
Tak lama kemudian Gadis muncul dengan pakaian yang sudah bersih dan rapi.
"dis, udah sarapan belum?"tanya Vino
"belum sih bang"
"kita ke kantin dulu yuk buat sarapan, Abang laper nih"
"sama bang, perut gue dari tadi udah keroncongan nih"ucap Alan
Vino mengetahui kecemasan Gadis dan berat untuk meninggalkan Tania, akhirnya ia pun mencoba meyakinkan Gadis.
"sebentar aja dis, siapa tau nanti selesai sarapan barengan sama operasi nya selesai" ucap Vino
"lu juga harus sarapan dis, ingat kesehatan lu. Emang lu mau badan lu lemes trus gabisa jagain temen lu" kata Alan
"Alan bener, yaudah ayo dis sebentar aja" Vino segera beranjak dan akhirnya Gadis pun menuruti
***
"mau pesen apa lu?"tanya Alan
"Bakso enak kali ya, sama es teh"
"lu apa bang?"tanya Alan lagi
"sama aja kaya Gadis lan"
"ok tunggu sini dulu gue pesenin" kata Alan
Setelah memesan Alan kembali ke mejanya,
PLAKK !!!
__ADS_1
"Astagfirullah!!" ucap Gadis tiba-tiba sambil menepuk jidatnya
"Ada apa?" "Kenapa?" ucap Vino dan Alan barengan karena kaget
"Gadis lupa ngabarin ayah kalau ada disini"
"yaelah tinggal telfon aja, lu suka banget bikin gue jantungan dis" protes Alan
"hehe, masalahnya ponsel gue lowbet. tadi pas telfon elu kan tiba-tiba mati" jelas Gadis
"nih, pakek hp Abang"kata Vino sambil memberikan handphone nya....
"makasi bang"
Gadis segera menelfon ayahnya, ia mengatakan sedang bersama Vino dan Alan menjenguk temannya yang sedang sakit. Ia tidak berani mengatakan bahwa ia sedang menunggu Tania, ayahnya pasti akan marah dan melarang nya.
Makanan pun datang, tak membutuhkan waktu lama untuk mereka bertiga menghabiskan baksonya karena sudah di landa kelaparan hehehe
"kalian mau nambah ga? Alan mau nambah nih masih belum kenyang" ucapnya
"ide bagus,, kan aturan emang udah makan 2 kali wleee"
***
Mereka bertiga kembali ke depan ruang operasi dimana Tania sedang di tangani.
Lampu diatas pintu Operasi pun dimatikan tanda operasi telah selesai. Seorang suster keluar sambil menggendong bayi mungil di tangannya
"Adakah suami dari pasien yang bernama Tania disini?" tanya suster tersebut
Gadis, Vino dan Alan pun saling melirik,
"Maaf sus, suaminya belum bisa kesini karena ada kerjaan yang mendesak"kilah Gadis
__ADS_1
Alan seketika menyenggol lengan Gadis,
"Baiklah, apa ada yang mau mengadzani bayi ini terlebih dahulu atau menunggu ayahnya datang?"
Mereka bertiga pun saling lirik lagi, tapi tak lama Alan menyanggupi,
"kalau diizinkan biar saya adzani dulu sus"
Vino dan Gadis seketika menatap Alan tanpa ekspresi,
"Baik, silahkan ikuti saya"
Alan pun mengikuti langkah suster tersebut ke sebuah ruangan.
Suster tersebut menyerahkan bayi mungil kepada Alan
"Bayi nya perempuan ya pak cantik, panjang 48cm dan BB 2,8kg"
"Gile kali, gue masih muda gini dipanggil bapak" gerutunya dalam hati
Alan pun menerima bayi tersebut kedalam gendongannya, sebelum mengadzani ia menatap bayi mungil itu terlebih dahulu,
Perasaannya berdebar saat menggendong bayi mungil tak berdosa itu
"hah, beginikah kelak rasanya jadi seorang ayah?" gumam nya dalam hati
"apa mungkin Rio bakalan mau tanggung jawab sama anak ini?bayi mungil ini belum punya dosa sama sekali"
"kasihan sekali kamu, kamu harus menjadi anak yang kuat"
"semoga kamu selalu diberi kebahagiaan"
Doa-doa itu Alan ucapkan di dalam hati, ia pun mulai mengadzani Bayi Tania,
__ADS_1
Setelah selesai mengadzani, ia menyerahkan kembali bayi cantik nan lucu itu kepada suster. Namun sebelum menyerahkan Alan sempat mencium kening bayi tersebut.
...*********...