Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )

Sang Penari ( Kisah Seorang Singel Parents, Yang Menjadi Penari Malam )
SP 66


__ADS_3

~ Takkan termaafkan ~


Jerry yang baru sampai di rumah Gladys mendapati Naura dan Nick sedang berkeliling dia langsung menghampiri kedua orang tersebut.


"Ada apa ini sebenarnya Kenapa bisa Gladys dan shine dibawa oleh orang yang tidak dikenal dan dalam kondisi tidak sadarkan diri?" tanya Jerry kepada Naura dan Nick.


"kami juga tidak tahu sebab saat kami baru sampai di sini kami langsung melihat pemandangan itu. Nick langsung mengejarnya namun sayangnya tidak terkejar."tutur Naura


"Kak Naura sempat mau foto orang yang sedang menggendong Shine. ini silakan dilihat fotonya mungkin kamu mengenalnya."Nick menyerahkan ponsel Naura kepada Jerry.


Jerry langsung mengambil ponsel Naura dan melihat Siapa orang yang telah membawa kedua wanita yang begitu berharga di dalam hidupnya.


"ini bukannya Nona Hazel?" kata Satria yang melirik ke ponsel Naura.


"benar ini adalah dia. dia pasti mengetahui sesuatu tentang Gladys dan shine. kita harus segera melacak keberadaan mereka berdua." tegas Jerry.


"aku mohon selamatkan mereka berdua. Aku baru saja mau bertemu dengan mereka, tetapi mereka sudah dalam bahaya lagi." Naura begitu memohon kepada Jerry dan juga Satria.


"aku pasti akan menyelamatkan mereka berdua. Nick tolong kamu bantu Bimo. Bimo akan mengarahkan kamu. kamu Bimo segera berjalan bersama dengan Nick. kalian harus mencari tahu hasil tes dna-nya sekarang juga jika itu sembilan puluh sembilan persen cocok. maka kalian harus segera memberitahukan kondisi Gladis dan shine kepada pria itu." perintah Jerry kepada Nick dan juga Bimo.

__ADS_1


Bimo dan Nick segera berlari untuk menjalankan perintah dari Jerry. mereka tidak akan membuang-buang waktu yang sangat berharga untuk menyelamatkan dua nyawa sekaligus.


"Satria kamu dan aku akan pergi menyelamatkan Gladys dan shine. Naura sebaiknya kamu tunggu saja di sini. siapa tahu ada yang akan datang mencari atau memberi kabar." pinta Jerry kepada Naura.


"baik aku akan menunggu kalian semua di sini. aku mohon kalian semua harus berhasil menyelamatkan Shine dan Gladys. aku juga mohon kalian berdua kembali dengan selamat tanpa luka sedikitpun."


ada yang dikhawatirkan oleh Naura dan ada yang sedang diperhatikan oleh Naura. Meskipun Naura merasa dirinya tidak pantas untuk mengharapkan orang tersebut menjadi miliknya atau memilikinya.


Satria langsung mengangguk dalam anggukannya dia menatap dalam kepada Naura. Satria lalu berpamitan dan pergi mengikuti Jerry.


Naura akan menunggu semuanya pulang kembali ke desa berilmu dengan kondisi selamat. dia akan berusaha juga mencari solusi di rumah yang ditempati oleh sahabatnya.


dia mencari sesuatu di dalam lemari Gladis. "Gladys Kenapa kamu selalu dalam posisi sulit seperti ini. ditambah lagi Shine juga ikut masuk ke dalam kondisi yang begitu buruk ini. Aku tidak akan membiarkan kamu merasakan kepahitan hidup ini lagi. aku akan membawamu kembali ke Jakarta."


sambil mencari sesuatu Naura juga memasukkan barang-barang Gladys serta shine ke dalam tas besar. dia sudah tidak tahan lagi melihat Gladis selalu di dalam kondisi yang memilukan.


di saat semua orang sedang mencari Gladis. Hazel dan orang-orangnya membawa Gladis serta shine ke dalam rumah kosong milik keluarga Hazel.


"masukkan dia ke dalam kamar dan kurung dia bersama dengan anaknya. pastikan kalian menjaga ruangan ini jangan sampai dia bisa kabur dari sini. ingat kalian harus menjaga mereka berdua." setelah memastikan Gladys serta Shine berada di dalam rumah itu. Hazel langsung pergi bersama dengan sopir pribadinya.

__ADS_1


Hazel kembali ke rumah pribadinya di sana dia bertemu dengan sang papanya.


"Kamu dari mana?" tanya


"Habis mengurung wanita yang bisa membuat kita kehilangan segalanya." Kata Hazel.


"Maksud mu?" tanya Kertajaya kepada anaknya.


"apa Papa tidak tahu kalau Kakek sedang mencari kembali cucunya yang hilang? dan Jerry membantunya?" tanya Hazel.


"jadi maksudmu wanita itu adalah cucu dari kakekmu?"tanya Kertajaya kepada Putri.


"Hemm ... benar sekali. dia adalah cucu dari kakek. Aku sudah memeriksanya. Ada kunci yang disebut-sebut adalah milik nenek." jelas Hazel dengan wajah sambil cemberut.


"Kurang ajar. kenapa dia bisa muncul? dan kenapa juga Jerry dengan semudah itu bisa mengetahui dia adalah cucu kakek? kita tidak bisa diam saja. Kita harus bertindak agar apa yang sudah hampir menjadi milik kita seutuhnya tidak lepas begitu saja. kita sudah susah payah mencapai titik ini. Papa tidak bisa melepasnya." Kertajaya menatap ke depan dan mengepal tangannya.


"Aku juga tidak akan pernah mau kehilangan apa yang sudah aku nikmati selama ini." Tegas Hazel.


Mereka memang sangat haus akan kekuasaan dan kekayaan. Kertajaya serta putrinya tidak pernah puas dengan apa yang telah mereka miliki. Mereka bahkan mengejar Jerry agar perusahaan yang sedang mereka bangun bisa mendapatkan investor yang bisa mereka manfaatkan seperti ayahnya Jerry.

__ADS_1


__ADS_2