Secret Of Love

Secret Of Love
Episode : Yohan diculik


__ADS_3

Dengan ragu-ragu Gadis perlahan membuka pintu tersebut,


Ceklek !!


"Penguasa Bumiiiiiiii" teriak Gadis saat melihat Yohan pingsan dan badannya diikat disebuah kursi, Gadis pun mengepalkan tangannya.


Ia seketika menoleh wajah seseorang yang berada di belakang Yohan,


"Teehh Rio !!!! Apa yang kamu lakukan dengannya !" bentaknya


Rio pun mendekat ke arah Gadis,


"Ow..kamu mengenalku rupanya nona manis?!"


Gadis mundur sampai mentok ke tembok, seketika Rio pun mencengkeram kuat pipi Gadis,


"Hmm...gue ngga ngapa-ngapain dia kok, cuma memberinya sedikit pelajaran, karena dia udah berniat mengusik gue"


"Dan hal itu juga berlaku sama elu jika lu berani mengusik hidup gue"


"si-siapa yang mau mengusik lu"


"Heh, lu pikir gue gatau tentang lu yang berani ambil foto gue saat lalu, jangan berharap lu bisa ngehancurin hubungan gue sama Tania " kata Rio


"sekarang dimana ponsel lu sini !"


Rio pun melepaskan cengkraman nya dan merebut tas Gadis.


Gadis memberontak saat tas nya akan diambil, namun Rio berhasil merebutnya karena bantuan dari teman-temannya.


"Aji, Seno, Gilang !"


Rio memanggil ketiga temannya untuk masuk kedalam,

__ADS_1


"Ikat perempuan ini dulu, baru nanti kita beri mereka pelajaran supaya ga berani-berani mencampuri urusan orang lain!"


"Baik Boss" ucap ketiga teman Rio bersamaan


Mata Gadis terbelalak saat melihat siapa yang masuk ke dalam, ketiga pria yang ditemui nya tadi itu salah satunya adalah sopir angkot yang dinaiki Gadis dan 2 lainnya menjadi penumpang.


"Sialan, jadi gue dijebak ! Berarti tadi si penguasa bumi diculik dong" kata Gadis dalam hati


Ya, sebenarnya tadi saat Yohan sedang menunggu Gadis di pinggir jalan, tiba-tiba saja ada mobil hitam berhenti di depannya, kemudian ada 2 orang turun dan langsung menyeretnya masuk ke dalam mobil.


Yohan kaget saat membuka matanya, karena badannya sudah terikat di sebuah kursi, tadi dia pingsan selama di perjalanan


karena tengkuknya dipukul saat mencoba memberontak.


.


.


Pasalnya selama ini kalau misal Gadis telat pulang, mentoknya jam 17.00 sore, namun kali ini sudah masuk waktu magrib Gadis belum tiba juga dirumah, di tambah ponsel Gadis tidak aktif membuat Pak Hendra semakin khawatir.


Sehabis sholat isya Pak Hendra memutuskan untuk pergi ke rumah Yohan, namun setelah sampai sana tidak ada orang.


Pak Hendra akhirnya berlalu ke rumah Jay, siapa tahu Gadis ada disana, pikirnya.


Namun pak Hendra dikejutkan dengan adanya ibu Yohan di rumah Jay, seketika perasaannya pun semakin gelisah,


"Lho ibu ada disini, tadi saya kerumah?!" ucap Pak Hendra to the point


"Ini baru saja saya menyuruh Jay untuk menghubungi nak Gadis pak, karena ponsel Yohan tidak aktif pak"


"Assalamualaikum, lho bapak ada disini?" tanya Vino yang juga baru pulang


"Wa'alaikumsalam..."

__ADS_1


"Iya nak Vino, bapak kesini mencari Gadis dia tidak ada kabar, kemarin ia pamit setelah selesai latihan mau pergi sama nak Yohan buat menjenguk teman katanya"


"Ponselnya juga tidak aktif nak Vino"


"Sama pak, nomor Yohan juga tidak bisa dihubungi" ucap Ibu Yohan


"Berarti dari tadi mereka berdua belum pulang?!" tanya Vino


Mereka pun mengggeleng


"Mungkin nak Vino tau tempat yang sering Gadis kunjungi"tanya Pak Hendra kemudian


"tidak ada pak, Gadis paling cuma pergi berenang, kalau tidak kesini seringnya, dan tidak mungkin sudah malam begini Gadis berenang kan"


"Iya, dia biasanya setelat-telatnya pulang, pasti jam 5 sudah ada dirumah"


"Sebentar pak, coba saya tanya pada Alan atau Edo"


Vino langsung menelfon Alan,


Tak lama tersambung, panggilan Vino langsung diterima oleh Alan...


Vino menceritakan perihal Gadis dan Yohan yang belum pulang sampai selarut ini, ia pun bertanya pada Alan apakah ada tempat yang sering dikunjungi oleh Gadis.


Namun jawaban Alan sama seperti Vino tadi.


"Jangan-jangan mereka diculik bang......." Ucap Alan dari seberang sana


...*******...


...Jangan lupa berikan like setelah membaca πŸ’•...


...Terimakasih, Happy Reading πŸŒΌπŸ™...

__ADS_1


__ADS_2