
Tidak perlu menunggu lama, video percakapan keluarga Andiva dan Handika tersebar dan netizen memenuhi komentar pedas untuk keluarga licik tersebut.
'Tidak habis fikir keluarga Andiva sangat licik dan menjijikan aku pasti malu menjadi salah satu kelurganya'
'Iya, apalagi anaknya tidak tau malu. Memaksa Pak Raka untuk menikahinya pantas saja tak pernah dipandang dan sering diselingkuhi, hahahaha'
'Ku doakan semoga keluarga licik itu bangkrut, agar tak menindas kalangan miskin'
'Hahaha pantas saja sombong anaknya karna terlalu dimanja'
'Keluarga menjijikan'
Pak Andiva melihat komentar tersebut terkejut, aku hanya menyungging senyuman kemenangan.
"Gimana pak, masih sombong?" tanyaku
"Kau..." belum selesai bicara, hp Pak Andiva bergetar
"Iya pak"
"......"
"Apa?" Pak Andiva terkejut hingga membuat semua orang penasaran akan hal itu
"Kenapa yah, ada apa?" istrinya Pak Andiva
"Ayah tidak percaya semua ini bu, rekan bisnis ayah membatalkan semua projek kita! Tidak bu, ayah tidak mau miskin"
"Ayah, aku tidak mau hidup miskin" sahut Rike, selang beberapa waktu ayahnya Rike pingsan
"Ayah, ayah jangan tinggalkan Rike"
"Bawa dia kerumah sakit" sahutku
"Kau, ini semua karna kau" Rike
"Buta ya, ini semua kalian yang memulai"
"Sudah Rike, bawa ayahmu kerumah sakit" sahut Pak Handika dengan dingin.
Pak Andiva dibawa kerumah sakit oleh keluarganya, sedangkan aku masih berada dirumah Raka.
"Bu, Raka kemana?"
"Dia mengurungkan diri dikamar nak, bantu dia, ibu mohon"
"Ibu janganlah memohon begitu aku tak enak, baiklah aku akan kekamar Raka"
__ADS_1
"Terimakasih nak" ayahnya Raka
Aku meninggalkan mereka, kulangkahkan kakiku menuju kamar Raka. Ku ketuk pintunya tapi tak ada balasan hingga membuatku membuka pintu kamarnya. Kulihat Raka berbaring diranjang, dia dalam keadaan lemah dan matanya bengkak karna menangis.
"Raka" aku memeluknya dari belakang, aku merasa sakit ketika melihat Raka seperti ini.
"Gesya, apa kamu Gesya aku tidak mimpi kan?"
"Tidak Raka ini aku Gesya" dengan cepat dia memelukku
"Gesya, jangan tinggalkan aku, aku takut"
"Jangan takut aku disini" entah setan apa yang merasukiku hingga membuatku berani menciumnya. Dia membalas ciumanku dengan sedikit tersenyum.
"Raka kenapa kamu seperti ini?"
"Aku gak mau rujuk sama Rike, kalo nanti aku tidak bisa menjadi pasanganmu setidaknya aku bisa mencari orang lain tidak dengan Rike"
"Kamu tenang saja keluarga Rike, tidak akan memaksamu untuk rujuk dengan Rike"
"Bagaimana kamu bisa tau?"
"Iya dong aku gitu lo, hehehe keluarganya sudah bangkrut"
"Bagaimana bisa?"
"Gak sempet Sya, difikiranku hanya ada kamu"
"Gombal deh, oh ya Ka, kamu punya gitar?"
"Ada kenapa?'
"Mau hibur kamu, aku mau duet sama kamu" ucapku dengan manja
"Kamu ini udah besar masih aja manja, bentar aku ambil dulu ya, mau lagu apa?" dia mengelus rambutku
"Yang romantis hehehe"
"Gimana kalo Cinta Luar Biasa"
"Terserah"
Raka mengambil gitarnya didalam lemari dan mulai memainkannya.
Waktu pertama kali ku lihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
__ADS_1
Hati tenang mendengar suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak ku sangka
Rasa ini tak tertahanHati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Hari hari berganti kini cinta pun hadir
Melihatmu memandangmu bagaikan bidadari
Lentik indah matamu manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
"Sya, ini laguku untukmu. Meski nanti kita tidak bersama ketahuilah, aku merasa beruntung pernah memilikimu. Maafkan aku yang kurang sopan waktu dikantor ya"
"Iya aku memaafkanmu Ka" ku kecup pipinya, entah ketika melihatnya begini aku merasa sedih dan sering lepas kendali.
"Kamu selalu tersimpan disini (kutunjuk dadaku) walau sebagai saudaraku"
"Terimakasih untuk kesekian kalinya Sya"
"Tidak ada kata Terimakasih dalam cinta, persahabatan dan persaudaraan Ka"
__ADS_1