
Aku hanya tersenyum tipis kepada Raka, layaknya kelinci kecil sedang ketakutan ketika singa menatap tajam. Tapi aku tak menggubrisnya yang paling penting sekarang ini aku bisa menatap Rasya dengan dekat. Karna dari dulu tak pernah sedekat ini. Entah kenapa terasa ada kebahagian sendiri dan tak bisa diungkapkan ketika melihatnya, apa mungkin aku terlalu merindukannya?
Rasya "Sya, kamu besok ada acara gak?"
"Enggak sih kayaknya Sya, kenapa?
"Aku mau ngajak kamu makan malam"
"Sekarang sudah makan, kenapa harus besok lagi?" sahut Raka dengan sinis sehingga membuatku bingung
"Kamu kenapa, kamu lagi sakit ya?"
"Iya nih, Gesya aja gak keberatan kamu kok sewot" Rasya
"Besok kita ada acara!"
"Acara apa Ka? Kok aku gak tau?"
"Ada klien"
"Darimana?"
"Kamu niat kerja gak sih" bentak Raka
"Lo santai dikit dong sama cewek gak gentle banget jadi laki" Rasya menaikan nadanya
"Apa urusanmu? Dia bukan pacar lo kan?"
"Tapi lo kasar men sama Gesya, gue gak suka!"
"Lo itu ya datang darimana juga tiba tiba datang ngerusak mood gue. Kalaupun gue kasar dan bentak Gesya itu bukan urusan lo, ini urusan gue dengan dia. Lo gak perlu ikut campur masalah pribadi gue" Raka meninggalkan kami. Aku hanya bingung dengan apa yang dikatakan Raka dan mengejarnya tanpa pamit pada Rasya.
"Raka tunggu!"
Aku mencari Raka di luar cafe tidak ada di mobil juga. Seketika membuatku cemas karna Raka keluar dengan emosi aku takut dia bertindak yang berlebihan. Karna Raka paling gak suka memendam emosi pasti dia akan cari sesuatu untuk melampiaskan emosinya.
"Raka kamu dimana? Jangan membuatku cemas"
__ADS_1
Aku mencari Raka diseluruh penjuru cafe tapi tidak ada. Tak terasa air mataku mengalir, entah apa yang membuatnya mengalir aku tidak tahu.
Aku terus mengelilingi tempat yang dekat cafe tapi tak menemukan Raka. Ku merasa bersalah terlalu mengabaikannya saat ada Rasya disana. Tapi aku gak bermaksud untuk melukainya.
Aku berhenti ditaman dan melihat disekelilingnya, tak disangka aku melihat sosok orang yang membuatku mengabaikan Raka, dia bersama wanita. Ya dia adalah Lizzya Natali, mantan pacarnya. Aku melihat mereka bahagia dan tertawa bersama membuat hatiku sakit, 'ternyata dia balikan dengan mantannya, demi dia aku melupakan Raka tapi apa balasannya dia bermesraan dengan wanita lain, ternyata aku terlalu bodoh Sya mengharapkanmu' batinku
"Raka kamu dimana, maafin aku. Aku tau aku jahat karna mengabaikanmu maafkan aku" lirihku
"Sudahlah Sya kamu jangan nangis lagi" segera kudonggakan kepala dan melihat orang itu
"Raka?? Kamu kemana saja kamu tau aku mencarimu dari tadi. Maafkan aku Raka maafkan aku" isakanku tak bisa ku tahan ketika melihat Raka dan Rasya yang diujung sana dengan Izzy. Dia dengan cepat memelukku
"Sya kan aku udah bilang jangan nangis, maafin aku karna membuatmu khawatir. Aku hanya menenangkan emosiku tadi"
"Aku takut kamu kenapa napa Raka hiks hiks hiks aku...aku"
"Sudahlah ayo kita pulang saja ini sudah larut malam, aku takut kamu sakit nanti" Aku hanya mengangguk dan mengekorinya dari belakang.
Sampai dirumah aku terus kefikiran dengan Rasya. Kenapa dia gak bilang dari awal kalo udah punya pacar. Aku mencari buku diary dan menulis sesuatu disana
Dear diary
Kutaruh buku diary dan memutar lagu sesuai dengan perasaanku.
Ku ingin cinta hadir untuk selamanya
Bukan hanya lah untuk sementara
Menyapa dan hilang
Terbit tenggelam bagai pelangi
Yang indahnya hanya sesaat
Tuk ku lihat dia mewarnai hari
Tetaplah engkau disini
__ADS_1
Jangan datang lalu kau pergi
Jangan anggap hatikuJadi tempat persinggahanmu
Untuk cinta sesaat
Mengapa ku tak bisa jadi
Cinta yang tak akan pernah terganti
ku hanya menjadi cinta yang tak akan terjadi
Lalu mengapa kau masih disini
Memperpanjang harapan
Tetaplah engkau disini
Jangan datang lalu kau pergi
Jangan anggap hatikuJadi tempat persinggahanmu
Untuk cinta sesaat
Kau bagai kata yang terus melaju
Di luasnya ombak samudera biru
Namun sayangnya kau tak pilih aku
Jadi pelabuhanmu
Bila tak ingin disini
Jangan berlalu lalang lagi
Biarkanlah hatiku
__ADS_1
Mencari cinta sejatiWahai cintaku
Wahai cinta sesaat