Secret Of Love

Secret Of Love
Episode: Pemakaman


__ADS_3

"Maksud temen Lo kehilangan tadi apa?" tanya nya sambil memegangi kepalanya


Alan menghembuskan nafasnya pelan,


"Tania udah ga ada, dia meninggal dunia"


Setelah menjawab pertanyaan Rio, Alan segera menyusul Gadis dan mereka bertiga kembali ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit disana sudah ada Dimas dan Edo, juga Orangtua Tania.


"Dis yang sabar yaa..."kata Dimas namun Gadis hanya terdiam


"Kalian dari mana aja sih?orangtua Tania aja udah sampai dari tadi"bisik Vino di telinga Alan


"ada insiden kecil bang tadi"jawab Alan


"apa yang terjadi?" tanya Vino lagi penasaran


Alan pun berbisik di telinga Vino, seketika tatapan nya tajam ia terkejut dengan penjelasan Alan.


"dasar Gadis bar-bar" batin Vino sambil menggelengkan kepalanya


Gadis berlari saat seseorang dari kejauhan datang ia kemudian memeluknya.


"Ayah..." ucapnya lirih


"Iya nak, yang sabar yaa"kata Pak Hendra sambil mencium kepala Gadis


Pak Hendra datang karena diberi tahu oleh Vino lewat telfon.


Setelah dirasa anaknya tenang, Pak Hendra melepas pelukannya dan menghampiri orangtua Tania untuk mengucapkan belasungkawa.


Disana Papa Tania terlihat sangat rapuh dan menyesali perbuatannya.

__ADS_1


***


Gadis masih setia duduk di samping pusara sahabatnya.


Tanpa ada air mata setetes pun dan tatapannya yang datar ia selalu mengusap nisan Tania.


ya, sore hari Tania telah di makamkan.


Orang-orang sudah meninggalkan tempat pemakaman, hanya tersisa orangtua Tania, Pak Hendra, Gadis, Yohan dan keempat Sahabat Gadis.


"Sayang kita pulang yuk ? sebentar lagi bakalan hujan nih kayaknya" ajak Mama Tania


"Gadis mana tega ninggalin Tania sendirian tan, sahabat macam apa Gadis? dulu Gadis udah ngebiarin Tania melewati masa-masa sulitnya sendiri..."


Ucapan Gadis tanpa sadar membuat hati papa Tania seperti ditikam ribuan pedang.


"Sayang ..Tania udah tenang sekarang kita doain ya supaya dia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan" Mama Tania mencoba membujuk Gadis


"Tante kalau mau pulang, duluan aja gapapa kok"


"Ayah tunggu kamu di warung depan ya"kata Pak Hendra yang sudah tau keras kepala Gadis, walaupun disuruh seribu kali ataupun sampai dipukul pun kalo dia belum mau pasti tidak akan beranjak


"Pak, Bu sebaiknya kalian pulang dulu ada yang menunggu kalian sekarang" usul Pak Hendra


"Biarkan saja Gadis, dia itu keras kepala. Tenang saja saya akan menunggunya di warung depan" imbuhnya lagi


"Baiklah, Gadis Om dan Tante pamit dulu" pamit mama Tania


Gadis hanya mengangguk,


"Terimakasih ya kalian semua sudah peduli sama Tania Tante pamit" ucap mama Tania kepada Yohan dan empat sekawan


"Iya Tante, Tante yang sabar yaa dan hati-hati dijalan"

__ADS_1


Setelah pak Hendra dan orang tua Tania pergi, teman-teman Gadis saling melirik, agar salah satu dari mereka mengajak Gadis pulang.


Vino berjongkok di dekat Gadis..


"Dis, kita pulang yuk ? udah sore nih bentar lagi mau ujan lagi" bujuknya dengan lembut


"Kalian pulang aja dulu, Gadis masih mau disini bang"


"kita gak mungkin ninggalin kamu dis, kita akan tetap disini sampai kamu mau pulang" kata Vino kemudian berdiri


Ia menatap keempat temannya sambil mengendikkan bahu karena ia tidak berhasil.


Mereka menghela nafas pelan, mereka sudah hafal watak Gadis yang keras kepala, harus dihadapi dengan sikap yang lembut. Jika dibentak ia akan semakin berontak dan bersikap kasar.


Giliran Dimas mencoba membujuk Gadis,


"Ehm !"


"Abang mau tanya dis, sebenarnya kamu sayang ga sih sama Tania?" ucapnya dengan hati-hati


Gadis hanya menoleh menatap kearah Dimas,


"Kalau gitu ikhlaskan kepergian nya, kita doain Tania supaya mendapat jalan yang terang"


"kalo kamu sedih Tania ga bisa pergi dengan tenang kasihan dia dis, boleh bersedih asal jangan berlarut-larut"


"Ingat dis, seterpuruk kamu sekarang ga bakalan bisa balikin Tania kesini. Hanya doa yang mampu kita berikan sekarang semoga dia mendapatkan Tempat terbaik di sisi-Nya" ucapnya sambil menunjuk ke langit


Gadis mengikuti telunjuk Dimas melihat ke langit,


10 detik, 20 detik, 30 detik, 1 menit kemudian ....


"Kita pulang sekarang bang..." ucap Gadis lirih

__ADS_1


Dimas tersenyum menghembuskan nafas lega, ia menoleh kebelakang dan mendapatkan banyak jempol dari temannya...


...*******...


__ADS_2