
Sherin mengurungkan diri. Dia yang akan pergi kembali menghampiri Kenzo. Karena dia harus minta penjelasan.
"Calon istri?" Sherin terperangah dan melihat penampilan Rasti dari atas sampai bawah. Jika di lihat Rasti cantik, tapi dia bukan tipe Kenzo.
Sherin tahu, bagaimana tipe perempuan yang disukai oleh Kenzo. Yaitu wanita cantik,berkulit mulus dan juga modis, tidak tertutup seperti Rasti.
"Dia sama sekali bukan tipemu, bagaimana kalian bisa?"
"Aku mencari kenyamanan, dan wanita yang bisa membuatku jatuh cinta. Dan inilah wanita yang akan menjadi calon istriku!" ujar Kenzo memotong ucapan Sherin. Dan melempar senyum pada Rasti.
Sherin menggeleng pelan, dia masih tidak percaya jika Kenzo sudah mempunyai calon istri, dan berbanding jauh dengan tipenya
Jika dilihat dari mantan-mantan Kenzo yang sebelumnya. Rasti tidak akan masuk kriteria.
Rasti bingung, mau melakukan apa. Karena Kenzo bersandiwara dengan spontan.
"Ibu!" Della yang mencari keberadaan Rasti mendekati ibunya.
"Ibu di sini dengan, om Kenzo!" ujar Della.
"Anak cantik, kamu sudah menikmati hidangan di sini. Ayo Om temani, kita cicipi hidangan lain, mana yang kamu suka!" Kenzo meraih tangan Della.
Della yang suka dengan sikap ramah Kenzo. Mau saja mengikutinya.
"Tunggu, tunggu! Maksudnya apa, ini anak perempuan, anaknya calon istrimu?" tanya Sherin yang belum tahu status Rasti.
Karena Rasti masih terlihat muda. Jika Della tidak menghampirinya, mungkin Sherin masih menganggap, jika Rasti itu adalah seorang gadis.
"Calon anak sambungku!" jawab Kenzo.
"Pak-" Rasti memanggil Kenzo dengan ragu dan lirih.
Kenzo menoleh pada Rasti yang berdiri di sebelahnya kini.
Kenzo mengedipkan sebelah matanya, untuk memberi kode agar Rasti tidak banyak bicara, dan mengikuti permainannya.
"Sejak kapan seleramu itu janda, punya anak lagi!" cerca Sherin yang berusaha menjatuhkan harga diri Rasti.
Hati Rasti memanas mendengar ucapan Sherin. Wanita muda itu sangat bermulut sampah, mencerca dirinya. Karena kesal akhirnya Rasti mau saja mengikuti ini.
"Tidak usah mengurusi hubunganku, yang terpenting aku bahagia dan merasa nyaman!" Kenzo kemudian menatap Rasti. Seakan dia adalah pria yang sangat mencintai wanita itu.
"Iya sayang," jawab Rasti tersenyum.
Sherin melongo.
Rasti justru membantu, apa yang dilakukan oleh pria ini Yang sedang berusaha memanasi mantan pacarnya. Karena Sherin meremehkan status jandanya, seakan itu adalah status yang hina.
"Ken, Kenzo!" panggil Sherin karena Kenzo berlalu bersama Rasti dan juga Della.
"Awas kau janda! Aku pastikan kamu tidak akan menikah dengan Kenzo, dia cuman milikku kalian itu tidak selevel!" geram Sherin.
...****************...
"Kamu jangan terlalu percaya diri! Saya hanya terpaksa mengatakan hal tadi, untuk menghindari Sherin!" ujar Kenzo pada Rasti dan kembali bersiap dingin.
"Pak Kenzo, pikir! Saya akan terpesona dengan sandiwara tadi? Harusnya Pak Kenzo berterima kasih pada saya, karena telah membantu untuk menghindari wanita bermulut sampah itu!" ucap Rasti.
