
Gadis semakin menangis,
"dis, ada apa sebenarnya?katakan sama Tante..."
"Nyawa Tania tidak bisa diselamatkan Tante, Tania udah ga ada hiks...."
"Gak !"
"Gamungkin dis, kamu bohong sama Tante kan kamu kaya gini supaya Tante merasa bersalah dan ngajak Tania pulang kan.? Oke, ayo kita temui Tania sekarang"
"Tantee..." kata Gadis menahan tangan Mama Tania dan memeluknya
"Tante yang sabar yaa Tan..." sambil mengusap pundak Mama Tania
"Gak Gadis, kamu bohong sama Tante..Tania pasti kuat dia sehat-sehat aja dis" tangisnya semakin pecah walaupun Mama Tania menyangkal kematian anaknya
Gadis mengurai pelukannya,
"Tante, ini ada surat dari Tania untuk Tante"
"Gadis pamit dulu, maafin Gadis gabisa nemenin Tante. Gadis masih ada urusan, nanti kita ketemu di rumah sakit ya tan Assalamualaikum"
Mama Tania hanya menjawab salam Gadis di dalam hati, ia masih di antara percaya atau tidak percaya.
Seperginya Gadis, Mama Tania mengambil surat yang ditinggalkan Gadis di meja.
***
Gadis melihat Yohan yang sudah menangis di ruang tamu bersama Alan.
"kenapa lu ga bilang dari tadi dis? hiks ..."
"Maaf, tadi gue buru-buru soalnya. Sekarang yuk kita cabut lu bonceng Alan ya gue masih ada urusan" ucap Gadis
"Eh lu mau kemana lagi dis?" tanya Alan
__ADS_1
Gadis berlalu tanpa menjawab pertanyaan dari Alan. Alan pun segera mengajak Yohan untuk mengikuti Gadis, karena perasaannya tidak enak.
Alan melajukan motornya dengan kencang berharap masih bisa menjangkau Gadis.
Namun tiba di sebuah perempatan pun Gadis tidak terlihat,
"Sial ! kita kehilangan jejaknya"umpat Alan
"Gila tu anak cepet bener sih bawa motornya" kata Yohan
"Lu kemana sih dis?"ucap Alan
"Coba lacak pake GPS di hpnya aja lan"usul Yohan
"Oh iya"
Alan segera menstarter motornya dan melanjutkan perjalanan mengikuti arah GPS
"lah, lan kok gue ga asing ya sama jalanan ini"kata Yoha
***
"Permisi pak.."ucap Gadis sopan kepada satpam dirumah tersebut
"Mba yang dulu itu kan..."tanya Satpam tersebut
"Iya pak benar, apakah Rio ada di rumah pak?"
"Eh, anu itu mba den Rio...."
Belum juga satpam tersebut menyelesaikan kalimatnya Gadis sudah berlari melewatinya masuk kedalam rumah,
"Eh mbaa, ja-jaangan...." satpam tersebut ikut berlari menyusul Gadis
"TEH RIO...KELUAR LU?" teriak Gadis seperti orang stress
__ADS_1
"Eh, mba siapa? kenapa teriak-teriak di rumah orang"ucap salah seorang pelayan dirumah Rio
"Tolong kasih tau saya dimana kamar Rio" kata Gadis sambil mencengkram tangan pelayan tersebut
Pelayan tersebut pun takut, dan ia memberitahukan dimana kamar Rio,
TOK..TOK..TOK
"RIO KELUAR LU, JANGAN JADI PENGECUT !!" teriak Gadis lagi
"KALAU GA LU BUKAIN SEKARANG JUGA, GUE BAKALAN DOBRAK PINTU INI" ucap Gadis tanpa rasa takut
tanpa pikir panjang Gadis pun segera mendobrak pintu tersebut, cobaan pertama Gagal, kedua juga Gagal.
Ketiga ia mengambil ancang-ancang dan berlari kakinya mendorong pintu dengan kuat.
Terbukalah pintu tersebut dan betapa kagetnya Gadis juga pelayan tersebut, Karena mereka melihat adegan yang tak senonoh dan membuat Emosi Gadis bertambah meluap.
Rio pun buru-buru memakai boxernya dan teman wanitanya segera menutup tubuhnya dengan selimut.
BUGH !!
satu pukulan Gadis berikan ke pipi kiri Rio,
"JANCOX...DASAR BAJINGAN TENGIK LU RIO ! BISA-BISANYA LO KAYA GINI DISAAT SAHABAT GUE GA ADA! LU EMANG BUKAN MANUSIA RIO" umpat Gadis tak terima
BUGH !!
satu pukulan lagi mengenai pipi kanan Rio,
Pak Satpam segera menarik Gadis untuk keluar kamar, namun Gadis menepis dengan kasar tangan pak Satpam
"BAPAK JANGAN IKUT CAMPUR YA PAK, MOHON MAAF PAK DISINI SAYA MENGHORMATI BAPAK, TAPI SAYA MOHON BAPAK JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN SAYA DAN BAJINGAN INI"
...*******...
__ADS_1