Secret Of Love

Secret Of Love
Kehancuran keluarga Andiva


__ADS_3

Tidak perlu menunggu lama, video percakapan keluarga Andiva dan Handika tersebar dan netizen memenuhi komentar pedas untuk keluarga licik tersebut.


'Tidak habis fikir keluarga Andiva sangat licik dan menjijikan aku pasti malu menjadi salah satu kelurganya'


'Iya, apalagi anaknya tidak tau malu. Memaksa Pak Raka untuk menikahinya pantas saja tak pernah dipandang dan sering diselingkuhi, hahahaha'


'Ku doakan semoga keluarga licik itu bangkrut, agar tak menindas kalangan miskin'


'Hahaha pantas saja sombong anaknya karna terlalu dimanja'


'Keluarga menjijikan'


Pak Andiva melihat komentar tersebut terkejut, aku hanya menyungging senyuman kemenangan.


"Gimana pak, masih sombong?" tanyaku


"Kau..." belum selesai bicara, hp Pak Andiva bergetar


"Iya pak"


"......"


"Apa?" Pak Andiva terkejut hingga membuat semua orang penasaran akan hal itu


"Kenapa yah, ada apa?" istrinya Pak Andiva


"Ayah tidak percaya semua ini bu, rekan bisnis ayah membatalkan semua projek kita! Tidak bu, ayah tidak mau miskin"


"Ayah, aku tidak mau hidup miskin" sahut Rike, selang beberapa waktu ayahnya Rike pingsan


"Ayah, ayah jangan tinggalkan Rike"


"Bawa dia kerumah sakit" sahutku


"Kau, ini semua karna kau" Rike


"Buta ya, ini semua kalian yang memulai"


"Sudah Rike, bawa ayahmu kerumah sakit" sahut Pak Handika dengan dingin.


Pak Andiva dibawa kerumah sakit oleh keluarganya, sedangkan aku masih berada dirumah Raka.


"Bu, Raka kemana?"


"Dia mengurungkan diri dikamar nak, bantu dia, ibu mohon"


"Ibu janganlah memohon begitu aku tak enak, baiklah aku akan kekamar Raka"

__ADS_1


"Terimakasih nak" ayahnya Raka


Aku meninggalkan mereka, kulangkahkan kakiku menuju kamar Raka. Ku ketuk pintunya tapi tak ada balasan hingga membuatku membuka pintu kamarnya. Kulihat Raka berbaring diranjang, dia dalam keadaan lemah dan matanya bengkak karna menangis.


"Raka" aku memeluknya dari belakang, aku merasa sakit ketika melihat Raka seperti ini.


"Gesya, apa kamu Gesya aku tidak mimpi kan?"


"Tidak Raka ini aku Gesya" dengan cepat dia memelukku


"Gesya, jangan tinggalkan aku, aku takut"


"Jangan takut aku disini" entah setan apa yang merasukiku hingga membuatku berani menciumnya. Dia membalas ciumanku dengan sedikit tersenyum.


"Raka kenapa kamu seperti ini?"


"Aku gak mau rujuk sama Rike, kalo nanti aku tidak bisa menjadi pasanganmu setidaknya aku bisa mencari orang lain tidak dengan Rike"


"Kamu tenang saja keluarga Rike, tidak akan memaksamu untuk rujuk dengan Rike"


"Bagaimana kamu bisa tau?"


"Iya dong aku gitu lo, hehehe keluarganya sudah bangkrut"


"Bagaimana bisa?"


"Gak sempet Sya, difikiranku hanya ada kamu"


"Gombal deh, oh ya Ka, kamu punya gitar?"


"Ada kenapa?'


"Mau hibur kamu, aku mau duet sama kamu" ucapku dengan manja


"Kamu ini udah besar masih aja manja, bentar aku ambil dulu ya, mau lagu apa?" dia mengelus rambutku


"Yang romantis hehehe"


"Gimana kalo Cinta Luar Biasa"


"Terserah"


Raka mengambil gitarnya didalam lemari dan mulai memainkannya.


Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir


Rasa hati ini inginkan dirimu

__ADS_1


Hati tenang mendengar suara indah menyapa


Geloranya hati ini tak ku sangka


Rasa ini tak tertahanHati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


Hari hari berganti kini cinta pun hadir


Melihatmu memandangmu bagaikan bidadari


Lentik indah matamu manis senyum bibirmu


Hitam panjang rambutmu anggun terikat


Rasa ini tak tertahan


Hati ini slalu untukmu


Terimalah lagu ini dari orang biasa


Tapi cintaku padamu luar biasa


Aku tak punya bunga aku tak punya harta


Yang kupunya hanyalah hati yang setia


Tulus padamu


"Sya, ini laguku untukmu. Meski nanti kita tidak bersama ketahuilah, aku merasa beruntung pernah memilikimu. Maafkan aku yang kurang sopan waktu dikantor ya"


"Iya aku memaafkanmu Ka" ku kecup pipinya, entah ketika melihatnya begini aku merasa sedih dan sering lepas kendali.


"Kamu selalu tersimpan disini (kutunjuk dadaku) walau sebagai saudaraku"


"Terimakasih untuk kesekian kalinya Sya"


"Tidak ada kata Terimakasih dalam cinta, persahabatan dan persaudaraan Ka"

__ADS_1


__ADS_2