__ADS_1
Dia terpaksa mau membantu Kenzo. Karena di hina oleh Sherin.
Kenzo tak mau berterima kasih dan justru menoleh pada Della. Kedua orang itu kembali pada mode cuek masing-masing.
"Rasti, kamu di sini!" Bu Zoya menghampiri Rasti dan juga Kenzo.
Di belakangnya ada Sherin yang mengikuti Bu Zoya.
"Kenzo, Mama dengar dari Sherin, kamu bilang Jika Rasti, adalah calon istrimu. Kenapa kamu menyimpan berita bahagia ini dari, Mama Kenzo!" protes Bu Zoya pada sang putra.
Kenzo meneguk salivanya, ketika mamanya bertanya. Ia kemudian menatap pada Sherin. Pasti Sherin yang mengatakan hal, ini dan mengadu pada sang Mama.
"Iya Ma, Kenzo mau memberitahu Mama di waktu yang tepat!" jawab Kenzo dan menggaruk ujung alisnya.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu, hubungan kalian. Dan kamu Rasti. Tante itu menyukaimu! Jadi jika kalian akan menikah, Tante akan senang mempunyai menantu seperti kamu. Kenzo ini sangat pemilih,"
Sherin kembali dibuat terperangah dengan ucapan tante Zoya. Niat dia mengadu agar Mama Kenzo itu tahu, tentang hubungan putranya dengan janda. Tapi ternyata Bu Zoya mendukung hubungan mereka.
"Rasti ini partner bisnis Tante, dan dia sangat cocok bukan dengan Kenzo!" ucap Bu Zoya pada Sherin.
Sherin terpaksa senyum menanggapi. Matanya terasa panas dan ingin menangis.
"Mama, akan meminta MC untuk mengumumkan hubungan kalian."
"Maksud Mama?" tanya Kenzo. Dia tak menyangka jika Mamanya akan seantusias ini.
"Mama, akan memperkenalkan Rasti pada semua teman dan rekan bisnis Mama, yang hadir di sini. Jadi nanti kamu harus memperkenalkan diri, dan juga Rasti, karena kalian akan segera menikah!" ujar Bu Zoya dan berjalan menuju MC.
Sherin segera pergi dari hadapan Kenzo. Karena tidak tahan, ingin menumpahkan air matanya.
"Pak, bagaimana ini? Tanya Rasti gugup, tak karuan.
Mereka sudah terjebak dalam permainan Kenzo. Yang berusaha bersandiwara, untuk menghindari Sherin.
"Pak, saya tidak mau sandiwara ini diteruskan, karena kita tidak ada hubungan apapun!" ujar Rasti.
Ia tidak mau terjebak lebih dalam,
bersama Kenzo yang berpura-pura.
"Kamu ikut saja dengan saya, kamu mau membuat Mama saya kecewa?"
Rasti menggeleng, dia juga tidak enak dengan Bu Zoya. Sebab Bu Zoya terlihat begitu bajagia. Bahkan ingin mengumumkan hubungan mereka.
Akhirnya Rasti mengikuti apa yang diminta oleh Kenzo.
"Della, kamu sama kakek dulu ya," ujar Rasti.Dan mengantarkan Della pada kedua orang tuanya.
Rasti bingung, harus mengatakan apa pada orang tuanya juga nanti.
...****************...
Suara tepuk tangan yang riuh dari para tamu. Ketika Rasti dan juga Kenzo diperkenalkan oleh Bu Zoya.
"Putra saya, Kenzo. Pasti kalian sudah tahu kan. Dia sebentar lagi akan menikah dengan calon istrinya, bernama Rasti!" ujar Bu Zoya memperkenalkan Rasti di hadapan para tamunya.
"Selamat!"
__ADS_1
"Cantik ya, calon istrinya!"
"Mereka serasi!"
