
Bagus juga ternyata pilihannya, aku tersenyum melihat diriku dicermin hingga lengan kekar memelukku dari belakang.
Aku melihat wajahnya, dia tersenyum padaku dan mencium kening. Jantung berdetak cepat saat ini, dia sangat lembut padaku tidak seperti tadi sangat dingin.
"Sya, kamu terlihat cantik, memakai ini"
"Tapi aku gak nyaman Sya, bagian atasnya terlalu terbuka"
"Gak papa nanti kalo kamu kedinginan, ada aku disini siap untuk memelukmu"
"Hey, sejak kapan kamu pintar gombal?" aku mencubit perutnya
"Aww, sakit Sya"
"Rasain siapa suruh gombal"
"Lihat dan tatap aku Sya, kamu memang cantik hingga membuatku ingin memilikimu. Aku benar benar menyayangimu, bersediakah kamu menikah denganku?"
"Sya, lebih baik kita saling mengenal dulu jangan terlalu kegabah"
"Baiklah, oh iya hari ini kamu tidur dirumah aku?"
"Apa? Bagaimana bisa?"
__ADS_1
"Ibuku ingin mengenalmu lebih dalam dan ibumu juga mengizikannya"
"Ohh"
"Ayo kebawa acaranya sebentar lagi selesai dan pulang"
Aku dengannya kembali ke acara grand opening, saat aku turun banyak orang melihatku. Entah kenapa aku sangat risih dengan tatapan itu, apa karna malu dengan kejadian tadi.
Mengingatnya membuatku emosi apalagi ucapan Izzy berdentum ditelingaku sangat keras dan berulang ulang. Aku berusaha menghindari mereka dengan menunduk tapi Rasya mengenggamku dengan erat, dia tau dengan apa yang aku rasakan saat ini. Dia berusaha menegarkanku dan membangkitkan kepercayaan diriku lagi.
Aku mulai memberanikan diri untuk menengakkan kepalaku dan pandanganku tertuju pada seorang laki laki dipenjuru sana. Mata kami saling memandang, kulihat dimatanya ada pancaran rindu bercampur senang, entah karna apa itu.
Oh Tuhan dari dulu kamu tidak pernah berubah sama sekali sangat tlendor. Hahaha ingin rasanya aku menghampiri dan menjahilinya.
Rasya melihatku dan heran karna ekspresi tertahanku, dia mengernyitkan dahi dan mengikuti arah pandangku. Dia terlihat sangat tidak suka ketika aku menatap Kevin dan mengancamku.
"Sayang, jika kamu masih memperhatikan cowok lain saat bersamaku, aku tidak yakin nanti dirumah akan terjadi apa?" bisiknya tepat ditelinggaku hingga membuat bulu kudukku berdiri.
"Sya, apa kamu tidak melihat dia itu lucu, pakaiannya lihat lah ini acara resmi tapi dia memakai puft..puft" aku berusaha menetralkam suasana
"Itu tidak lucu!" ucapanya dengan nada penekanan.
__ADS_1
"Baiklah, aku kalah"
"Itu lebih baik!"
Satu jam kemudian acara grand opening selesai dan kami pulang. Saat dirumah Rasya aku merasa canggung apalagi melihat Tasya Andrian menatapku tajam meskipun dia cute.
"Sya, kamu tidur sama Tasya ya dikamarnya" ucap Rasya
"Hmm iya"
"Tasya, bawa Gesya kekamar, dia akan tidur sama aku"
"Ayo"
Aku mengikuti Tasya, ya walai kita pernah satu sekolah tapi kita tidak pernah akur karna sifat angkuhnya itu.
Aku hanya bis berdoa semoga ini awal yang baik buat hubungan kami, meski dia terkesan cuek tapi itu mungkin luarnya saja karna aku belum mengenalnya lebih dalam.
Aku harus berusaha untuk mendapatkan hatinya, kalau tidak bisa bisa aku ditendang oleh keluarga Andrian.
Apalagi mengingat hubunganku dengan Rasya belum bisa dianggap serius. Baiklah Gesya, kamu harus semangat memenangkan hati semua keluarga Andrian.
__ADS_1
Kamu pasti bisa dan harus yakin, semangat!!!