Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 26


__ADS_3

~Pelangi setelah hujan~


Mobil terparkir berbaris. Mobil Jerry terparkir paling depan, setelah mesin mobil mati, Satria keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk orang penting yang sedang dinanti banyak orang.


Gladis langsung berjalan keluar rumah, ditemani oleh Naura dan Nick. Melihat Jerry turun dari mobilnya sambil menggendong sesuatu, Gladis kini percaya bahwa pria itu berhasil menyelamatkan putrinya.


"Shine." Gladis berlari menghampiri.


Jerry menoleh dan mengembangkan senyumannya. Jerry langsung memberikan Shine ke tangan Gladis, tangan wanita yang berhak atas putri mungilnya.


Naura dan Nick terharu melihatnya. Mereka bertiga berkumpul seperti itu, bagaikan sebuah keluarga, Bapak, Ibu dna putri kecil mereka.


"Aku berharap mereka bisa hidup bersama." Haru Naura.


"Kakak yakin?" tanya Nick.


"Aku yakin dengan kata-kataku, mereka pantas bersama. Pria itu adalah pria yang pantas mendapatkan Gladis. Wanita baik diciptakan untuk pria baik. Aku percaya itu." Naura bicara tanpa mengalihkan pandangannya.


"Lalu, kau kapan akan memilih pria baik itu?" tanya Nick yang menggoda kakaknya.


Dengan cepat Naura menyikut adiknya. "Jaga kata-katamu. Aku tidak akan menikah." Jelas Naura.


Naura langsung tersenyum lebar, kini hatinya sudah plong. Tidak ada lagi kekhawatiran yang tersisa.

__ADS_1


.


.


Gladis terus mengeratkan pelukannya, dia begitu merindukan putrinya. Gladis menangis dalam bahagianya.


"Terima kasih." Itulah kata-kata yang saat ini bisa diucapkan oleh Gladis.


"Tidak perlu, aku rasa, itu tugasku menjaganya dan melindunginya." Jerry bicara seolah dia adalah papanya Shine.


"Shine, Daddy pulang dulu. Besok Daddy akan kembali." Jerry berpamitan.


Gladis, Naura dan Nick benar-benar ingin tertawa terbahak setelah mendengar penuturan dari Jerry. Pria yang selalu berpenampilan formal itu.


"Apa dia sekarang adalah ayah dari Shine? Aku rasa dia terlalu percaya diri." Naura bicara sambil menahan tawa.


Dengan cepat Gladis membalas tatapan Nick, tatapan yang sangat menakutkan.


"Jangan bicara sembarangan! Aku tidak menerima dirinya." Gladis kini bahkan punya kekuatan untuk meneriaki Nick.


Anak memang sumber kekuatan orang tuanya. Di dunia ini seluruh orang tua selalu bersemangat jika menyangkut anak-anak mereka.


Naura dan Nick langsung saling berpandangan dan bertukar tawa.

__ADS_1


.


.


Hari yang begitu panjang, begitu melelahkan, begitu menyesakkan. Gladis mengalami hari ini dengan penuh kegelisahan, ketakutan dan rasanya jika Shine tidak kembali dalam dekapannya, sudah pasti dia dunianya runtuh.


"Mama Janji, akan lebih menjagamu. Kejadian ini, akan menjadi pelajaran berharga untuk kita. Berjanjilah, kita tidak akan pernah terpisah lagi."


Gladis mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Shine. Ikatan janji itu dibuat oleh ibu dan anak.


.


.


Jerry begitu senang, akhirnya dia bisa terlepas dari tuduhan menyakitkan itu. Dia benar-benar bahagia bisa mempersatukan ibu dan anak.


"Aku akan selalu menjadi Daddy mu. Aku senang kamu bisa tenang saat didalam gendonganku. Kamu benar-benar anak pintar." Bangga Jerry.


Kata orang dulu, bayi bisa merasakan ketulusan hati. Bayi bisa tenang jika orang yang menggendongnya tulus menyayangi. Rumor itu kini dialami oleh Jerry. Bayi mungil yang tidak memiliki ikatan apapun dengannya, bisa tenang dan tidak menangis lagi saat berada di dekapan nya.


Jerry menjadi senyum-senyum sendiri, membayangkan kejadian tadi.


.

__ADS_1


.



__ADS_2