
Setelah kepergian Raka aku mencari ibu, aku tidak mau dijodohkan seperti tak laku saja. Dan siapa juga yang mau dijodohkan sama aku, kalo nanti dipertemukan dan dia menolakku mentah mentah. Oh tidak itu semua tak akan terjadi aku harus mencegahnya. Ada apa gerangan tiba tiba menjodohkan aku.
Apa aku terlihat tidak bahagia dengan keadaanku sekarang ini. Meski aku tidak bahagia aku enggan untuk dijodohkan.
"Bu"
"Hmm, kenapa?"
"Kenapa? Harusnya aku yang tanya ibu kenapa menjodohkan aku. Bu aku sudah dewasa aku mau mencari jalanku sendiri"
"Jalanmu dengan bajingan itu?"
"Dengarkan penjelasanku dulu"
"Sudahlah tidak ada yang dijelaskan lagi, mau tidak mau kamu harus dijodohkan. Atau kamu lebih memilih bajingan itu"
"Bukan begitu bu" aku menundukkan kepalaku karna takut menatap ibu, hatiku terlalu rapuh untuk melakukan itu. Aku menahan isakanku agar tidak terdengar olehnya.
"Bagus kalau begitu, menjadilah yang berbakti. Ibu hanya ingin kamu bahagia tidak ada yang lain. Ibu segera mengatur pertemuan antara keluarga kita dengan keluarganya. Jangan membuat ibu kecewa dan malu Sya" melenggang meninggalkanku.
Aku tidak bisa menahannya lagi, segera berlari kekamar dan menguncinya. Aku menangis sejadi jadinya, kenapa begini kenapa? Jika tidak menuruti ibu aku termasuk anak durhaka tapi aku berhutang budi dengan Raka. Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku menanggung semua ini, terlalu berat untuk memilih. Keduanya sangat berharga bagiku.
Tak terasa hari semakin malam dan mataku terpejam, mungkin karna kecapekan menangis berjam jam dan mataku menjadi bengkak. Aku terlelap tapi aku bisa mendengar suara pintu terbuka dari luar dan langkah seseorang mendekatiku. Dia membelai kepalaku, mencium keningku. Ku dengar samar perkataannya.
"Sayang maafkan ibu membuatmu menangis kembali, tapi ini demi kebahagiaanmu ibu harus melakukan ini. Ibu tidak mau kamu kecewa seperti dulu, ibu hanya ingin yang terbaik untukmu"
Paginya aku terbangun, aku mengingat kejadian kemarin malam hingga membuatku merasa bersalah pada beliau. Segera aku keluar dari kamar dan mencarinya, kulihat beliau sedang memasak kesukaanku. Ku peluk beliau dari belakang.
"Ibu, maafkan aku" air mataku jatuh perlahan
"Sayang, kamu kenapa?" membalikan badan dan memelukku
__ADS_1
"Maafkan aku sudah membuat ibu bersedih, karna aku tidak nurut sama ibu. Aku tau ibu melakukan semua itu demi kebaikanku"
"Iya sayang, kamu mandi sana setelah itu makan"
"Bu, aku mau dijodohkan tapi aku mau ibu mendengarkan penjelasanku kenapa aku kembali dengan Raka, gimana?"
"Anak ibu sudah mulai negoisasi ini?"
"Bukan begitu bu aku hanya tak mau ibu salah faham"
"Baiklah ibu akan mendengarkan"
"Makasih bu" ku kecup pipi ibuku
"Iya, sana cepat mandi"
"Siap boss, hehehe"
Setelah mandi dan sarapan aku menunggu ibuku diruang tamu, aku ingin menjelaskan semua yang terjadi pada Raka, agar ibu tidak bilang dia bajingan.
"Sayang, kamu mau cerita apa?" duduk disebelahku
"Gini lo bu, Raka dulu nyakitin aku ada alasannya. Dia diancam oleh keluarga Andiva, kalau tidak meninggalkan aku dan menikah dengan Rike, mereka akan menyakitiku dengan keluarganya. Jadi ibu jangan cap dia bajingan, aku gak suka bu aku merasa bersalah karna ini terjadi karna kesalahanku. Aku bersama dengannya hanya untuk menghapus lukanya yang dulu. Dia berkorban demi kebahagiaan orang banyak bu, aku merasa iba padanya"
"Sayang kamu iba atau masih ada perasaan untunya?"
"Entahlah bu aku bingung"
"Ya sudah, ibu sudah mengetahui semua kamu boleh berteman dengannya tapi tidak lebih. Ingat kamu sudah ada yang punya"
"Hah? Siapa?"
__ADS_1
"Masa lupa, anak temen ibu"
"Ohhhh" aku memangut mangut
"Oh iya besok keluarganya akan datang kesini, jadi kamu harus siap siap ya, dandan yang cantik dan jangan mengecewakan ibu"
"Iya bu"
"Ibu mau keluar bentar kamu dirumah saja"
"Oke bu"
Setelah kepergian ibu, aku mencari gitarku dan menyanyi sepenggal.
Oh angin bisikan padanya ku cinta dia
Takkan ada yang lain
Ku harap dirinya dapat mendengarnya
Apa yang kurasa tentang dirinya
Oh sayang ku dengar
Apa yang kau rasakan
Hanya satu dirimu
Tak akan terganti
Kau selalu di hatiKu percayakan cintaku padamu
__ADS_1