
"Beneran Bu, akhir tahun ini ibu bakalan pulang?Ibu serius?" ucap Gadis dengan mata Berbinar dan berkaca-kaca
"Iya sayang, ibu pasti pulang. Kontrak ibu sudah habis akhir tahun ini. Kamu tunggu ibu ya?" kata ibunya dari balik sambungan telfon
"Pasti Bu, Gadis udah lama nunggu ibu pulang udah kangen bangett rasanya pengen meluk ibu. Tapi ibu jangan balik lagi ya setelah ini, ibu dirumah aja sama Gadis dan ayah"
"Ibu usahakan nak, sekarang kasih ponselnya lagi ke ayah ibu mau ngomong sesuatu"
."Baik Bu, ibu hati-hati disana jaga kesehatan selalu"
"Iya nak, kamu juga. Jangan bandel pokoknya, kasihan ayah"
"Iya-iya Bu... yasudah Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam nak .."
Setelah itu Gadis menyerahkan ponsel kepada ayahnya lagi dan masuk ke kamar.
Ia begitu senang mendengar kabar ini, sampai-sampai air matanya ikut menetes, Walau bagaimanapun sudah 5 tahun lamanya Gadis belum bertemu ibunya.
Kabar kepulangan ibunya lah yang selalu ia tunggu.
Sore hari Gadis bersiap untuk pergi ke rumah Jay, sekarang ia membantu Jay dan yang lainnya untuk melatih bela diri.
"Ayah, Gadis berangkat dulu ya?" teriaknya dari ruang tv
Pak Hendra pun segera keluar dari kamar,
"Gausah teriak-teriak gitu kenapa sih, cewek itu harus lemah lembut" nasihat pak Hendra dengan pelan
Gadis pun nyengir "Hehe, maaf yah.. kaya ga hafal Gadis aja"
"Hah kamu itu, yasudah hati-hati ya" ucap Pak Hendra sambil mengulurkan tangannya agar dicium oleh Gadis
__ADS_1
Gadis menerima tangan pak Hendra dan menciumnya "Iya yah, Assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
.
.
Bruummm...
Bruummmmmm
Gadis keluar dan menyetarter motornya..
Motor sport seperti milik Alan, hadiah ulangtahun dari ibunya.
tetapi tentu saja masih mahalan punya Alan.
Ya, sekarang Gadis tidak lagi di antar-jemput oleh sahabat-sahabatnya karena dirasa Rio ataupun anak buahnya tidak mengganggu. Setelah Gadis menjauhi Tania, Rio juga menepati omongannya untuk tidak mengganggu Gadis.
Ia menuju rumah Edo terlebih dahulu untuk menjemputnya.
Tiiiin !
Ia membunyikan klaksonnya saat sampai di depan rumah Edo,
"Brisik lu tan tin Tan tin, udah masuk dulu"ucap Edo
"Yahh, kok masuk gue kira lu udah siap tadi?"
"CK,, ibu gue nyuruh lu masuk dulu diajak makan bareng tuh"
"Iya deh kalo gituu" kata Gadis kemudian ikut masuk kerumah Edo
__ADS_1
"Assalamualaikum.." sapa Gadis dan mencium tangan ibu Edo
"Walaikumsalam, Eh dis. Sini makan dulu kebetulan ibu masak banyak hari ini" kata Bu Sulis ibu Edo
"Nih, ada semur jengkol kesukaan kamu.. juga ada opor ayam"imbuhnya lagi
"banyak banget Bu masaknya, emang ada acara apa hari ini?"
"Itu.. tadi siang ada arisan disini, udah buruan kalian makan dulu, dihabisin juga boleh hehe"
"Siap kalo itu mah Bu hehe"
Seperti mami Alan, Bu Sulis juga menyukai Gadis, selain anaknya ramah dan sopan juga karena ia memang tak punya anak perempuan.
Bu Sulis hanya memiliki dua anak laki-laki, Edo dan kakaknya yang telah bekerja di Jakarta, Suaminya sudah lama meninggal.
"Bu, kalo semur jengkolnya Gadis bawa boleh gak?"
Edo pun menyenggol lengan Gadis
"ish, emang ga punya malu lu udah makan disini juga" ucap Edo bercanda
"Ih, biarin apaan sih.. kan bisa buat gue makan nanti di rumah mas Jay wleee"
"Eh Edo ga boleh gitu, lagian daripada mubazir. Boleh banget kok dis ibu malah seneng, bentar ya ibu siapin"
"Wleeeekk" ejek Gadis
"CK,, dasar"
...**********...
...Jangan lupa berikan like setelah membaca yaa 💕...
__ADS_1
...Terimakasih 😍😍...