke dalam desa berilmu. Dia pergi menuju suatu tempat terlebih dahulu sebelum pergi bertemu dengan Mr. T dan juga melihat lokasi tanah.
"Saat ini aku hanya bisa melihat dan memandang dirimu dari kejauhan. Aku sangat merindukanmu Gladis. Ingin rasanya aku memelukmu untuk melepas semua kerinduan ini." Jerry kembali memperhatikan Gladis yang sedang sibuk membereskan beberapa barang dagangannya. Gladis bahkan bersenandung sambil sesekali tersenyum. Jerry benar-benar melihat sisi lain dari Gladis.
Puas menikmati senyuman wanita yang begitu dia rindukan Jerry langsung pergi menuju suatu tempat. Dia di sana sudah di tunggu dan akan bersiap untuk melihat seperti apa desa berilmu terlihat dari tempat itu.
__ADS_1