
~ Proposal bisnis ~
"Kamu yakin akan membuat bisnis ini?" tanya Mr.T kepada Jerry.
"Saya yakin seratus persen. Di sana masih kurang tempat untuk mencari ilmu dan di sana juga masih ada anak-anak yang tidak mampu untuk menimba ilmu. Saya rasa masih kurang pas jika desa itu di sebut desa berilmu ketika anak-anak yang seharusnya sekolah, tapi malah tidak bersekolah. Saya akan buat desa itu benar-benar menjadi desa berilmu. Sistem silang akan membuat kita bisa bertahan. Anak yang berasal dari keluarga mampu akan masuk dengan harga premium. sedangkan anak yang tidak mampu akan mendapatkan sekolah gratis. mereka yang gratis akan tinggal di sebuah asrama. karena mereka harus banyak mengejar ketertinggalannya." Jelas Jerry.
"Di sini kamu menuliskan mereka yang tidak mampu bisa tetap bersekolah. kamu juga membangun asrama untuk mereka. Namun, kamu juga meminta kesediaan mereka untuk ikut andil dalam kegiatan kebersihan lingkungan sekolah dan asrama. maksudnya apa?" tanya Mr.T.
"Begini, karena mereka adalah orang-orang dari golongan tidak mampu. saya mau mereka mempunyai beberapa keterampilan dalam bekerja. mungkin kesannya seperti memanfaatkan. namun, jika kita lihat lebih dalam lagi ini menguntungkan untuk mereka. mereka akan mendapatkan upah dan mereka juga akan kami buatkan lapangan pekerjaan agar tahu bagaimana caranya bertahan hidup." terang Jerry.
Mr.T mengangguk ketika mendengarkan penjelasan dari Jerry. Memang Jerry memiliki otak yang begitu cerdas. Dia amat sangat tertarik dengan pria seperti Jerry yang memiliki taktik berbisnis yang sangat cerdas dan bisa mengetahui peluang bisnis yang sangat baik.
"Apa ada alasan lain kenapa kamu sangat menginginkan menjadi pemilik tanah di desa itu?" tanya Mr. T yang sepertinya sedang menyelidiki Jerry.
Jerry menjadi gugup. dia tidak mungkin mengungkapkan kalau dia sedang mencari kekasihnya yang kabur darinya. ini bisa membuat dirinya malu karena seorang pria sukses ternyata bisa juga dicampakkan oleh seorang wanita.
__ADS_1
"Saya rasa semua orang sangat menginginkan memiliki tanah di sana. Membuat bisnis di sana sangatlah menjanjikan." kilahnya.
Mr.T masih memperhatikan mimik wajah Jerry dengan sangat seksama dan setelah itu menyunggingkan senyuman kecil di bibirnya.
"Kalau begitu sampai jumpa di lain waktu. saya akan memberikan jawaban secepatnya mengenai siapa yang akan mendapatkan tanah ini." Jelas Mr.T.
mereka saling berjabatan tangan dan Jerry segera berpamitan.Dadanya begitu sesak selama berada di ruangan itu. Sesak bukan karena urusan bisnis, tapi sesak karena harus berurusan dengan pria yang cukup aneh baginya.
"Hah, akhirnya aku bisa keluar dari ruangan yang membuat dadaku terasa sesak." Jerry mengendorkan dasinya.
.
.
.
__ADS_1
Naura yang sedang sibuk mengatur jadwal untuk penari dan juga wanita malam masih terus terusik pikirannya dengan kepergian Gladis yang belum juga di temukan oleh Jerry. Dia belum menerima kabar apapun dari Jerry maupun dari satria. Dia pria itu adalah satu-satunya harapan dirinya untuk kembali melihat Gladis dan shine dalam kondisi yang baik-baik saja.
"Kak, apa kakak sedang tidak enak badan?" tanya Nick.
"Aku baik-baik saja. aku hanya sedang menunggu kabar dari kedua pria itu." Jelas Naura.
"Apa pak satria dan pak Jerry belum memberikan info terbaru?" tanya Nick.
Naura hanya bisa menggeleng lemas dan meletakkan kepalanya di atas meja. Dia merasa sangat frustasi karena sudah berhari-hari belum ada juga kabar.
"Apa aku harus menghubungi mereka?" tanya Nick yang melihat kakaknya tak bersemangat.
Hari ini adalah malam Sabtu dan akan banyak tamu yang datang karena besoknya adalah hari Sabtu dan merupakan hari libur bagi setiap perusahaan yang memberlakukan libur bekerja di hari Sabtu. sedangkan jadwal belum juga dibuat oleh Naura.
Nick khawatir jika kakaknya terus di Landa rasa gelisah dan tidak bisa bekerja dengan benar. bisa-bisa pelanggan tetap mereka marah karena belum ada jadwal terbaru. dan seharusnya jadwal siap di Jumat siang sebelum makan siang. ini sudah menjelang jam dua siang, jadwal belum juga rampung dikerjakan oleh Naura.
__ADS_1