
Kamu pasti bisa dan harus yakin, semangat!!!
Saat sampai dikamar, kami saling terdiam. Tasya memandangku terus hingga membuatku bingung mau bicara apa dan bagaimana, kami tidak saling mengenal. Hingga aku memecahkan keheningan ini.
"Maaf ya Sya, aku ganggu tidur kamu sementara ini"
"Iya gak papa dan satu lagi panggil aku Tasya jangan Sya, nanti bingung kita manggilnya sama sama Sya"
"Hehehe iya kebeteluan ya"
"Iya dan aku gak nyangka calon kakakku itu kamu, padahal kita dulu selalu satu sekolah tapi tidak pernah bersapa"
"Iya ya, dan ketemu pas keadaan sudah begini"
"Dunia terasa sempit ya" kami tertawa bersama, aku fikir berdekatan dengan dia sangat sulit. Ternyata dia sama kayak kakaknya, ramah dan anaknya gampang akrab.
Kami bercerita hingga malam dan tertidur masing masing. Paginya aku bangun dan melihat dia masih tertidur, Oh Tuhan cute sekali dia padahal dia dan aku hanya beda 1 tahun saja. Adikku aja lebih muda dari dia kalah, dia seperti anak smp, ingin kucubit pipinya. Kayaknya aku mulai hari ini ngefans deh sama calon adekku😘
Aku memperhatikan sekeliling kamar dan melihat foto Tasya bak model terkenal.
Ya Tuhan, cantik dan sexy sekali dia, keluarga Andrian tidak ada yang tidak aku kagumi. Aku tidak sabar masuk kedalam anggota keluarganya. Hehehe
"Kak, ngapain ngelamun masih pagi"
"Hehehe enggak Sya, ayo bangun, mandi dan turun"
"Iya kak, aku harus sekolah soalnya"
"Yaudah, kamu siap siap dulu ya"
Setelah mandi aku turun tanpa menunggu Tasya, aku tau dipasti lama karna masih harus menyiapkan beberapa peralatan yang diperlukan disekolah. Aku menghampiri ibu dan ayah Rasya diruang tamu.
__ADS_1
"Pagi tan, om"
"Eh sayang, kamu sudah bangun? Gimana tidurnya?"
"Nyaman tan, Rasya belum bangun ya tan"
"Belum kayaknya"
Aku berbincang bincang dengan ibu Rasya sambil menunggu Tasya turun. Saat turun dia memakai seragam ungu putih, warna yang cocok dan kontras untuk kulitnya. Ya aku bener ngefans sama dia.
Aku memandanginya hingga suara deheman Rasya menyadarkan aku.
"Hem hem, kamu belum mandi ya"
"Sudah Sya, kenapa?"
"Iya kak, kakak pilih aja dikamar ya, aku sudah kesiangan ini" ucap Tasya
"Eh Tas, kamu tidak sarapan dulu?"
"Enggak kak, udah siang. Kalo gitu aku berangkat dulu ya"
"Anak itu emang begitu sayang, tidak mau makan dirumah. Ya udah kamu ganti dulu ya"
"Iya tan" aku meninggalkan mereka
"Gesya, tunggu aku ikut"
"Ikut kemana?"
"Kamu ganti baju"
__ADS_1
"Ngapain?" aku membelalakan mataku, gila ini orang mesum pagi pagi udah gini, apalagi didepan orang tuanya. Kenapa dia? Sepertinya sudah terbiasa, gak ada malunya sama sekali.
"Ya nanti aku mau saranin cocok enggak buat kamunya dong"
"Ya ampun Rasya" aku menggelengkan kepalaku sedangkan orang tua hanya tersenyum melihat kelakuan anaknya itu.
Aku menuju kamar Tasya bersama Rasya, aku memilih pakaian Tasya dan tertarik pada baju merah. Aku melihat Rasya memandangiku dengan senyum menyiringai.
"Kamu keluar aku mau ganti"
"Ganti saja disini"
"Kya, ada kamu mesum"
"Gak papa kemarin kamu udah liat seluruh tubuh aku sekarang gantian aku yang melihat tubuh kamu"
"Hey, kemarin itu tidak sengaja lagian hanya sebagian yang aku lihat tidak semua"
"Oh gitu, jadi mau lihat semua kamu? Sekarang ta, aku siap melepaskannya kok😊"
"Hey mesum awas aja kalo berani kamu ya"
Aku berganti pakaian didepannya, hingga terlintas ide untuk menggodanya. Aku melepaskan semua pakaianku kecuali pakaian dalamku dengan sangat lambat. Sesekali kulirik dia, dia hanya melototi tubuhku dengan meneguk salivanya yang terasa sulit dan lengket dalam tenggorokannya.
Aku diam diam tertawa melihatnya, hingga pandanganku tertuju pada sesuatu dibawa sana. Oh tidak sepertinya sesuatu itu tidak beres, seperti meronta ronta meminta untuk keluar dari sarang nyamannya.
Segera kupakai pakaian pilihanku sebelum singa didepanku menjadi ganas dan menerkamku bahkan tidak memberiku ampun😁
'Hehehe rasaian, niatnya mau ngerjain eh malah dikerjain. Makanya jangan macam macam sama Gesya dong' batinku
Kulihat wajahnya memerah dan ada suara tertahan disana. Apakah dia terangsang? Cihh rasain hahaha.
__ADS_1