Secret Of Love

Secret Of Love
Episode : Terluka parah


__ADS_3

Gadis mengepalkan tangannya beberapa kali saat mendengar cerita dari Tania, Tania semakin menangis sejadi-jadinya.


"BAJINGAN !!! BISA-BISANYA DIA NGELAKUIN HAL ITU KE LU TAN ! GUE GA TERIMA TAN"


"POKOKNYA AYO KITA MINTA PERTANGGUNGJAWABAN DIA TAN"


Braakkk !!!


Karena tak kuat menahan emosi Gadis pun memukul papan di sampingnya hingga patah,


"percuma dis, dia ga akan pernah mau. Hiks"


"yaudah kalo gitu, lu ikut gue pulang ! Lu tinggal sama gue mulai sekarang, gue yakin ayah bakal ngizinin kok"


Tania langsung menggeleng,


"Gue gamau lu sama ayah lu kenapa-kenapa cuma karena gue, lu gausah peduliin gue dis. Orangtua gue aja udah ga peduli sama gue"


"Hey, ga akan terjadi apa-apa percaya deh. Gue mohon Tan, gue ga akan tenang kalo lu gamau ikut gue !"


"Dis, setidaknya gue tinggal di kontrakan. Gue ga kepanasan juga kehujanan, lu tenang ya"


"Makasi karena lu udah tulus banget sahabatan sama gue dis, tapi gue gabisa gue gamau ngrepotin lu"


Kemudian Tania pun memeluk Gadis,


"Gue pamit ya, semoga lu bahagia selalu ..gue sayang lu diss, juga doain gue biar sehat-sehat selalu" ucapnya sambil tersenyum


Tania berjalan mundur sambil terus tersenyum manis menatap Gadis,


"tunggu Tan biar gue anterin"


Gadis beranjak untuk mengejar Tania, namun tiba-tiba...


Bruaaaakkkk !!!

__ADS_1


"Taniaaaaaaaaaaa......"


teriak Gadis sambil berlari menghampiri Tania yang sudah tergeletak tak berdaya,


"Tan...bangun gue mohonn" air matanya jatuh tepat di pipi Tania


"Mba, temennya biar diangkat ke mobil saya dulu kasihan itu lukanya parah kayaknya" ucap Seseorang dari belakang


"I-iyaa pak terimakasih" kata Gadis


Gadis segera masuk kedalam mobil terlebih dahulu, baru disusul Tania yang diangkat oleh beberapa orang.


"Gue mohon lu bertahan ya Tan, seenggaknya demi anak lu" ucapnya sambil memangku kepala Tania yang banyak mengeluarkan darah,


selama di perjalanan, air mata Gadis tak berhenti menetes, ia begitu mengkhawatirkan sahabatnya.


Tak lama ia sampai di rumah sakit, petugas segera membawa Tania ke ruang UGD.


"Mba, mohon tunggu diluar dulu kami akan menanganinya" ucap suster kepada Gadis


"mba maaf saya tidak bisa lama-lama, ada kepentingan soalnya" ucap seseorang yang menolong tadi


"Iya mba, Aamin. Saya permisi dulu kalo begitu"


"Iya pak, Hati-hati"


Gadis begitu cemas, ia memutuskan untuk menghubungi seseorang. Panggilan Terakhir yang dilakukannya adalah dengan Alan, jadi Ia memutuskan untuk mendial no Alan.


Tersambung ....


"Hallo dis, ada apa? gue belum melek nih......"


"Alan, tolong lu kesini cepet yaa gue ada di rumah sakit....."


Panggilan tiba-tiba terputus,

__ADS_1


"Hallo dis, lu kenapa? Hallo !!"


Alan mencoba menghubungi balik, namun nomor Gadis tidak aktif dan berada diluar jangkauan.


Seketika Alan menjadi khawatir hatinya menjadi tak karuan,


"CK,, kenapa tu anak, kenapa sambil nangis ngomongnya?"


Ia mencoba menghubungi Edo, Dimas, dan Vino hingga beberapa kali, Tapi ketiganya tidak mengangkat panggilan dari Alan.


"CK,, kemana sih mereka, jangan-jangan beneran terjadi apa-apa sama Gadis"


Alan berlari secepat kilat, mencari kunci motornya dan menyambar jaketnya.


"Alan, kamu mau kemana.?" tanya Mami nya


"nyariin Gadis mi, ada yang gak beres sama dia nih ! tadi telfon Alan sambil nangis"


"Ga beres gimana?emang Gadis dimana ? yaaudah cepetan hati-hati dijalan"


"Iya, Alan berangkat Assalamualaikum "


"Walaikumsalam.."


"Haduh, semoga ga terjadi apa-apa sama Gadis deh" ucap Mami Alan


Alan melajukan motornya sambil melacak keberadaan Gadis lewat ponselnya. Ia pun menemukan keberadaan Gadis dengan cepat,


"hah? dirumah sakit?"


"Semoga lu ga kenapa-kenapa dis" ucapnya dalam hati, ia pun menambah kecepatan motornya.


Sampailah Alan diparkiran rumah sakit, ia sedikit berlari agar segera menemukan Gadis.


...**********...

__ADS_1


...Jangan lupa berikan like setelah membaca 💕...


...Terimakasih 🙏😍...


__ADS_2