Secret Of Love

Secret Of Love
Lingkaran Rindu


__ADS_3

Aku merasakan kehangatan dan nyaman, ku buka mataku perlahan aku melihat tangan kekar melingkar dipinggang. Seketika aku terkejut dan berbalik tak disangka aku mencium Raka. 'Aduh, bodoh sekali kau Sya, untung Raka gak bangun' ucapnya dalam hati dan merasakan pipinya memanas.


Kemudian aku turun ranjang dengan pelan agar Raka tidak terbangun. Dan keluar dari kamar pribadinya, tak disangka aku ketemu dengan Bu Layla.


Layla "Ngapain kamu ada disini anak baru"


Aku "Emm itu Bu tadi saya disuruh Pak Raka kemari untuk membicarakan" belum selesai bicara Bu Layla langsung memotong


Layla "Tak usah banyak bicara keluar kau dari sini golongan miskin sepertimu tak pantas bersanding dengan Raka"


Aku berlari menahan isakanku, hatiku hancur saat si nyai rongeng mengolokku miskin. Entah kenapa status seseorang sekarang ini malah jadi prioritas untuk menilai.


Aku berhenti di taman aku melihat ibu anak dan ayah, mereka becanda dan tertawa bersama membuatku rindu pada ibu dan adikku. Dari dulu aku sangat berharap mempunyai keluarga yang lengkap tapi itu hanyalah hayalan semata.


"Gesya?" ucap seorang laki laki


"Iya?" aku mendongak kepadanya. Aku merasa jantungku berdebar kencang ketika melihatnya


"Faizahh?"


"Hmmm iya, aku minta maaf karna dulu pernah berkata kasar padamu"


"Santai aja Zah, aku juga salah waktu itu aku juga minta maaf sudah merusak hubunganmu dengan Rasya. Oh iya kenapa kmu bisa disini?"


"Aku mau bertemu dengan Raka"


"Raka?" ucapku dengan mengernyitkan kening

__ADS_1


"Iya, dia pacar aku sekarang bukan sih aku salah satu kekasih gelapnya" ucapnya dengan bangga


"Kenapa kamu mau Zah?"


"Karna aku sayang sama dia, kamu gak usah khawatir semuanya baik baik saja dan ingat jangan ikut campur dengan kehiduanku lagi" dengan langkah menjauh dariku


Ada apa ini kenapa kehidupan ini berubah dratis dimana Faizah yang aku kenal dulu bagaimana bisa dia sangat tak berperasaan.


Dikantor


Anisa "Darimana kamu Sya"


"Cari angin saja, kenapa?"


"Enggak tapi Bu Layla nyariin kamu"


"Ih nyai rongeng lagi ngapain cari aku".


"Siapa nyai rongeng" ucap dingin Bu Layla


'Mati aku kenapa ada si nyai' batinku


Aku "Itu si Candy Bu, dia kan suka crocos terus"


"Okelah, kau anak baru dipanggil Raka"


"Baik Bu, saya akan keruangannya" melenggang pergi

__ADS_1


Tok tok tok


"Masuk"


Aku "Pak Raka panggil saya, ada apa?"


"Aku merindukanmu sayang apalagi desahanmu" dengan perlahan mendekatiku


"Pak ini dikantor"


"Kenapa? Kemarin juga dikantor"


Wajahku memanas dan malu mendapat perkataab vulgar dari Raka. Jantungku? Jangan ditanya disana dia lagi maraton dengan kecepatan 80km/jam jika bisa dihitung. Membuatku takut nanti akan jatuh ketika aku tidak seimbang.


"Jaga bicaramu Raka, kemarin itu hanya kesalahan" bentakku


"Tapi kamu menikmati lo sayang, gimana masaka kesalahan"


Pasti setiap kali bicara dengannya aku selalu kalah.


"Mau kamu apa sekarang?"


"Puasin aku!" dia menyeringai membuatku takut


Aku berusaha kabur darinya tapi dengan sigap dia menggapaiku dan membawa ku ruang pribadi. Aku meronta dan berusaha melepaskan diri dengan menendang, menggingitnya tapi kekekarannya sulit untuk ditembus.


"Raka pliss jauhi aku, kamu udah punya istri, Bu Layla dan Izah. Masih kurang apa jangan siksa dengan ini semua. Aku gak mau orang orang yang aku sayangi terluka. Aku akan takut menghadapi semua itu cukup dimasa lalu aku melakukan semua itu. Hubungan kita sudah berakhir 2 tahun lalu, disaat kamu belum menikah. Meski dulu kamu pernah menyakiti aku, menduakanku aku selalu memaafkanmu karna dulu aku sangat mencintaimu dan terlalu bodoh mempertahankanmu. Kini hidup kita sudah berbeda biarkan aku bahagia dengan caraku dan kamu berbahagia dengan jalanmu sendiri. Ini semua pilihanmu dimana dulu meninggalkan disaat aku benar benar mencintaimu , kehilanganmu seperti kehilangan nyawaku sendiri waktu. Dengan seiringnya waktu aku bisa melupakan meski itu membutuhkan waktu yang sangat lama dan kamu tau menyembuhkan rasa sakit hatiku tak segampang kamu membalikan tangan. Aku butuh ruang dan waktu sendiri untuk menyembuhkan itu. Aku rasa kita memang tidak berjodoh tapi aku selalu merindukanmu. Merindukan kenangan, kisah dan mimpi kita dulu. Dimana kamu dan aku akan menikah tapi Tuhan memberkatiku untuk pergi darimu, pergi dari seseorang yang selalu menyakitiku. Biar aku saja yang merasakan ini jangan sakiti yang lain Raka" tangisanku mulai pecah dimana aku mengingat masaku dengannya dulu betapa indahnya tapi itu semua kini hanya kenangan.

__ADS_1


"Terima kasih karna pernah mencintaiku Raka" bisikku dan dia melepaskan pelukannya kulihat dia juga menangis tanpa berkata apa apa lagi aku meninggalkannya.


'Sebesar apapun cintamu takkan bisa terbalaskan lagi karna keadaannya sudah berbeda, maka hargailah aku disaat aku sangat mencintaimu Raka Handika takkan pernah kulupakan kenangan indah kita, karna darimu aku mengerti akan artinya cinta yang sesungguhnya'


__ADS_2