
Kami makan di cafe favorit seperti biasa. Ditengah tengah obrolan kami, penyanyi cafe menyanyikan lagu sesuai dengan yang pernah aku dan Raka rasakan, sehingga membuatnya memegang tanganku.
Mengapa Kita Bertemu
Bila Akhirnya Dipisahkan
Mengapa Kita Berjumpa
Tapi Akhirnya Di Jauhkan
Kau Bilang Hatimu Aku
Nyatanya Bukan Untuk Aku
Bintang Di Langit Nan Indah
Dimanakah Cinta Yg Dulu
Masihkah Aku Disana
Di Relung Hati Dan Mimpimu
Andaikan Engkau Disini
Andaikan Tetap Denganku
Aku Hancur Ku Terluka
Namun Engkaulah Nafasku
Kau Cintaku Meski Aku
Bukan Di Benakmu Lagi
Dan KuberuntungSempat Memilikimu
Engkau Mengatakan
Merindukan Diriku Lagi
Ingin Ku Sampaikan
Ku Tak Hanya Sekedar Itu...
Kami saling menatap hingga membuat Raka memegang tangan dan menuntunku ke panggung. Aku melihat di bawah sana banyak orang yang melihat kami hingga membuat gemeteran.
"Saya disini akan menyanyikan sebuah lagu untuk orang yang saya sayangi, Gesya Anatasya Putri" Wajahku langsug memerah ketika Raka mengatakan itu. Semua orang yang berada di cafe itu menepuk tanganinya.
Tanpa terasa kau curi hatiku
Dengan berbeda caramu
__ADS_1
Menaklukkan hati kecilku
Berjuta rayuan yang pernah kurasa
Namun tak pernah tersentuh
Tak ada yang mengesankanku
Tapi semua berbeda
Mempesonakan aku selalu
Hanya kamu yang bisa
Membuat aku jadi tergila-gila
Membuat aku jatuh cinta
Karena tak ada yang lain sepertimu
Berkali ku mencoba
Berpaling dengan makhluk indah lainnya
Namun tak pernah kurasakan
Bila seindah bercintaku denganmu
Tapi semua berbeda
Mempesonakan aku selalu
Hanya kamu yang bisa
Membuat aku jadi tergila-gila
Membuat aku jatuh cinta
Karena tak ada yang lain sepertimu
Berkali ku mencoba
Berpaling dengan makhluk indah lainnya
Namun tak pernah kurasakan
Bila seindah bercintaku denganmu
Hanya kamu yang bisa
Membuat aku jadi tergila-gila
__ADS_1
Membuat aku jatuh cinta
Karena tak ada yang lain sepertimu
Berkali ku mencoba
Berpaling dengan makhluk indah lainnya
Namun tak pernah kurasakan
Bila seindah bercintaku denganmu
Suara tepuk tangan memenuhi cafe, aku hanya tersenyum kepada Raka dan sebaliknya dia juga tersenyum padaku. Dia menghampiriku dan memberiku buket bunga mawar seperti yang dulu sering dia kasih kepadaku.
"Sya bersediakah kamu menikah denganku?" ucapnya dengan jongkok dibawahku. Aku membulatkan mataku ketika dia mengatakan itu.
"Terima... Terima.. Terima... Terima" suara bising itu memenuhi cafe dan membuatku bingung. Entah aku harus senang atau sedih mendengar itu semua karna dia masih terikat suami Rike.
"Maaf Ka, bisa kita bicarakan nanti saja?"
"Baiklah Sya" dia berdiri menyodorkan buket itu kepadaku dan turun dari panggung. Aku mengekorinya dari belakang, 'kulihat semua orang yang berada dicafe kecewa. Apa Raka juga merasa kecewa' pikirku.
"Kamu mau bicara aa Sya?"
"Emm gini aku itu aku" aku gugup untuk menjelaskannya ketika dia menatapku dengan penuh harapan dan kasih sayang.
"Pelan pelan Sya aku gak ada acara kok, hehehe"
"Aku serius Ka, itu emm bentar aku bingung mau ngomong dari mana. Ka, aku gak bisa menikah denganmu. Maaf, bukan maksud aku untuk mengecewakanmu tapi kamu kan masih suaminya Rike jadi aku gak mau jadi pelakor"
"Kalo itu yang membuatmu keberatan gak papa Sya, aku sama Rike akan bercerai"
"Jangan Ka, eh itu aku gak mau gara gara aku kamu cerai sama dia. Kalo kamu sayang sama dia pertahankan Ka"
"Aku gak ada perasaan sama sekali dengannya, aku menikah dengannya itu terpaksa dan selama dengannya aku juga tidak merasakan apa apa. Kita cuman terikat kata nikah saja gak ada yang lain. Aku itu sayangnya cuman sama kamu Sya"
"Tapi nanti Rike marah marah sama aku Ka, sebelum aku muncul kamu tak pernah mengatakan cerai padanya"
"Kamu salah dari dulu aku sama Rike sudah mau cerai cuman dia gak mau, sampek aku selingkuhin dia tapi dia tetep kekeh tidak mau cerai"
"Karna dia sangat menyayangimu Ka, kamu tau prinsip seorang wanita itu hanya 2 yaitu Halalkan atau Tinggalkan. Pernikahan itu bukan sebuah permainan yang nantinya kamu bisa maju dan mundur sesukamu. Jangan kamu sia sia kan dia Ka, dia menyayangimu"
"Tapi aku tak menyayanginya aku hanya menyayangimu Sya, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisimu dihatiku Sya"
"Raka hiks hiks hiks" aku menangis dan dia memelukku
"Jangan nangis Sya, kamu tenang saja masalah pernikahanku dengan Rike kamu serahkan saja padaku, tapi aku minta kamu tunggu aku jangan tinggalkan aku seperti dulu karna kesalahanku lagi"
"Iya Ka, aku akan disisimu"
"Makasih ya sudah memberiku kesempatan Sya"
__ADS_1