
~ Membuka hati ~
Gladis dan jerry sudah sampai di rumah besar lagi. Mereka berjanji akan tinggal bersama. Di sana Jerry juga akan mengetatkan penjagaan dan memasang banyak cctv di area kamar depan Gladis dan di arah ke kamar Gladis.
Jerry istirahat di dlaam kamarnya sendirian dan dia melihat kearah kamarnya yang tidak ada perubahan. "Semoga setelah ini Gladis mau di pinang olehku." gumamnya sendirian sambil menatap arah jendela kamarnya.
Dia tidak menduga sama sekali kalau kejadian ini membuat dirinya bisa menjadi dekat dengan Gladis. dia mendapat pengakuan cinta gladis saat dirinya masih tidak sadarkan diri. meskipun dia terpejam, tapi dia tetap bisa mendengar.
"satria, kamu segera ke kamar saya. ada hal yang ingin saya bicarakan denganmu." Jerry memanggil satria.
Banyak hal yang harus mereka berdua bicarakan terkait penculikan Gladis dan Shine yang dilakukan oleh Hazel. dia juga perlu mengetahui bagaimana tanggapan Mr. T mengenai kelakuan Hazel dan hukuman apa yang dia telah tetapkan untuk cucunya itu.
satria datang ke kamar jerry dan menghadap bosnya itu. "ada yang harus saya lakukan bos?" tanya satria kepada jerry.
"Saya hanya ingin tahu bagaimana kelanjutan dari kasus penculikan dan juga hukuman apa ayang telah ditetapkan oleh Mr. T untuk Hazel?" tanya jerry kepada anak buah tersetianya.
"Mr. T hanya membuat hukuman ringan. dia tidak tega menjebloskan Hazel ke dalam penjara. dia memutuskan untuk mengurangi hak waris untuk hazel dan juga dia telah menghilangkan semua fasilitas untuk Hazel selama dua tahun penuh." beber satria.
"Memang dia walaupun bukan cucu kandung, tapi hazel cukup membuatnya terhibur selama pencarian cucu kandungnya. besok kamu minta Mr. T untuk ke rumah dan bertemu dengan Gladis. saya akan siapkan Gladis untuk bertemu dengan kakeknya." titah jerry.
Jerry akan memberikan kejutan yang sangat tidak disangka-sangka untuk gladis. bagi gladis dia sudah hidup sebatang kara. gladis tidak tahu kalau kakeknya masih hidup dan menjadi seorang pria yang sangat kaya raya. dia yang tidak pernah bertemu dengan kakeknya selama dua puluh tahun lebih membuat gladis kehilangan semua pengetahuannya tentang keluarganya.
Jerry akan meneruskan rencananya membuat sekolah dan membuatnya menjadi milik Gladis.
"Jerry!" papanya datang tanpa pemberi tahuan.
"papa?" Jerry terkejut saat melihat papanya menerobos masuk ke dalam kamarnya.
"jerry, papa dengar kamu terkena tembakan saat akan menolong wanita malam itu?" terliht sekali papanya sangat marah.
__ADS_1
Wiharja pasti mendapatkan kabar dari narasumber yang mengetahui kondisinya saat ini. dan itu adalah kertajaya. pria itu adalah orang yang selalu membeli-beli perhatian papanay jerry demi membangun hubungan bisnis yang lebih baik.
"Aku baik-baik saja." jawab jerry dengan acuh.
"jerry, sampaikapan kamu akan beehubungan dengan wanita malam itu? apa kamu tidak malu jika digunjinmg oleh banyak orang tentang siapa wanita yang kamu pilih sebagai pendamping kamu?" wiharja bicara dengan nada yang cukup tinggi.
Jerry hanya bisa tersenyum kecut. dia tidak perduli dengan apa yang papanya bicarakan tentang gladis. karena memang wiharja tidak tahu apa-apa tentang wanita yang membuatnya jatuh cinta setengah mati.
"Dengar jerry, papa tidak akan pernah merestui hubungan kalian meskipun kamu memiliki anak dari wanita itu." tegas Wiharja kepada sang putra.
"masalah papa merestui atau tidak. besok datang saja saat makan siang. aku akan tunjukkan sesuatu kepada papa. setelah itu papa bebas untuk memberikan restu atau tidak. namun, aku yakin papa akan merestui." gumamnya sambil melirik kearah papanya.
"sebaiknya papa sekarang pulang saja. aku harus istirahat. aku juga butuh ketenangan saat ini." Jerry merebahkan tubuhnya di kasur tanpa memperdulikan papanya yang masih berdiri tegap di dalam kamarnya.
