Secret Of Love

Secret Of Love
Menggoda Ibu


__ADS_3

"Kamu selalu tersimpan disini (kutunjuk dadaku) walau sebagai saudaraku"


"Terimakasih untuk kesekian kalinya Sya"


"Tidak ada kata Terimakasih dalam cinta, persahabatan dan persaudaraan Ka"


Urusan keluarga Raka dan Andiva selesai, sekarang tidak ada tekanan dari sisi keluarga. Itu membuatku lega, apalagi melihat Raka tersenyum.


Terkadang hidup itu ada saatnya diatas dan dibawah, jangan terlalu menyombongkan apa yang kita miliki sekarang karna itu hanya bersifat sementara dan titipan Tuhan saja. Kita tidak tau kapan semua itu diambil kembali olehnya.


Hari semakin gelap aku berpamitan dengan keluarga Raka. Sampai dirumah aku melihat ibuku duduk di ruang tamu, entah apa yang membuatku merasakan aura dingin darinya. Sepertinya aku sudah berhasil menggali lubang sendiri, hanya tinggal aku masuk saja. Oh tidak bagaimana ini? Apakah aku akan masuk kedalam lubang itu😢


"Dari mana saja?" suara dinginnya ketika aku membuka pintu


"Hehehe jangan marah ya bu, tadi itu aku mau pamitan sama ibu. Eh taunya ibu keluar jadi aku pamitan sama rumah saja, kan tadi aku gak tanya ibu kemana. Terus aku lupa kalo ibu bawa hp. Gini bu, jangan marah dulu aku mau jelasin tapi jangan dipotong juga"


"Gak berbelat belit cepat katakan!"


"Jangan galak galak bu, nanti ibu makin tua lo"


"Ya tua biar tua emang udah saatnya"


"Ya tapi bisa dikondisikan lah buat muda lagi, kan banyak skincare canggih bu sekarang"


"Canggih, canggih hp kamu yang canggih"


"Eh tau dari mana ibu kalo hp aku canggih😉"


"Ini anak ya, anaknya siapa sih nyebelin, bawel, cerewet"


"Anak ibu dong😎"


"Ibu gak pernah punya anak seperti kamu😒"

__ADS_1


"Ohh jadi aku bukan anak ibu ya, hmm apa mungkin aku keluar dari batu ya?🙄"


"Bukan kamu anaknya Embek!"


"Ohh Embek, dan Embeknya ibu😁😁"


"Ih anak ini makin lama makin bikin darah tinggi saja" ucapnya dengan gemas mencubit pipiku


"Ahh sakit ibu" kupengang pipiku


"Sakit ya, mau lagi?"


"Oh tidak tidak!" ku tutupi pipiku


"Makanya jadi anak itu harus nurut"


"Aku ini sudah nurut ibu" aku lari meninggalkannya


"Kamu ini" beliau mengejarku


"Sudah bu, aku lelah gak kuat buat lari lagi. Hufy... Huft Ibu mau aku cerita gak?"


"Cerita apa?"


"Lo kan udah lupa, makanya jangan suka marah marah makin tua dan pelupa tuh"


"Apa? Kamu ngatain ibu ya?"


"Enggak kata siapa?"


"Tadi itu!"


"Aku cuman bilang aja ibu, ibu makin sensitif saja"

__ADS_1


"Kamu ini" beliau menghampiriku dan menjewerku


"Bu, lepasin sakit hiks"


"Biar tau rasa, sana tidur" merebahkanku keranjang


"Oh ibu ini"


"Kenapa? Mau lagi?"


"Hehehe enggak bu, mau tidur udah sana keluar"


"Ngusir?" melotot padaku


"Kata siapa!"


"Oh masih kurang ya?"


"Ah tidak ibu, udah aku mau tidur. Besok mau reuni an aku"


"Kamu hutang ya sama ibu!"


"Hutang apa bu?"


"Dasar pelupa! Tadi ngatain ibunya pelupa ternyata anaknya juga pelupa"


"Karna keturunan ibu!"


"Terserah" melangkah pergi


"Yah emang kalo bukan keturunan ibu keturunan siapa lagi nyebelinnya, cerewetnya juga nurun dari ibu" celotehku sendiri dan menggelengkan kepala.


Hehehe udah lama tidak bertengkar sama ibu, apa aku termasuk anak kurang ajar ya🙄tapi kan seru😂biarlah yang penting aku tidak kena omelnya yang lebih parah dari ini🤗

__ADS_1


Berasa bahagia mempunyai ibu sepertinya, membuat hidupku berwarna. Setiap ada waktu pasti diluangkan untuk bertengkar😆 Aku bangga mempunyai ibu sepertinya, membuatku semakin menyayanginya. Meski aku tidak mendapat kasih sayang dari seorang ayah, aku tidak keberatan asal ada ibu. Kasih sayang ibu sepanjang masa dan tak pernah meminta balas budi. Betapa mulianya derajat ibu, maka dari itu surga ada dikakinya.


__ADS_2