
Alan meminta kepada suster agar segera dipindahkan ke ruang rawat, ia tidak nyaman berada di ruang IGD bersama pasien lainnya. Karena Alan cerewet sekali akhirnya ia dipindahkan ke ruang rawat VIP, tentu saja setelah diperiksa dan kondisi nya semakin membaik.
Suster heran, kenapa bisa Alan sadar secepat ini padahal luka di kepalanya lumayan parah.
ketiga sahabatnya dan Yohan senantiasa mendampingi nya.
"Yang boleh menemani di dalam hanya satu orang ya, supaya pasien bisa beristirahat dan cepat kembali pulih"
"Baik sus, tapi kami boleh menemuinya sebentar kan sus"
"Silahkan tapi jangan lama-lama ya, saya pamit dulu terimakasih atas pengertiannya, permisi"
"Baik sus, terimakasih" ucap Gadis
Mereka berempat kemudian masuk menemui Alan
"Bang, lu udah ngabarin nyokap gue belum?" tanya Alan kepada Vino
"Belum, tapi sempet nelfon dan gue bilang aja lu ada sama gue"
"Syukur deh bang, jadi mami ga terlalu khawatir sama keadaan gue"
"Tapi tetep besok pagi gue bakal kabarin"
"Iya bang, thenk's"
"Yang kasihan ayah lu dis sama ibu Yohan, mereka begitu khawatir, sempet lapor polisi juga tadi"
"Hah? beneran bang? trus gimana ayah"
__ADS_1
"Iya, tapi polisi masih belum bisa Nerima laporan nya karena belum ada 24jam kalian hilang" jelas Vino
"Ayah lu masih dirumah mas Jay dis" ucap Dimas memberitahu
"Haduh, kasiannya ayah apa Gadis pulang dulu ya bang?" kata Gadis yang terlihat risau
"Tapi ini hampir pagi dis, besok aja sekalian napa" Alan ikut menyahut
"Iya sih tapi gue kasihan ayah pasti bingung banget, gue gabisa bayangin kalo ibu lu tau muka lu kaya gini penguasa bumi, haduh bisa syok"
"Bener banget kata lu dis, gimana ya caranya biar ga keliatan biru banget"
Dimas yang akan memberikan saran pun memotong kalimatnya ketika melihat tubuh Gadis akan ambruk,
"Gimana kalo.....Vin....Vin....."
Seketika Vino yang ada disamping Gadis pun segera menangkapnya, Gadis tiba-tiba tak sadarkan diri,
Semuanya pun panik, Alan segera menekan tombol agar suster segera datang.
Dan saat ini Gadis sudah berada diruang IGD, kondisinya lemah karena kurang istirahat.
.
.
Matahari sudah memancarkan sinarnya, Gadis mulai tersadar dan menatap sekeliling. Ia mengerjapkan matanya perlahan,
"kok gue ada disini?"gumamnya
__ADS_1
"Anak ayah sudah bangun? syukurlah nak"ucap Pak Hendra yang muncul membawa sebungkus kresek
"Ayah, kapan ayah tiba disini?!"
"Subuh tadi, nak Dimas yang jemput ayah, uah sekarang kamu sarapan dulu ya ayah sudah beli bubur nih, ayah suapin"
"Baik ayah, trus sekarang bang Dimas mana yah?" tanya Gadis disela ia mengunyah
"Nak Dimas tadi jemput ayah dirumah nak Jay, kalo nak Vino tadi jemput Yohan kesini trus mau kerumah Alan katanya"
"Ohh.. Eh yah gimana reaksi ibunya Yohan?"
"Ya pertama seneng liat anaknya akhirnya pulang, tapi trus nangis liat Yohan yang mukanya banyak lebam"
"Udah makan dulu dis, nanti kamu cerita deh"
"Iya yah, eh yah biasanya kan dapat makanan dari rumah sakit, kok ayah beli sih?"
"kelamaan, takut kamu kelaparan kan kamu gabisa nahan laper biasanya"
"Hehe, ayah tau aja deh"
...********...
...Jangan lupa berikan like setelah membaca yaa ๐...
...dan jangan lupa tinggalkan jejak,...
...terimakasih Readers๐๐...
__ADS_1
...Happy reading ...