
"Cup" aku menyium pipinya dan meninggalkannya. Dia hanya bengong.
Aku kembali kekamar Tasya dan merebahkan tubuhku diranjang. Aku merasa senang juga capek hari ini.
Ternyata seru juga menggangu orang itu. Em tubuhku sangat lengket karna banyak aktivitas yang aku jalani (aktivitas menguntit😁)
Baiklah aku mandi saja, lagi pula ini sudah siang. Kulangkahkan kaki ke dalam kamar mandi dan berendan di bathub dengan bunga mawar.
Semua peralatan Tasya aku pakai, ternyata cewek itu harus gini ya biar awet muda dan cantik. Tapi ini mahal daripada aku pakai beli ginian kan mending buat uang sekolah adikku saja.
Setengah jam aku selesai mandi dan berhias didepan cermin. Entah ada apa, tapi perasaanku berkata aku akan kencan.
"Hem hem, kayaknya ada yang mau jalan ni😏"
"Iya dong, sama kakak tampan😁"
"Aku gak izinin kami keluar ya sama kakak"
"Tapi udah terlanjur cantik aku🙄"
"Yasudah, ayo jalan sama aku"
Dengan sigap dia menggandeng tanganku dan membawaku jalan jalan, aku melihat ekspresinya membuatku ingin menciumnya lagi tapi aku urungkan.
Dalam perjalanan dia terus mengenggam tanganku hingga berhenti dirumah mewah. Aku bertanya tanya ini rumah siapa dan kenapa membawaku kesini.
Jangan jangan dia mau, oh tidak tidak jangan negatif thinking dong Gesya, fikiranku terlalu koto saja. Hehehe kan normal😋
"Pletak" dia menjitak dahiku
"Auw sakit Sya"
"Kebiasaan ngelamun, ayo keluar dan masuk"
"Ini rumah siapa?"
"Calon rumah kita"
"Apa? Aku gak salah denger?"
__ADS_1
"Enggak dong, ayo masuk"
Dia menuntunku masuk dan berhenti di teras, aku melihat pemandang ditempat itu. Rumahnya sejuk dan banyak pemandangan indah ada taman salah satunya, ternyata dia sangat humoris dan seleranya bagus.
"Liat Sya, bagus ya pemandangan tamannya, kamu tau aku sangat sangat suka tempat ini. Seleramu bagus juga aku jadi gak sabar menempatinya" aku sangat ceria, dia hanya melihatku dengan tersenyum.
"Makanya ayo cepet nikah"
"Bentar dulu Sya, aku belum siap untuk nikah. Aku masih punya cita cita yang tinggi, tinggi tinggi sekali"
"Meskipun udah nikah, apa tidak bisa mengejar cita citamu itu"
"Bisa kok"
"Ayo menikah saja kalo begitu"
"Baiklah terserah kamu"
"Kamu setuju?"
"Yes, aku akan mengaturnya dengan cepat"
"Sya, ayo foto kita belum punya foto berdua lo"
"Okelah"
"Gimana bagus gak Sya?"
"Bagus kok, yaudah ayo masuk"
Aku mulai mengikuti Rasya masuk kedalam saat didalam aku merasa nyaman dengan tatanan dan interiornya yang bagus.
"Ini semua kamu yang desain?"
__ADS_1
"Iya, kenapa?"
"Keren"
"Ayo keatas kekamar kita"
"Huwahhhhh kerennn" aku langsung menghempaskan tubuhku diranjang.
"Kamu suka?"
"Sangat Sya"
"Itu kamar mandinya, kamu gau mau lihat" tanpa menjawab aku melangkahkan kakiku menuju arah yang ditunjuk Rasya.
"Sumpah Sya aku suka, indah dan mewah lo ini"
"Iya, semua demi kamu. Ayo kebawa liat dapur dan halaman belakang" kami turun dan menuju dapur
"Dapur dan ruang makan idaman sekali ini Sya" aku memeluknya dengan bahagia, ini adalah kado terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.
"Lanjut ke belakang yuk"
"Wahhh, makasih Sya, aku bahagia dan sangat bahagia"
"Iya sayang aku juga bahagia melihatmu bahagia"
"Emm itu tempat apa?"
"Halaman belakang saja kok itu"
__ADS_1
"Gila, keren banget. Kamu pintar ya mendekorasi rumah"
"Ya karna aku menyayangimu dan akan melakukan apa saja asal kamu bahagia"