Secret Of Love

Secret Of Love
Penyesalan


__ADS_3

Ketika aku mengingat semua ini rasanya aku ingin berteriak sekencang kecangnya, hubungan persahabatanku rusak karna kecerobohan dan keegoisanku. Aku kangen dengan masa masaku dengan mereka, entah kenapa penyesalan selalu diakhir belum sempat aku memperbaikinya.


'Semangat Sya kamu harus tetep semangat ingat semua pasti bisa dilalui' ucapku


Aku berangkat bekerja, walau sebenarnya aku takut untuk memulainya karna ini pengalaman pertamaku. Hari semakin gelap dan tak terasa sudah waktunya pulang. Sampai dirumah aku cek sosmed ku dan ternyata ada mesengger dari Rasya. Berasa dapat uang 1 miliyar aku berbunga bunga dan senyum senyum sendiri


Rasya "Sya?"


Aku "iya" jawabku cuek agar tak terkesan senang mendapat messenger darinya


"Dimana sekarang? Kerja ta?"


"Iya, di kota S"


"Kerja diapa?


"Konter"


"Minta wa nya buat nambah temen, Boleh?"


"Iya, 082XXXXXXXXX"


"Makasih"


Satu bulan berlalu, aku dengan Rasya menjadi dekat walau aku cuek padanya tapi gak bisa aku pungkiri aku masih mencintainya dan makin mencintainya. Hari ini aku keluar dari pekerjaanku dan mencari kerja yang lebih layak di kota S. Aku melamar di perusahaan Andiva Group.


Manager "Selamat bergabung ya mbak Gesya"


Aku "Terimakasih pak Jordan"


Aku bekerja sebagai sekretaris tapi aku belum pernah bertemu dengan bos PT. Andiva Group katanya sih dia tampan, dingin, playboy dan suka memandang tajam para karyawannya. Jadi ngeri deh aku😨


Pak Jordan membawaku ke ruang kerja dn memperkenalkanku pada semua karyawan.


Anisa "Kenalin aku Anisa"


Aku "Gesya"


Anisa "Tau gak kalo bos kita itu super dingin dia menantu dari keluarga Andiva, selain itu dia playboy lo padahal istinya cantik tapi entah kenapa bos tampan kita suka selingkuh? Kurang puas mungkin ya?"


Aku "Wtf kamu Anisa, masak karna kurang puas mungkin karna memang dia mata keranjang saja"


Layla "Jangan suka bergosip, cepat kerjakan tugas kalian. Kalian di gaji disini buat kerja bukan gosip."


Anisa "Baik bu Layla"

__ADS_1


Layla "Kamu anak baru, masih anak baru gaya sekali gosip dipecat rasain."


Aku "Maaf bu"


Bu Layla meninggalkan ruangan, dengan kedatangan Bu Layla membuat keadaan ruangan menengang.


Anisa "Cerewet sekali dia, padahal dia naik jabatan karna kekasih gelap bos"


Niken "Anisa sudah jangan gosip nanti dimarahi lagi lo sama Bu Layla"


Aku "Iya Sa, biarin saja"


Wakti berlalu dan jam istirahat tiba


Layla "Anak baru kamu dipanggil bos"


Aku "Saya bu?"


Layla "Siapa lagi, masak tikus dalam gudang!"


Aku "Baik bu"


OMG!! Pingin rasanya ku gampar mulut Bu Layla ini kata katanya itu lo menusuk banget masak aku disamain sama tikus. Sabar Sya kamu harus sabar.


"Iya, saya ada perlu sama kamu" Suara dinginnya dan menurutku sangat familiar , kemudian aku mendongakkan kepalaku


"Raka?" ucapku dengan terkejut


"Iya, ini aku sayang. Kita sudah lama gak bertemu ya kau makin cantik saja" ucapnya dengan senyum seringai


"Ada apa?"


"Kau sangat cantik dengan nada judesmu itu dan selalu membuatku tertarik"


"Wtf. Raka cepat kamu bilang ada apa aku gak punya waktu buat ngurusin kamu yang sudah punya istri."


"Meskipun aku punya istri tapi aku masih bisa memuaskanmu" senyum liciknya keluar dan membuatku merinding


"Jangan macam macam kau Raka aku gak mau berhubungan istri sialanmu itu" ucapku dengan nada sedikit naik dan dia mulai mendekatiku hingga aku terpojok.


"Aku bisa melakukan apa saja yang aku mau, termasuk menggaulimu Gesya" bisiknya ditelingaku membuat bulu kudukku berdiri


"Menjauh dariku, atau....." belum sempat selesai bicara Raka menciumku dengan lembut hingga membuatku terbuai. Dia menggingit bibir bawahku agar aku membuka mulutku dan itu berhasil. Lidahnya menerobos masuk kedalam dan menari nari dengan lidahku. Tangannya tak tinggal diam, tangan kirinya memegang pinggangku dan tangan kanannya *** buah dadaku. Hingga membuatku melengguh nikmat tanpa aku sadari aku membalas ciumannya dan melingkarkan tanganku pada lehernya. Entah setan apa yang merasukiku hingga berani melakukannya dengan suami orang.


Aku mendesah setiap mendapat sentuhan dari Raka hingga aku merasakan ada sesuatu yang menonjol dibawah sana.

__ADS_1


"Kau membuatku bergairah sayang" ucap raka kemudian tangan Raka menyentuh bagian bawahku dari luar dan itu membuatku sadar.


"Ahh jangan Raka"


"Aku sudah sangat tegang sayang biarkan aku merasakanmu dan aku akan melakukannya dengan pelan"


"Jangan Raka kau sudah punya istri"


"Tapi aku rasa kamu menikmatinya sayang" perlahan tangan Raka menelusup dalam rokku


"Rasanya kau sudah basah sayang" lanjutnya dan menyingkirkan pakaian dalamku kesebelah dan satu jari masuk dalam bagian bawahku membuat menggelijang dan merasakan sakit.


"Ahhh Ahh Raka" desahku


"Teruskan sayang aku suka desahanmu" dia mulai membuka bajuku dan mengeluarkan buah dadaku keluar dan menghisapnya.


"Ahh Raka berhenti" racauku


Bukannya berhenti Raka malah menambah satu jari lagi dan mempercepat gerakan maju mundur nya.


"Ahh Raka jangan Ahh"


"Keluarkan saja sayang akan nikmat nantinya"


"Ahhh Ahh Ahh" desahku menandakan klimaks dan membuatku lemas


"Raka aku gak mau begini, lepaskan aku" pintaku


"Tapi aku rasa kamu sangat menikmati"


"Dengar Raka kau sudah punya istri"


"Aku tak peduli karna aku menyukaimu dan tubuhmu" ucap Raka mulai menciumku dan mengarah tanganku pada juniornya


"Liat dia sudah siap bertempur"


"Gila kamu Raka" ucapku dengan membenarkan bajuku tapi Raka membuka lebar pahaku dan menggunting pakain dalamku.


"Apa yang kau lakukan Raka" Tanpa menjawab Raka memasukan kembali dua jari dan mengocoknya dengan cepat hingga aku merasakan nikmat yang luar biasa


"Raka Ahh jangan ahh berhenti Raka, ahh nanti ada yang datang" Raka tak mendengarkan celotehanku dia malah lebih cepat mengocoknya hingga membuatku benar benar tak berdaya.


"Raka jangan membuatku menyesal lagi dan merasa bersalah" isakku


"Sayang aku akan membahagiaknmu" Raka memelukku dan membuatku nyaman hingga aku tertidur dipelukannya

__ADS_1


__ADS_2