Secret Of Love

Secret Of Love
Bahagia


__ADS_3

"Gila, keren banget. Kamu pintar ya mendekorasi rumah"


"Ya karna aku menyayangimu dan akan melakukan apa saja asal kamu bahagia"


Aku sangat bahagia hari ini, aku beruntung memiliki Rasya saat ini. Aku tak akan pernah menyesal karna memulai hubungan ini. Aku akan berusaha menjadi seorang istri yang baik dan penurut kelak nanti untuk Rasya. I Miss You Sya, aku sangat mencintaimu melebihi dulu.


Aku memeluknya hingga air mata bahagiaku menetes tanpa sepegetahuannya. Andai waktu itu aku lebih mengenalnya dulu mungkin aku sudah sangat bahagia.


"Sya, ayo kita makan aku laper" ucapku


"Oke, biar aku yang masakin kamu!"


"Yakin? Kamu bisa masak?"


"Iya dong"


Kami menuju dapur, aku duduk dikursi dan mulai memperhatikan Rasya sedang masak diujung sana. Wow dia sangat tampan ketika memasak.


Hingga membuatku tak sabar untuk menikah, hahaha menikah lagi yang bahas. Okelah aku akan bertaruhan pada diriku sendiri, jika makanannya enak aku akan mengungkapkan perasaanku jika tidak aku akan merayunya hahaha.


Harum makanan Rasya mulai tercium dan membuat perutku demo didalam sana. Aku melangkah mendekati dan memeluknya sontak membuatnya terkejut.


"Oh sayang, kamu membuatku kaget" keluhnya

__ADS_1


"Kamu tau aku sangat lapar" aku mengodanya dengan menggigit kecil telinganya dam membuatnya mengeluarkan erangan.


"Ahh, Sa Sayang jangan menggodaku" dia memincingkan matanya


"Hahaha oke oke, cepat aku sangat lapar"


"Sebentar sayang"


Aku berjalan kembali ke meja makan dan duduk dengan tenang dan memperhatikannya terus. 15 menit kemudia makanan siap di santap dan aku bersiap siap menerima resiko tantanganku sendiri.


Aku mulai menyuapkan nasi dan lauk itu kemulutku dengan pelan. OMG! Ini makanan terenak yang pernah ku makan setelah masakan ibuku hmm sangat enak.


"Sya, enak banget! Makin gak sabar deh nikah sama kamu hehehe biar dimasakin tiap hari" cerocosku tanpa sadar.


"Apa kamu bilang?" dia hanya membulatkan matanya seakan tidak percaya akan ucapanku.


"Kamu yakin? Tidak bohong"


"Oh tidak Sya, aku bener bener sayang sama kamu!" aku mendekatinya dan mengecup bibirnya. Saat aku ingin menyudahinya Rasya menarik tengkukku dan memperdalam ciumanku.


Aku mulai membalasnya dan menikmati ciuman itu. Aku membuka mulutku agar Rasya dengan leluasa menelusuri didalam sana. Kami saling membelitkan lidah, hingga kehabisan oksigen.


"Hosh hosh" nafas kami tersenggal senggal.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Gesya Anastasya Putri"


"Aku juga mencintaimu Rasya Andrian"


Rasya mencari cari sesuatu disaku celananya dan mulai berjongkok didepanku.


"Will yo married me Gesya?" ucap Rasya dengan senyuman mautnya dan memberikan cincin hingga membuatku terharu.


"Yes, I Will"


Rasya mulai berdiri dan memelukku, setelah puas memelukku dia duduk disebelahku dan memasangkan cincin itu dijari manisku.



Dengan begini dunia terasa milik kita berdua, aku akan mempertahankanmu ketika nanti kamu tergoda orang lain dan memperjungkanmu demi mimpi kita.


***


Rencana pernikahan di persiapkan dengan mewah dan elegan, gaya dari keluarga Andrian. Aku merasa bahagia dengan hadirnya aku di tengah tengah keluarganya, aku berdoa semoga mereka semakin bahagia.


Pernikahan kami hanya tinggal 2 hari aku merasa deg degan sekaligus bahagia. Deg degan bagaimana dan apa yang harus aku lakukan setelah menikah dan bahagia mendapatkan Rasya, mendapat seluruh cintanya.


"Semoga di hari H nanti lancar dan tidak ada hambatan ya sayang" ucapku kepada Rasya dan memeluknya.

__ADS_1


"Iya sayang, aku harap begitu."


Meski perasaanku ada yang mengganjal tapi aku itu mencoba mengesampingkan . Mungkin itu hanya perasaanku saja. Aku mencoba menenangkan diri.


__ADS_2