Wiharja yang sangat jengkel dengan sikap acuh tak acuh putranya memilih keluar dari kamar itu dan kembali ke rumahnya. sebelum dia keluar dari rumah Jerry dia melihat ke arah tangga. dia tahu kalau Gladis dan Shine berada di lantai dua. Namun, saat dia hendak melangkah ke tangga. Bimo menghadangnya dengan cepat.
Wiharja semakin kesal dibuatnya. dia lalu mengurungkan niatnya untuk menemui Gladis. dia lalu pergi keluar. Bimo memastikan kalau tidak akan ada yang mengganggu calon nyonya bosnya dan juga baby mungil bosnya.
melihat semua sudah dalam kondisi aman. Bimo menemui satria di dlam kamr dan berbincang-bincang, sedangkan yang lain berjaga dengan sistem bergantian. bimo dan satria yang lebih banyak bekerja di pagi hari. pekerjaan sangat menati mereka berdua di pagi hari. semua orang akhirnya tertidur lelap mereka akan menyambut hari esok dengan penuh semangat dan suka cita.
.
.
.
terdengar suara ayam yang tengah berkokok dengan sangat merdu. asisten rumah tangga jerry sudah menyiapkan menu sarapan yang beraneka ragam. mereka sengaja membuat banyak masakan untuk menyambut kembali kedatangan Gladis dan juga Shine. mereka juga sangat merindukan kehadiran Shine di rumah ini karena bisa menghibur mereka ketika bosan dan lelah dalam bekerja.
"Selamat pagi nyonya." asisten rumah tangga Jerry menyapa Gladis yang sudah turun bersama dengan shine. Gladis sudah berdandan dengan sangat rapih dan cantik pagi ini.
__ADS_1
"Selamat pagi juga Mbok." Gladis menyapa.
"Nyonya biar saya yang jaga non shine dan memberinya makan." Dewi mengambil alih Shine dari Gladis.
Shine yang sudah akrab dengan Dewi langsung menyambut uluran tangan dari sang baby sitternya.
"Nyonya, ada Bu Naura di depan. Pak Jerry yang mengundangnya datang untuk sarapan pagi bersama." Bimo memberitahukan kepada Gladis.
Gladis langsung berlari ke depan dan dia lihat benar saja ada sahabatnya yang sudah berada di depan rumah Jerry.
"kemana NIck? kenapa tidak ikut denganmu?" taya Gladis.
"Dia sedang menjaga rumah. kemarin ada pelanggan yang mencarinya. sepertinya dia sedang memiliki bisnis." tutur Naura.
"Ya sudah kita masuk saja. mereka sudah menyiapkan sarapan pagi." Gladis membawa masuk Naura ke dalam rumah besar.
Naura datang karena undangan dari Jerry untuk dirinya. Jerry ingin mengucapkan rasa terima kasiohnya karena sudah mau menjaga dan merawat Shine selama Gladis mengurusnya di rumah sakit.
"Dia adalah pria yang snagat bisa menghargai orang lain. aku harap kali ini kamu akanmebuka hati untuknya. jangan lagi pernah percaya orang lain sebelum mengkonfirmasi apapun kepada Jerry. dia sangat menyayangi kalian berdua." pesan Naura untuk sahabatnya itu.
Gladis hanya bisa senyum-senyum saja. dia memang berencana untuk membuka hatinya kali ini untuk jerry. dia tidak akan pernah terpengaruh dengan apapun kecuali dia melihatnya langsung. mereka semua akhirnya makan pagi bersama. Shine yang sedang sarapan bersama dengan dewi juga sangat senang menikmati makanannya yang penuh dengan cita rasa.
Jerry sengaja mendatangkan chef ahli untuk memasak hari ini. karena hari ini dia juga akan mengundang orang-orang spesial datang ke rumahnya.
"Hari ini akan ada pertemuan keluarga. aku harap kamu mempersiapkan diri, karena kejutan untukmu hari ini akan segera datang." Jerry meminta Gladis untuk bersiap-siap.
Gladis tidak mengerti apa maksud jerry dengan pertemuan keluarga. sebab dia merasa dirinya hanyalah sebatang kara di dunia ini setelah kepergian kedua orang tuanya. Gladis hanya bisa mengangguk dan menuruti semua perintah dari jerry.
selama makan pagi di meja makan yang sama Satria dan Naura saling curi pandang dan jerry menyadari hal itu. dia hanya bisa tersenyum kecil melihat kelakuan lucu dari anak buahnya yang sangat pengecut jika berurusan dengan wanita.
__ADS_1