Secret Of Love

Secret Of Love
Kesenangan


__ADS_3

"Hem hem hem, kacang mahal kacang mahal. Mau beli terserah gak beli juga berserah. Mahal mahal" ucap Rasya dengan meninggalkan kami.


Kekesalan Rasya membuat kami semua tertawa, dia terlihat sangat lucu. Membuatku ingin terus menggodanya, untung saja kak Randy mengerti maksudku tanpa kujelaskan.


Ini bisa membuktikan kalo Rasya memang menyayangiku. Walau dia nyebelin dan mesumnya minta ampun.


"Hahaha kamu Sya, suka banget ngerjain adek aku"


"Habisnya lucu dia kak, hahaha"


"Iya nak, biar tau rasa anak itu. Kamu tau enggak kenapa tante sama ibu kamu bis menjodohkan kalian berdua?"


"Enggak tan"


"Tante ceritain ya, dari kecil kami bersahabat dengan baik hingga mempunyai janji untuk menjodokan kalian. Kemarin saat Rasya mau dijodohin dia nolak mati matian sebelum tante memberitahu kalo dia jodohkan sama kamu, bahkan dia sempat mau kabur."


"Oh iya tan?"


"Iya, eh saat tau dijodohin sama kamu dia maksa banget mau segera nikah sama kamu"


"Hehehe mungkin udah sayang sama Gesya dari dulu tan" dengan percaya dirinya aku mengatakan itu.


"Kamu belum pernah masuk kamarnya Rasya ya?"


"Belum tan, kenapa?"


"Banyak banget foto kamu lo"


"Masak tan?"


"Iya sayang"

__ADS_1


Aku gak nyangka ternyata Rasya benar benar menyayangi hingga dikamarnya saja ada fotoku. Aku jadi penasaran apa dia juga memeluk fotoku yang saat tidur🙄


Yang benar saja, kalo sampai iya sumpah mesumnya kelewat batas. Ya gak papa sih nanti kalo udah nikah kan aku gak perlu minta jatah hehehe.


Aku merasa bosan dirumah ini, ada sedikit kecanggungan antara aku dan ibunya Rasya walau tante sudah menggangapku anak. Aku mau pulang kangen ibu dan adekku, kangen juga sama Raka.


Oh iya Raka kok gak ada kabar sama sekali ya, tumben banget😪Oh aku baru inget adeknya kan ada dirumah ya pasti saja aku dicuekin.


Udah lupa kayaknya dia sama aku. Eh Gesya, ngapain mikirin Raka, terserah dia mau apa dan ngapain kan kamu bukan apa apanya sekarang. Lagipula dia berhak memilih adek jalangnya itu.


Berasa pingin sekali kucabik cabik muka adeknya itu. Aku masih belum terima dengan kelakuannya yang dulu itu. Aku gak pernah puas kalo cuman cabik cabik, awas saja akan kubalas ya kamu Arine.


"Hmm ngapain ya aku sekarang🙄" aku mondar mandir


"Ahaa💡kak Randy kan punya gitar, pinjem aja deh"


Aku menuju kamar kak Randy, dipersimpangan aku melihat ada cewek sepertinya aku mengenalnya, dia menuju kamar kak Randy dan membuatku penasaran. Aku mengikutinya, ketika dia masuk kamar kak Randy aku mulai mendekatkan telingaku dipintu, untuk menguping.


Aku terus meletakkan telinggaku dipintu hingga suara desahan cewek itu terdengar dan membuatku merinding.


"Ahhh, mmm Ran plis faster ouch aku gak udah kuat" desahan cewek itu, hingga membuatku ingin menjahilinya. Hehehe siapa suruh siang siang berada dikamar dan mesum lagi.


Tok tok tok


"Permisi kak Randy, kakak ada didalam ya?"


"Emm Ahh Ges...ya ada ap...apa?" suaranya terbata bata


"Kak Gesya ada perlu, kakak lagi sibuk gak?"


"Emm bentar Sya ahh"

__ADS_1


Aku menahan tawaku, ini sangat lucu pasti mereka bingung mau ngelanjutin apa bertemu aku dulu hehehe rasain👿Jomblo mah bebas.


"Kak, masih lamakah?"


"Bentar bentar" ucapnya dan membuka pintu, aku bisa melihat diwajahnya ada kekesalan hanya saja disimpan rapi, kulihat lehernya ada bekas kissmark.


"Eh, kakak punya gitar ya?"


"Hmm ada"


"Pinjam kak" aku langsung masuk dan mengedarkan pandanganku, aku tidak melihat seorang perempuan tadi kemana dia? Hingga membuat mataku terfokus pada beda diatas kasur.


"Eh kak ini kan **? Buat apa kak? Hayo kakak mau ngapain?"


"Enggak itu cuman temen aku titip suruh beliin" wajahnya memerah seketika dan gelisah seperti maling sedang tertangkap basah.


"Hahaha santai aja kak, gausah tegang gitu"


"Hehehe iya Sya, hmm bentar. Ini gitarnya"


"Oke kak, makasih" aku segera keluar dari kamar kak Randy dan menahan tawaku saat ini agar tidak meledak begitu saja.


Diluar kamar kak Randy aku masih setia mengguping mereka.


"Sayang, siapa dia sepertinya aku mengenalnya?"


"Dia Gesya, calon adikku"


"Oh, sayang ayo lanjutin ahh aku sudah gak tahan. Sial banget tadi padahal hampir klimaks aku"


"Hehehe gak papa kita ulangi dari awal lagi"

__ADS_1


Aku hanya terkekeh geli mendengar ucapan mereka gila dan benar benar gila ini😂😂


__ADS_2