Secret Of Love

Secret Of Love
Episode: Kedatangan Dimas


__ADS_3

Jay yang baru pulang pun ikut bergabung dengan Gadis dan istrinya.


"dis kamu udah nyampe sini?!" tanya nya


"udah dari tadi paman, eh Gadis boleh panggil dengan mas aja ngga kaya manggil mba Laras. kalau panggil paman gaenak aja kayak ketuaan gitu" jujur Gadis


Jay dan Laras pun tertawa.


"pffft ! yaiya terserah kamu aja , kan emang aku udah tua hehehe" kata Jay


"sadar dia diss ternyata haha" ucap Laras


Gadis pun ikut tertawa


"Oh ya katanya kamu mau ajak temen kamu, emangnya ga jadi?!" tanya Jay lagi


"Jadi kok mas" jawab Gadis


"anaknya lagi dikamar Vino tu, istirahat kayaknya"imbuh Laras


"oh Vino udah pulang, yaudah mas mandi dulu ya" kata Jay kepada Laras


"iya sana" kata Laras


Seperti biasa setelah sholat Maghrib berjamaah, mereka semua lanjut makan bersama.


'rasanya nyaman banget seperti ini, hal yang ga pernah gue rasain selama ini !' gumam Alan dalam hati


Ya selama ini Alan tidak pernah makan bersama dengan kedua orangtuanya. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing.


Sampai saat ini dia yang hanya tinggal dengan maminya pun , jarang untuk makan bersama. Karena maminya sibuk mengurusi Restoran nya.


"makan dulu, ngelamunnya nanti" kata Vino menyadarkan Alan


Semua pun menoleh kearah Alan, tak terkecuali Gadis.


"makan itu dulu Lan, kalo lu pengen pecel besok-besok deh gue buatin sama mba Laras ya kan mba heheheh" celetuk Gadis


"apaan sih dis ! mau gue jitak pala lu" kata Alan


"ihhhh atuuuuttt" ejek Gadis


"udahhh... emang Alan suka pecel ya?!" tanya Laras


"suka sih mba, tapi gausah dengerin omongan Gadis deh mba" ucap Alan


Laras pun tersenyum "yaudah kita lanjut makan dulu" .


Mereka pun menyelesaikan makannya.


Setelah Sholat Isya mereka semua berkumpul duduk di ruang depan, berbincang-bincang sambil menunggu anak-anak yang lain datang.


Gadis duduk di sebelah Vino dan Laras.


Terlihat seseorang datang memarkirkan motornya.


"Bang dia siapa ? Gadis baru liat?" tanya Gadis kepada Vino

__ADS_1


"dia temen Abang, sering bantu ngelatih juga" jawab Vino


"kok waktu malem Minggu Ga ada bang?"tanya Gadis lagi


"waktu itu dia ada acara jadi gabisa kesini" kata Vino


"ohh gitu.." ucap Gadis


Seseorang itu pun masuk menyalami mereka satu persatu.


"loh ini siapa mba?!" tanya seseorang itu kepada Laras saat tangannya masih menjabat tangan Gadis


"namanya Gadis, dia baru mulai ikut latihan Sabtu kemarin" jelas Laras


"Oh..gitu , hai dis namaku Dimas" katanya


"iya bang saya Gadis hehe" ucap Gadis sambil melepaskan tangannya


"Oh iya, ini Alan dan Edo temen Gadis dim" kata Vino memperkenalkan


Dimas pun menyalami Edo dan Alan secara bergantian.


Lalu duduk disebelah Edo.


"Eh dis, sekarang kan udah ada temen kamu yang seumuran kenapa kamu gak ngajak si penguasa bumi ikut latihan juga?!" tanya Vino


"Penguasa Bumi????" ucap Edo, Alan dan Dimas secara bersamaan


"hehe, iya sih bang coba deh besok Gadis coba ngomong pas disekolah" kata Gadis


"siapa sih bang penguasa bumi?!" tanya Alan


"dia tu Yohan dim. Yohan itu temen Gadis satu sekolah lan, do sodara Abang juga ! ponakan nya mba Laras dan mas Jay tuh"jelas Vino


"lah kok bisa penguasa bumi ?"tanya Dimas kepo


"haha itu mah gara-gara Gadis iseng aja, nama belakangnya di cari artinya di google , alhasil munculah Penguasa Bumi hahahha" jelas Vino


Jay dan Laras yang sudah mengetahui pun hanya tertawa dari tadi, sedangkan Dimas dan yang lainnya tertawa setelah Vino menjelaskan.


"dasar lu dis ada-ada aja hahaha" ucap Alan


"trus kalo nama Abang apa dis artinya, nama Abang Dimas Wicaksono?hahahaha" ucap Dimas menyahuti


"apaan sih bang hehe" dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal


mereka semua pun kembali tertawa .


"Dim, Sabtu kemaren kemana?" tanya Jay


"Dimas ikut pengajian mas, Oh ya mas anak-anak mau gak ya kalau belajar ngaji?Dimas pengen ngajar kaya tahun kemarin kalau anak-anak mau" tanyaDimas


"Ide bagus itu dim, nanti coba kita tanyakan sama anak-anak" jawab Jay


"lu pernah ngaji ga lan?" tanya Gadis tiba-tiba pada Alan


"enak aja, nakal-nakal gini gue juga pernah ngaji lah, walaupun masih Iqro 1 hehe" kata Alan kemudian mengusap tengkuknya

__ADS_1


"Alamakkk, kapan terakhir lu ngaji?"tanya Gadis


"waktu SD dis hehehe" jawab Alan lirih


"emang kalo kamu sampe apa dis?"tanya Vino


"hehehe Gadis masih mending bang, Gadis udah Iqro 5 " sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


"CK,, sama aja lu !" celetuk Alan


"kalau Edo?" tanya Vino lagi


"aku udah Qur'an sih bang tapi belum pernah khatam" jawab Edo jujur


"wiiiihhhh, gue kalah do sama elu hebat lu huhu jadi malu gue !" kata Gadis


"kalau gitu gimana kalau kalian mulai belajar ngaji lagi sama Abang , Gratis deh ! " ucap Dimas


"boleh bang, kapan?" tanya Edo semangat


"nanti waktunya Abang fikirin dulu deh" jawab Dimas


"Gadis juga mau kalo gitu bang hehe"


"Alan gimana?"tanya Dimas


"Gue pikir-pikir dulu bang soalnya rumah gue kan jauh bang, minta no Abang dulu aja nanti Alan kabarin" ucap Alan


Dimas pun hanya mengangguk.


Sejak tahun lalu Dimas memang sudah mengajar ngaji anak-anak yang ikut latihan di rumah Jay.


Tidak dirumah Jay saja, dilingkungan tempat tinggalnya ia juga mengajar ngaji.


Hal itu menurun dari ayahnya, dulu ayahnya juga seorang guru ngaji tanpa bayaran. Ayahnya selalu mengajarkan kebaikan.


Namun setelah ayahnya berpulang Dimas yang melanjutkan menjadi pengajar ngaji.


Dulu dia sering ikut ayahnya menghadiri acara-acara pengajian, bimbingan ngaji dll.


Ibunya pun mendukung apa yang dilakukan Dimas sampai sekarang.


Ki



Visual Dimas Wicaksono


...*********...


...Kira-kira siapa aja ya yang bakal jadi sahabat Gadis itu???...


...yuk nantikan kelanjutan nya,,...


...tapi jangan lupa dukung author terus yaa ?...


...kasih bunga dung biar semangatt hehe๐ŸŒผ...

__ADS_1


...Trimakasihh ๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2