
"Bagus, nurut sama calon suami" ucapnya dengan bangga.
Bangga sekali dia hanya dengan cap calon suami. Ya nanti kalo tidak jadi suami rasain kan. Liat saja siapa yang berhenti ditengah jalan dan siapa yang berhasil sampai finish.
Dia mengandengku dan membawaku pada orang tuanya.
"Ya Tuhan, Gesya kamu sangat cantik"
"Terimakasih tante"
"Dia emang aslinya cantik bu" jawab ayah Rasya
Wah ini pertama kalinya aku mendengar ayahnya berbicara, oh ternyata suaranya sangat sexy seperti Rasya.
Kalo begitu bagaimana hebatnya dia saat diranjang, hot daddy hahaha. Ya tuhan Gesya, kenapa fikiranmu melayang kemana mana.
Tapi bukan salahku juga sih hehehe, kan kenyataannya dari suara saja menggiurkan apalagi menaikinya😂😂
Singkirkan fikiran gilamu itu Sya, dia sudah punya istri dan anaknya itu calonmu. Ya kalo tidak mendapatkan ayahnya setidaknya anaknya bisa, cuman sayang saja dia playboy kandangan.
Ya mungkin bisa diubah semua sifat jeleknya itu, apalagi mesumnya Oh Tuhan bantu Gesya ini, hambamu semoga sanggup hahaha.
Rasya hot gak ya saat diranjang apa perlu aku bertanya ya? Soalnya aku takut saja di tidak kuat saat diranjang nanti kan gak bisa muasin akunya😂😂
Sudahlah Sya, jangan mimpi yang tinggi dulu, nanti kalo jatuh sakit lo😂
__ADS_1
"Hey Sya, kebiasaan ngelamun deh" ucap Rasya
"Hehehe"
Aku hanya tersenyum saat Rasya menegurku. Aku mengedarkan mataku dan tertuju pada seorang lelaki tampan diambang pintu.
"Kevin?"
"Hah? Siapa Sya?" sahut Rasya
"Enggak kok Sya"
"Berani sekali kamu memikirkan orang lain saat bersamaku Sya"
"Sya, dengerin aku dulu"
"Aku gak tuli ya Sya, kamu sebutin nama Kevin tadi"
"Sya aku bisa jelasi"
Tanpa berfikir panjang Rasya menjatuhkanku dalam ranjang kamar itu, dia mulai menindihku. Aku merasa emosi dan amarah bercampur jadi satu, dia menciumi ku dengan kasar tidak seperti biasanya. Dia membuka jasnya dan melempar begitu saja.
"Hmmm hmmm" aku meronta melepaskan ciuman dengan memukul dadanya tapi dia tidak melepaskan dan menarik tanganku keatas. Dia melanjutkan ciuman itu.
Aku terasa lemas dan tak berdaya untuk melawan lagi. Dan itu membuat amarah dan emosinya reda, setelah selesai menciumku dia menatapku. Aku melihat disana ada penyesalan yang tersirat.
__ADS_1
"Sya, jangan membuatku bertindak kasar padamu. Kamu tau aku sangat menyayangimu dan takut kehilanganmu"
"Kamu tau Sya, caramu salah untuk menyayangi seseorang, aku tak pernah mendugamu segila ini"
"Iya aku tau, tapi cintaku padamu terlalu besar"
"Untuk saat ini aku tidak ingin mendengarkan itu, kamu rapikan bajumu dan kita keluar, orang tuamu pasti mencarimu"
"Tapi tunggu aku Sya, aku mau mandi dulu"
"Hmm"
Aku menunggunya mandi dan bermain hp, aku melihat galeri fotoku. Disana aku melihat foto kevin, 'Kenapa foto ini masih ada dihpku' fikirku
Apa dia bahagia dengan Arine ya? Sampai sampai dalam 3 tahun ini aku tidak bertemu dengannya.
Ingin sekali aku mendengar jawaban darinya, kenapa dia dulu memilih Arine daripada aku. Apa kurangnya aku? Apa aku tidak pantas untuk bersanding dengannya karna status keluarga kecilku.
Meski nanti dia meminta maaf padaku, aku tidak yakin akan memaafkannya. Kesalahannya terlalu besar menurutku karna aku sangat membenci perselingkuhan. Apalagi dia memihak pada selingkuhannya hahaha semakin membuatku sesak.
Vin, lihat saja nanti aku akan membalasmu. Kamu tau rasanya tinggal pas sayang sayangnya oleh seseorang, sakit Vin sangat sakit.
__ADS_1