
"Gila kamu Sya, brengsek" aku meninggalkan Rasya dan bergegas pulang
Sampai dirumah aku langsung masuk kamar dan menangis. 'Kenapa kedua kalinya aku bisa melakukan hal bodoh seperti, apalagi aku tidak berbuat apa apa, kenapa sangat bodoh aku kenapa?' aku merutuki diriku sendiri.
Aku tidak menyangka Rasya yang dulu aku kagumi, idolakan ternyata dia sangat licik, bisa melakukan itu padaku. Gila kamu gila Sya, aku pastikan membencimu.
Aku menangis dalam semalam hingga ketiduran. Paginya ibuku berniat membangunkan tapi dia kaget dengan kondisiku seperti sekarang.
"Ya Tuhan sayang, kamu kenapa? Eh mata kamu kenapa bisa bengkak begini? Kamu tau kan sekarang keluarga kita ada pertemuan dengan calonmu. Oh sayangku kamu menangisi siapa?"
"Bu hiks hiks hiks"
"Stop sayangku jangan nangis, nanti malah bengkak matamu. Ibu carikan es dulu buat kompres ya, kamu tunggu disini saja"
"Pevita, jaga kakakmu"
"Adik udah pulang ya bu?"
"Kau ini, kemarin terlalu sibuk sampai melupakan adiknya kalo hari ini libur sekolah" dengan langkah meninggalkanku
Tidak lama Pevita datang dia juga terkejut dengan keadaanku.
"Astaga kakak? Jangan bilang semalaman menangis? Karna apa cinta? Jangan bodohlah kau ini kak!" celotehnya
"Hey kakaknya sebenarnya kamu atau aku sih" aku berdecak pinggang
"Hehehe habisnya kakak cuman menang cuek aja, kalo cerewet masih kurang."
__ADS_1
"Sudahlah, bantu kakakmu siap siap. Dandani dia biar jodohnya tidak takut ketika melihat wajahnya itu" sindir ibu
"Ibu! Suka sekali mengatai anaknya"
"Hahaha emang kamu pantas kak"
"Pada bully ni okelah" aku mengeruncutkan bibirku dan adikku dengan lincah menciumku. Aku membulatkan mataku dan teringat pada hal semalam yang terjadi. Dan itu mampu membuat pipiku memerah.
"Eh pipi kakak kenapa merah?"
"Kau ini ya" aku mencubit lengannya
"Ah sakit kak"
"Sudah, jangan mengeluh dandani aku yang cantik. Aku penasaran seberapa hebat calonku nanti"
"OMG adikku kau dapat fikiran darimana itu?"
"Itu sudah wajar kak"
"Wajar dari mana"
"Sudahlah kak, sini aku dandani"
Satu jam aku selesai berhias dan memakai gaun putih dengan lengan panjang.
__ADS_1
Aku melihat diriku dicermin dan itu membuatku kaget, betapa cantiknya diriku dengan riasan sederhana ini😂
Waw betapa beruntungnya orang yang mendapatkanku hahahaha bahagia sekali kau rupanya Gesya.
"Sayang kamu sudah siap belum?" ketika melihatku, aku merasa ibukku kaget dengan penampilanku saat ini
"Oh sayangku, benarkah ini kamu? Sayangku kamu terlihat cantik dengan gaun sederhana ini, aku bangga menjadi ibumu" lanjutnya
"Ya dong, kan aku cantik. Gak jelek seperti ibu bilang" aku memeluknya
"Sampai kapan kalian berpelukam seperti itu, apakah ibu membiarkan tamu dibawah sana menunggu lama karna kekaguman ibu pada kakak" celoteh adikku lagi
"Ya ampun sayang, kenapa adikmu sangat cerewet sekali"
"Ibu kan yang melahirkan hahahaha" kmi tertawa bersama
Ibu menuntun keluar dari kamar menuju ruang tamu, kulihat disana ada orang tua calonku tapi yang aneh dimana calonku? Kenapa gak ada? Atau jangan jangan dia udah kabur duluan sebelum bertemu denganku. Oh sial! Bikin malu saja!
Aku menyalami kedua orang tua tersebut dan duduk disebelah ibuku.
"Mana calon menantuku mbak?" tanya ibuku
"Tenang mbak, ada yang ketinggalan di sepeda motornya makanya dia kedepan sebentar"
"Oh gitu, aku fikir dia kabur hahahaha" diiringi dengan tawa bersama
"Tidak mungkin mbak, lihatlah anakmu cantik seperti ibunya. Mana mungkin anakku lari begitu saja, meski lari dia nanti akan menyesal"
__ADS_1
"Iya dong mbak, anaknya siapa gitu lo"