Ujar orang-orang yang hadir di sana, memberi selamat pada hubungan mereka. Bu Elena ikut tersenyum senang, tapi beliau cukup syok karena Rasti tidak pernah bercerita tentang kedekatannya dengan Kenzo.
Tapi Bu Elena tidak mau berpikir terlalu jauh, mungkin Rasti butuh privasi, dan tidak mau diketahui banyak orang jika didekati oleh pria tampan itu.
Rasti dan Kenzo hanya bisa tersenyum, yang di paksakan. Tapi di balut agar terlihat tulus, dan saling mencintai. Sedangkan di dalam hati mereka merasa kalut.
...****************...
"Mau apa lagi kamu datang kemari, pergi kamu dari sin!" Bu Ratna menunjuk Gita dan menyuruh untuk segera pergi, dari rumahnya.
"Aku ingin bertemu Mas Bagas,
Tante!"
"Bagas tidak akan menikah denganmu, kamu lupa dengan perbuatan ibumu yang kurang ajar.
Meludah di depan saya, dan dia telah menghina keluarga kami!" hardik Bu Ratna yang tidak mau lagi, memberikan kesempatan.
"Maafkan Ibu, itu Ibu bukan aku!" ucap Gita.
"Mas Bagas! Mas Bagas!" Gita justru berteriak-teriak memanggil nama Bagas. Agar pria itu keluar dari rumahnya.
"Bagas tidak ada di rumah,"
"Aku mohon nikahkan aku dengan dia, karena siapa nanti yang akan bertanggung jawab dengan kehamilanku ini!" pinta Gita memohon.
"Saya tidak percaya, pasti bukan cuma Bagas yang menidurimu!"
"Tante Kenapa berpikir picik seperti itu, sumpah aku berani bersumpah, jika hanya Mas Bagas yang tidur denganku. Aku sudah bilang pada kakakku, jika dia yang akan menanggung biaya pernikahan nanti. Dan tidak akan menuntut apapun pada Mas Bagas!" ujar Gita agar Bu Ratna luluh pada ucapannya.
Ketika Gita sedang memohon seperti itu. Bagas datang yang menggonceng seorang wanita.
"Mas!" ujar Gita yang merasa kaget melihat Bagas sudah jalan dengan wanita lain.
"Arini!" tante udah tunggu kedatangan kamu, dan sudah memaksakan, masakan yang enak. Ayo silakan masuk!" seru Bu Ratna.
"Bagas bawa Arini, kemari!" ujar Bu Ratna kembali.
"Mas dia, siapa?" tanya Gita apalagi melihat Bu Ratna yang menyambut dengan ramah, kedatangan perempuan itu yang bernama Arini.
"Kamu kenapa datang kemari?" tanya Bagas dengan ketus.
"Tentu saja, aku ingin bertemu kamu Mas. Kamu harus tanggung jawab dengan kehamilanku, dia siapa, apa dia pacarmu?" teriak Gita.
Kamu siapanya Mas Bagas, Hah!" Gita mendekati Arini.
"Asal kamu tahu ya, Mas Bagas itu akan menikah denganku. Aku sudah hamil, jadi kamu jangan rebut pacarku!"
Arini menoleh pada Bagas. Karena ia tidak tahu tentang masalah ini.
"Arini, sini. Kamu tidak usah dengarkan dia!" Bu Ratna menghampiri Arini. Dan menarik tangan Arini agar segera masuk ke dalam rumah.
Gita menarik tangan Arini yang sebelah.
__ADS_1
"Kamu jangan masuk ke rumah calon mertuaku, hanya aku yang boleh menikah dengan mas Bagas! Mas kamu jangan lupa ya dengan tanggung jawabmu. Jika kamu tidak segera menikahiku, maka kakakku. Bisa menjebloskan kamu ke penjara, ingat itu. Kurang apa aku padamu mas, bahkan kakakku siap menanggung biaya pernikahan kita, kenapa kamu sudah menggandeng wanita lain!" pekik Gita dan terus mencegah Arini.