Secret Of Love

Secret Of Love
Dendam


__ADS_3

Cahaya matahari nenembus kamar hotel 027, aku merasakan tangan kekar melingkar dibelakangku dan aku membalikkan tubuh. Kulihat Raka sedang tertidur, dia lucu polos dan membuatku gemes rasanya ingin kujahili dia.


"Raka bangun, ini sudah pagi kamu harus kerja"


"Hmm.." dia hanya mendehem dan mengerjapkan matanya perlahan


"Ayo bangun kita harus kerja"


"Iya iya" berjalan menuju kamar mandi


Selesai mandi kami pergi kekantor dan para karyawan menatap kami dengan tanda tanya dan curiga.


Layla "Sayang kamu kemana saja aku kangenn" Aku merasa jijik dengan sikap manja Bu layla dan bergelayut dipundak Raka. Dia juga melirikku dengan sinis sepertinya dia ingin menunjukan bahwa Raka miliknya.


"Lepas ini didepan kantor, jangan bersikap begini. Aku benci sikap manjamu" ucap Raka dingin


"Sayang kenapa kau sangat dingin, aku kangen sama sentuhanmu"


"Layla kamu denger gak?"


"Raka" suara wanita memanggil dan sangat familiar, Raka menoleh padanya


"Faizahh?"


"Iya, aku kangen sama kamu. Kemana saja kamu aku mencarimu"


"Siapa dia Raka" Layla


"Kenalin aku Faizahh, pacarnya Raka"

__ADS_1


"Oh gitu, aku Layla pacarnya juga"


"Hmm lumayan juga seleramu sayang, sangat menjijikkan".


"Apa kamu bilang?" Bu Layla emosi dan menampar Faizah


"Berani sekali kamu menamparku, punya nyali juga" Emosi Faizah


"Berhenti kalian tidak tau malu ya ini kantor" Aku melerai mereka karna perdebatan mereka menjadi tontonan karyawan


"Diam kau jalang" Bentak si nyai rongeng


"Kau yang jalang, jalang teriak jalang" sahut Faizah


"Stop kalian berdua keluar dari kantorku" Raka


"Tapi sayang" Layla


Raka meninggalkan dua insan yang berdebat dan aku mengekorinya.


Aku "Hahahaha hebat sekali wanita mu sungguh menakjubkan" Raka hanya memandangku dengan sinis


"Tak disangka Raka kau.."


"Sya jangan buat aku emosi ya" potong Raka


"Tapi sangat menarik semua itu, hahaha"


Prok prok prok

__ADS_1


Suara tepuk tangan yang membuat kami kaget


"Rike? Ngapain kamu disini?" Ucapku


"Kau lupa ini kantor suamiku"


"Oh begitukah sayang" Aku bergelayut manja pada Raka sepertinya dia bingung dengan sikapku. Aku hanya mengerlingkan mata memberinya kode dan dia memahami kodeku.


"Apa kau bilang sayang, dasar murahan"


"Hahaha aku murahan sedangkan kau apa pelacur?? Oh atau pembawa sial?"


"Apa maksudmu? Kaulah pembawa sial"


"Kau tak pernah merasa bersalah padaku karna kau merebut Raka dariku dengan cara menjijikan seperti itu. Dengan mengancam melukai orang yang disayangi Raka. Wah wah wah hebat sekali aktingmu Rike. Apa kau tak berniat menjadi artis? Kau sangat cocok dengan karaktermu. Menjijikan sekali karna kekuasaan ayahmu kau mendapatkan Raka. Hahahaha munafik kau, oh iya siapakah pembawa sial disini?"


"Raka?" panggil Rike dengan lirih tapi Raka tak menggubrisnya


"Hahahahaha Raka saja suami tak peduli padamu. Yang peduli hanya orang tuamu karna mereka sedarah denganmu, cih menjijikan. Kau ingat Rike aku Gesya bukan yang dulu selalu diam ketika kau injak injak bahkan kau melakukan hal yang melewati batas. Sekarang kamu tau derajatku lebih tinggi darimu meski aku tak punya kekuasaan seperti keluargamu. Wanita menjijikan" aku mendorongnya hingga jatuh, aku tau dia memekik kesakitan tapi aku menghiraukannya dan menggandeng tangan Raka memasuki ruangannya.


"Raka?"


"Iya, kenapa Sya?"


"Apa aku terlalu jahat berkata begitu dengannya?" aku tak bisa menahan isakanku karna aku merasa bersalah tapi ini pantas untuknya karna dia sangat keterlaluan saat aku sekolah dulu"


"Tidak Sya jangan menangis, aku bangga dengan tekadmu tak kusangka kau bisa mengucapkan hal seperti itu. Aku mau Rike sadar akan kesalahannya Sya. Kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri"


"Makasih Ka sudah mensupport aku"

__ADS_1


"Iya, jangan nangis lagi. Saatnya kita bekerja🤗"


"baiklahh""


__ADS_2