
Cekrek ....
Gadis pun mengunggah foto mereka di WhatsApp nya..
tak lama ponselnya menyala karena ada panggilan video
"woy, kalian gitu ya sekarang bolos ga ajak-ajak gue" ucap seseorang di layar handphone Gadis setelah ia menekan tombol hijau tadi
"Etdah, gausah nge-gas juga kali ngomongnya bikin kuping gue budeg aja" jawab Gadis
"siapa juga yang bolos, Gadis nih gue kagak"Edo ikut menimpali
"Trus kalo ga bolos ngapain lu sama Gadis??"
"KAMU NANYEAA??" ucap Edo dengan gaya mengejeknya, sontak Gadis pun tertawa dibuatnya
"Sialan Lo"kata Alan tak terima
"kan elu emang Alan hahahah" ucap Edo
"Gadis nih, dia belum siap sekolah katanya padahal udah sampe sekolah eh balik lagi" imbuhnya lagi sambil menggelengkan kepalanya
"kalo gue lagi jamkos trus gue pergi ke masjid dekat pasar eh ketemu si kunyuk ini hehehe"
"kampret lu" ucap Gadis tak terima
"lu mau kemana dis emang, kalo mau gue temenin kemana gitu biar gue bolos juga hehe" tanya Alan
"sini aja kalo berani bolos"jawab Gadis santai
__ADS_1
Alan mengernyitkan keningnya "A-apa?"
"nih tangan kiri masuk rumah sakit, tangan kanan langsung ke akhirat ! pilih mana?"
"Pffftttt ! uhuk uhuk" Edo menahan tawanya mendengar ucapan Gadis sampai terbatuk-batuk karena tersedak boba
"Yaelah iya iya engga dis" kata Alan
"lagian gue lagi ga mood jalan-jalan, butuh ketenangan nih"
"yaudah, saran gue lu harus belajar ikhlasin semuanya ya kasihan juga Tania ga tenang di alam sana. Yaudah gue matiin dulu nih bye Assalamualaikum..."
"Walaikumsalam..."jawab Gadis dan Edo berbarengan
"kayaknya dia bakalan di hukum deh do"
"kenapa emangnya?"tanya Edo
"hahaha, mampus lu lan. cuma gara-gara liat foto kita dia langsung vc pas lagi pelajaran" Edo pun terkekeh
"tapi tumben ya Alan tobat gitu, pake salam segala hehe" imbuhnya lagi
"hmm..kata nyokap nya dia berubah jadi sedikit alim semenjak berteman sama kita-kita " timpal Gadis diakhiri cengiran
"Bagus deh kalo gitu, berarti kita membawa pengaruh positif buat dia"
"tapi gatau juga kalau dia kaya gitu karena ada gurunya yang liat hahaha"
"Eh, lu bener juga haha dasar Alan kampret"
__ADS_1
"Oh ya dis gue harus balik ke sekolah ni, lu gapapa kan gue tinggal" ucap Edo
"gapapa santai, belajar yang rajin lu"
Edo mengangguk, sebelum beranjak ia menghadap Gadis dan memegang kedua pundak Gadis,
"satu lagi, inget perkataan Alan tadi ya belajar ikhlasin semuanya walau itu sulit dan lu harus berusaha. Boleh sedih tapi jangan berlarut-larut" nasehat Edo diakhiri tepukan di pundak Gadis
"heem thanks do gue akan berusaha, bantu doain yaa"
"Pasti, yaudah bye"
"kalo pulang hati-hati"
Gadis hanya mengangguk dan melambaikan tangannya sebagai tanda perpisahan.
Edo pun berlalu meninggalkan Gadis di warung Boba.
Tak lama setelah Edo pergi ia juga segera menghabiskan Boba nya lalu pulang.
***
Sesampainya di rumah Gadis berinisiatif untuk membersihkan seluruh rumahnya, mulai dari nyapu, mengepel, cuci piring, cuci baju bahkan menyapu di depan halaman rumahnya.
Tujuannya agar sedikit melupakan kesedihannya terutama rasa bersalahnya pada Tania.
Setelah selesai ia kembali ke kamar, namun didalam kamar ia kembali bersedih namun tidak sampai meneteskan air matanya.
Ia memutuskan untuk mandi dan bergegas mengunjungi seseorang.
__ADS_1
Gadis mengeluarkan motor trail nya dari garasi, kemudian ia mulai menancap gas pelan-pelan