
"Tidak mungkin mbak, lihatlah anakmu cantik seperti ibunya. Mana mungkin anakku lari begitu saja, meski lari dia nanti akan menyesal"
"Iya dong mbak, anaknya siapa gitu" hahaha tawa mereka
'Semoga aja ya tante, aku saja tidak yakin akan hal itu'
"Bu, maaf ya menunggu lama" ucap pria yang sedang kmi tunggu
"Iya nak gpp, oh iya ini kenalin Gesya anak tante" hah? Aku sangat terkejut ketika pria tampan, cool berjas itu berdiri didepan. 'Oh Tuhan, kenapa pria mesum ini jodohku' fikiranku melayang.
Ya pria mesum, dimana dirinya memaksa menciumku kemarin. Siapa lagi kalo bukan Rasya. Gila, gila dan gila. Kalo tau dia aku gak akan mau dijodohkan, habislah riwayatmu Sya. Selamat menikmati kesengsaraanmu.
"Oh kami saling kenal tante, dulu pernah satu sekolah kita"
"Baguslah awal yang baik buat kalian"
"Doakan saja tante" melirikku seperti memberi kode aku harus menjawab juga.
Aku memutarkan bolaku malas menatap Rasya sok kenal dekatku, aku akan cari cara untuk mengagalkan perjodohan ini tapi nanti ibu kecewa😢aku harus gimana aku gak mau nikah sama si mesum ini, ya meski aku mencintainya dan ketika melihatnya tadi ada perasaan lega.
Aku tidak bisa membohogi hatiku untuk saat ini. Apa aku harus menerimanya, maksudnya aku harus berusaha menjalani terlebih dulu hubungan ini setelah itu kalo aku merasa tidak cocok tidak perlu dilanjutkan.
__ADS_1
"Iya bu, aku akan mencoba menjalani hubungan ini. Nanti kalo cocok kita akan melanjutkan pada jenjang yang serius tapi kalo kita tidak ada yang cocok Tuhan berkata lain" jawabku dengan antusias
"Itu sangat bagus sayang, aku harap kalian segera menikah"
"Kami usahakan tidak mengecewakan kalian semua" Rasya dengan merangkulku
"Oh iya, mbak besok ada grand opening bisnis kuliner kita, boleh tidak aku membawa putrimu?"
"Tentu saja mbak, silahkan"
"Baiklah terima kasih, besok jam 18.00 ya sayang" ibu Rasya tersenyum padaku
"Jangan sampek telat ya Sya, kamu soalnya suka telat" Rasya mengingatkan akan kemalesanku ini
"Baiklah tante terima kasih"
"Ayo silahkan duduk, oh ya nak Rasya kalo mau bicara sama Gesya pribadi silahkan dikamarnya Gesya" ucap ibuku
"Apa bu?"
"Sudahlah bawa kesana Gesya"
"Hmm" aku pergi dan Rasya mengekoriku dari belakang
__ADS_1
Sampai dikamar aku tidak ingin berbelat belit dan membiarkan dia terlalu lama bersamaku bisa bisa bahaya menghampiriku lagi.
"Emang ada yang mau dibicarakan"
"Sayang ubahlah nada ketusmu itu"
"Jangan banyak bicara kamu"
"Sudah berani ya melawan calon suamimu"
"Masih calon saja"
"Kamu ya" dia mulai mendekatiku, aku beringsut menjauh tapi dengan sigap dia mendorongku keranjang.
"Gila ya kamu Sya, lepasin!"
"Ya, gila karna selalu kamu tolak" dia mulai mengedus dileherku hingga membuatku menegang.
"Sayang, tubuh sangat sensitif ya" berbisik lembut ditelingaku dan menjilatnya hingga membuat suhu tubuhku naik. Dia mulai mengecup keningku dan merambat pada bibirku. Mulailah dia melumatnya dan ciuman itu semakin panas, dia memegang rahang pipiku dan mulutku terbuka. Tidak menyia-yiakan kesempatan lidahnya langsung menerobos masuk.
'Oh tidak, ini ciuman sangat panas dan memabukan, kalo terus begini bisa bisa aku tak terkendali membalas ciumannya. Aku wanita normal, pasti aku terangsang meski hanya ciuman' batinku
Aku mendorong Rasya tapi Rasya meraih tengkuk ku hingga membuatku tak bisa memisahkan ciumannya. Lambat laun aku membalas ciuman itu, Rasya merasakan aku membalasnya, dia mulai memperdalam ciumannya dan tidak ada yang terlewatkan sama sekali didalam sana, dia menjelajahi setiap jengkalnya.
__ADS_1
Aku mulai meronta ketika merasakan kehabisan nafas dan dia mulai melepas ciuman itu, kemudian menyatukan kening kami.