
Seminggu berlalu, kini Raka dan Rike resmi berpisah. Aku merasa bahagia dengan berpisahnya mereka, karna aku tak mau melihat Raka tertekan dengan semua itu. Meski aku memberinya kesempatan tapi aku tidak begitu yakin nantinya bisa mencintainya kembali. Tapi tekadku sudah bulat akan berusaha membuka hatiku untuknya dan berusaha menyayanginya kembali. Ada kata pepatah Witing tresno jalaran soko kulino, cinta bisa datang kapan saja dan dimana saja karna sudah terbisa. Aku harap itu akan terjadi antara aku dengannya.
Walau terkadang aku masih takut akan jatuh cinta lagi dan tersakiti seperti dulu, tapi aku siap untuk hal itu, Karna kesakitan itu bisa membuat kita menjadi dewasa dan tegar. Aku tak akan menghindarinya untuk kali ini aku bukan pengecut akan takut sesuatu yang terjadi meski belum mencobanya. Aku juga butuh seseorang yang mendukungku akan kehidupan ini selain keluarga, bahkan harus melupakan seseorang yang ada dihatiku saat ini Rasya.
Raka memang baik, dia sangat berbeda dengan Rasya. Setelah kejadian ditaman aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Seberapa kerasnya aku untuk melupakannya semakin membuatku mencintainya. Entah dari mana itu munculnya aku tidak tau juga tidak bisa membohongi hatiku dia memang selalu bertempat disana. Aku yakin aku bisa melupakannya meski itu dengan perlahan, aku berusaha tidak menyakiti orang yang sangat peduli padaku saat ini, Raka.
Hari ini aku kencan dengan Raka untuk membuka lembaran baru. Dia mengajakku untuk pulang ke kota M, karna dia tau akan sangat merindukan keluargaku.
Raka "Sayang ayo berangkat, kalo kesiangan nanti macet lo"
"Iya Ka, aku lagi siap siap ini"
"Kamu gak usah dandan, natural aja udah cantik"
"Ka, aku ini perempuan. Kamu tau orang akan memandang perempuan dari penampilannya. Kalo aku berantakan pasti orang fikir kehidupanku juga berantakan"
"Makanya sayang jangan fikirin omongan orang"
"Semua itu sudah menjadi tradisi negara kita Ka, kita tidak menghindarinya"
"Sayang"
"Iya"
__ADS_1
"Aku rasa semakin hari kamu semakin dewasa"
"Karna semakin hari semakin banyak kejadian yang bisa membuat kita dewasa dengan mengambil hikmahnya, seperti halnya semakin tahun umur kita betambah,. Roda kehidupan selalu berputar untuk mengganti kehidupan yang kelam menjadi cerah"
"Sayang kamu tau gak, aku sangat beruntung memilikimu. Aku menyesal pernah menyakitimu dimasa lalu" dengan memelukku dari belakang
"Biarkanlah masa yang lalu berlewat, nikmati saja dan perbaikilah dimasa sekarang. Karna masa depan tidak dilihat dari kehidupan lampau. Kehidupan lampau hanya untuk memberikan kita pengalaman"
"Iya sayang, aku mencintamu"
"Ya sudah ayo berangkat"
Aku dengan Raka berpamitan pada paman dan bibiku. Waktu yang harus ditempuh kota S ke M sekitar 3 atau 4 jam dengan naik sepeda motor. Sesampai di kota M, Raka berinisiatif untuk berbicara dengan ibuku masalah hubungan kami, karna dia tak ingin membuang waktu hanya untuk berpacaran. Meski aku ragu dengan perasaanku tapi aku tidak bisa menghalanginya karna takut dia akan kecewa. Aku yang memberinya harapan aku juga harus mempertanggungnya.
Raka "Bu, saya besok lusa datang kesini bersama orang tua saya untuk melamar Gesya"
"Saya sudah bercerai bu dengan Rike. Saya juga sudah menjelaskan alasan saya kenapa tiba tiba menikah dengan orang lain pada Gesya" jelas Raka
"Aku tak peduli kau sudah bercerai dengan dia dan aku juga tidak perlu alasan kenapa kamu menikah. Yang paling penting aku tidak akan membuat anakku terluka lagi karnamu. Sudah cukup sakit yang kamu berikan padanya dulu" aku menangis mendengar ucapan ibukku bukan karna dia tak merestui ku dengan Raka tapi karna kasih sayangnya dan usahanya untuk melindungiku.
"Bu, dengarkan penjelasan Raka dulu" aku menyela mereka
"Sayang, aku tak butuh penjelasan dari bajingan seperti dia, lebih baik kau pulang saja. Aku tak ingin melihatmu dan ingat aku menolak lamaranmu, jangan kamu kesini lagi pintu rumah ini tertutup untukmu. Oh ya satu lagi, Gesya akan menikah tapi tidak denganmu!"
__ADS_1
"Apa maksud ibu?" aku terkejut kala itu sama halnya dengan Raka
"Aku menjodohknmu dengan anak teman ibu, mau tidak mau kamu harus mau! Tidak ada penolakan, jika kamu menolaknya kamu memang tidak peduli dengan ibu"
"Tapi bu..."
"Apa kamu lebih memilih bajingan ini daripada ibu"
"Sudahlah sayang, kamu turuti saja ibumu aku memang tidak pantas untukmu" sela Raka
"Baru sadar kamu hah? Putriku sangat berharga makanya dia tak pantas untuk bajingan sepertimu"
"Baiklah bu, saya pulang dulu ya. Sayang jaga dirimu baik baik ku doakan kamu bahagia"
"Pulang saja kamu siapa juga yang menyuruhmu datang kesini!" dengan langkah meninggalkan kami
"Raka maafin ibu aku ya"
"Ibumu tidak salah sayang, beliau benar aku tak pantas untuk mendapat berlian sepertimu"
"Tapi kita bisa bejuang lebih keras lagi"
"Tak usah, kamu turuti saja kemauan ibumu, apakah kamu mau menjadi anak durhaka"
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mau"
"Ya udah aku pulang dulu sayang, jaga dirimu baik baik" dia meninggalkanku, aku tau dia sangat kecewa dan mungkin sakit hati dengan perkataan ibuku. Aku merasa bersalah padanya, padahal aku sudah membuka hati dan peluang untuknya. Tapi kali ini aku akan memperjuangkan hubungan ini, aku tak mau membuatnya terluka untuk kesekian kalinya. Dia juga berhak bahagia seperti orang lain.