
Gadis terlihat berfikir,
"Baiklah, silahkan aja lu bunuh kita bertiga , tapi gue pastiin bokap lu gabakalan bisa nyogok polisi lagi karena ada 3 nyawa sekaligus yang lu bunuh kali ini !" ucap Gadis akhirnya
'Hmm,, beneran ga ada takut-takut nya ni cewek! tapi ada benernya juga perkataan dia'
"Baiklah, gue bunuh aja temen lu yang udah luka parah ini"
'Bener kata Alan dia emang psycho'
Sebenarnya Gadis hanya mengancam Rio saja, ia tidak rela jika Yohan ataupun Alan dibunuh oleh Rio.
Tiba-tiba satpam dirumahnya masuk kedalam ruangan,
"Den, Tuan menelefon" katanya sambil menyerahkan ponsel
Satpam tersebut sebenarnya iba melihat Gadis dan 2 temannya, namun ia tidak bisa membantu karena takut dengan Rio, akhirnya satpam tersebut hanya menundukkan pandangannya.
Papa Rio menelfon, menanyakan kabar dan memberi nasihat agar Rio tidak berulah lagi.
Ya, papanya adalah seorang pengusaha yang sukses dan cukup terkenal, dia jarang ada di dalam negeri karena mengurus bisnisnya yang lebih maju di negara lain. Rio juga sangat terpukul saat Papanya menikah lagi setelah mamanya meninggal.
itulah sebabnya mengapa ia berubah drastis menjadi tak terkontrol, semua dilakukan Rio semata-mata hanya untuk menarik perhatian papanya karena setelah menikah, papa nya lebih terlihat menyayangi saudari tirinya.
"kamu itu anak laki-laki Rio harus kuat dan harus bisa mandiri, berbeda dengan saudari mu ini yang membutuhkan perlindungan papa, dan kamu juga harus ikut menjaganya"
ucapan papa nya yang selalu terngiang-ngiang di benaknya, membuat Rio merasa sendiri di dunia ini.
"Papa gausah sok peduli sama Rio, papa urusin aja anak kesayangan papa"
Rio pun mematikan telefon secara sepihak, kemudian ia kembali menghampiri Gadis yang masih terikat.
"Aku ada tawaran buat lu"
"Apa?"
__ADS_1
"Gue bakal bebasin lu bertiga tapi lu harus janji jauhin Tania dan jangan pernah lu ikut campur urusan gue lagi"
"tapi gue gabisa, Tania cuma punya gue"
"Baiklah kalo begitu, cepat kalian hajar ni anak sampe mampus !" perintah Rio kepada anak buahnya
Saat ketiganya mengangkat tubuh Alan dan akan memukul, segera Gadis berteriak,
"Oke gue bakal turutin omongan lu, gue bakalan jauhin Tania"
Seketika Rio pun menyeringai,
"Bagus ! gitu dong dari tadi nurut sama gue"
"Tapi gue minta satu hal lu jangan pernah mukulin Tania lagi"
"Bisa gue atur, dan satu lagi, kalo lu sampe melanggar janji nyawa bokap lu yang jadi taruhannya"
"Dasar psycho' lu !"bentak Gadis
setelah berkata seperti itu Rio dan ketiga temannya keluar meninggalkan ruangan, tak lama terdengar beberapa motor keluar dari rumah tersebut.
"Dasar gila ! main pergi aja ga bebasin gue dulu, ini lagi si penguasa bumi kenapa ga sadar-sadar sih"gerutu Gadis yang panik ketika melihat Alan sudah terkulai lemas
"mereka udah beneran pergi kan?!"ucap Yohan tiba-tiba
"lu udah sadar penguasa bumi, syukurlah"
"Gue udah sadar dari tadi, cuma kepala gue pusing banget dan gue juga takut, jadi gue pura-pura pingsan aja"
"Hah, dasar lu ! yaudah kita cari cara supaya bisa bebas, kasian tuh Alan terluka parah kayaknya" ucap Gadis panik
Gadis berusaha mengambil cutter yang ada di saku celananya dengan susah payah, ia selalu membawa benda tersebut untuk berjaga-jaga jika ada yang berniat buruk terhadap nya.
"lu madep sini Han cepet"
__ADS_1
"apaan tuh, aduh kalo kena tangan gimana dis"
"hish, udah cepetan mau bebas gak?"
Yohan pun membalikkan badannya yang masih menempel dengan kursi, Gadis pun mencoba memotong tali yang mengikat Yohan.
"Hati-hati dis entar kena tangan gue lagi"
"ish, bawel banget sih lu kaya cewe"
Gadis berhasil memotong tali tersebut, dan sekarang gantian Yohan yang melepas ikatan Gadis.
segera ia menghampiri Alan,
"Astaghfirullah lan, bangun lan" gadis menepuk nepuk pipi Alan yang sudah berlumuran darah itu.
Gadis dan Yohan pun segera memapah Alan keluar dari ruangan, dan terlihat satpam tadi mendekat dan membantunya memapah.
"Mba, maafin saya tadi tidak berani bantu, karena saya hanya bekerja disini mba saya harus ikuti perintah den Rio"
"Iya pak saya paham kok"
"yasudah sebagai permintaan maaf saya, saya antar kalian kerumah sakit"
"Boleh pak, terimakasih yaa"
...****************...
...Jangan bosan-bosan memberi kritik dan saran ya ...
...Maaf akhir-akhir ini Othor telat update 🙏...
...Jangan lupa berikan like setelah membaca yaa 💕...
...Terimakasih 😍...
__ADS_1