Secret Of Love

Secret Of Love
Pertengkaran


__ADS_3

Vin, lihat saja nanti aku akan membalasmu. Kamu tau rasanya tinggal pas sayang sayangnya oleh seseorang, sakit Vin sangat sakit.


Aku menaruh hpku dan menunggu Rasya dengan merebahkan tubuhku diranjang. Suara pintu kamar mandi terbuka, aku melihat kearah tersebut dan melihat rambut dan tubuh Rasya basah membuatku hampir meneteskan air liurku.



Ya Tuhan, pemandangan yang eksotis melihat ototnya yang kekar dan roti sobeknya hingga membuatku ingin menerkamnya. Tubuhnya sangat menggoda setiap insan pantas saja menjadi rebutan.


Kenapa Tuhan menciptakan makluk mesum ini dengan sempurna, ingin rasanya ku naiki dia disini agar merasakan betapa gagahnya dia. Ingin juga kusentuh otot itu dan kujamah semua anggota tubuhnya hingga membuatnya mendesah namaku.


"Hey, air liurmu hampir jatuh itu" dia terkekeh melihatku


"Yaakkk, siapa suruh tidak memakai baju. Kamu tau kan aku wanita normal, apa kamu tidak takut aku menerkammu?"


"Oh Tuhan Gesya, jika yang menerkamku itu kamu aku hanya berserah diri, apakah kamu tidak ingin menyentuhnya sekarang ini?" godanya


"Mimpi!!!"


Setelah selesai kami keluar, dan aku melihat seorang wanita cantik dan elegan menatap kami, Izzy mantannya.



Dia melangkah menghampiri kami dengan sigap Rasya memeluk pinggangku dan membuat wanita tersebut emosi.

__ADS_1


"Rasya, ngapain kamu sama dia?"


"Oh iya Izzy, kenalin ini Gesya calon istriku"


"Apa? Kamu gila ya Sya? Jangan becanda, karna aku selalu mengejarmu sehingga kamu jenggah dan membuat rencana untuk mengaku ngaku dia calon istrimu"


"Aku tidak berbohong Zy, kalau tidak percaya tanya saja sama bu"


Dia pergi dan mendekati ibu Rasya. Rasya membawaku menghampiri mereka.


"Tante, yang benar saja masak wanita jelek ini calon istrinya Rasya?"


"Dia cantik Zy, lebih cantik dari kamu"


"Jaga mulutmu, aku tidak pernah menguna guna siapapun. Kamu itu sangat jelek, tapi bukan wajahmu ataupun anggota tubuhmu tapi sifatmu"


"Berani sekali kamu bilang begitu" dia mengambil minum dan menyiramkan padaku.


"Izzy, kamu gila ya? Karna Rasya menolakmu kamu menggolok nggolokku dari tadi, kamu fikir aku diam saja tidak berani sama kamu. Dasar wanita murahan, kamu tidak tau malu ya merebut laki laki yang sudah terikat dengan wanita lain. Apakah orang tua tidak malu punya anak sepertimu" emosiku mulai memuncak rasanya ingin sekali kutampar dia, tapi itu tidak memungkinkan karna banyak orang disana. Nanti aku pasti kena imbas buruk juga.


"Dasar jalang! Berani sekali kamu mengotori calon istriku. Sekarang kamu keluar atau kamu ingin diseret?" emosi Rasya tidak kalah denganku.


"Rasya? Kamu belain wanita jelek itu dibandingkan aku?"

__ADS_1


"Keluar!" bentak Rasya dengan sangat keras dan menggema diseluruh ruangan


"Kamu jahat Sya, demi dia kamu perlakukan aku begini, aku tidak terima aku akan membalas kalian semua termasuk kamu Gesya! Ingat itu!! Akan kuhancurkan impian kalian" dia pergi dengan menangis.


"Nak Gesya, kamu gak papa kan?"


"Tidak tante, aku baik baik saja"


"Rasya bawa dia keatas, disana ada baju ganti untuknya"


Aku mulai mengikuti Rasya dan masuk dalam lift, tapi anehnya dia tidak berbicara sama sekali bahkan melirikku. Aku jadi bingung harus bagaimana, keheningan ini akan bertahan lama jika diantara kita tidak ada yang memecahkan.


Tapi aku harus bicara dari mana dan apa? Apakah dia marah karna aku menghancurkan acaranya itu. Kenapa sih Sya? Kamu tidak bisa mengontrol emosimu itu. Bunyi lift berdentum menandakan sampai ditempat tujuan, dia membawaku kekamar.


"Dia sana ada baju, kamu bisa memilihnya"


Aku meninggalkannya tapi dia mengikutiku hingga membuatku bingung, dia tadi bilang aku suruh memilih baju eh ternyata dia sendiri yang memilih. Hmm dasar gengsian sih jadi orang.


"Kamu pakai ini saja, aku tunggu diluar" dia meninggalkanku dan memilihkan aku gaun putih panjang tidak berlengan dan terlihat sangat elegan.



Bagus juga ternyata pilihannya, aku tersenyum melihat diriku dicermin hingga lengan kekar memelukku dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2