Secret Of Love

Secret Of Love
Episode: kenyataan pahit Tania


__ADS_3

"Buruan cerita dis, gue udah penasaran dari tadi lu kagak jadi cerita-cerita" kata Alan


"iyaa...sabar napaa!"


"tadi pagi tu bang, sepulang dari rumah mas jay Gadis mau cari nasi Padang yang di ujung pasar itu"


"tapi ternyata tutup, akhirnya Gadis coba cari di tempat lain. Nah, pas dijalan Gadis ngeliat Tania"


"Dia sempet mau kabur pas Gadis deketin, tapi Gadis nahan dia sampe dia nurut dan ikut sama gue"


"Gue ajak dia duduk di sebuah pos gajauh dari jalan raya, dan keadaan nya sungguh memprihatinkan. Saat gue kasih roti dia makan dengan lahapnya bang kaya belum makan sebulan tuh anak, Gadis sedih kalo inget dia" Gadis bercerita sambil meneteskan air mata nya lagi


Kedua sahabatnya hanya terdiam mendengarkan cerita Gadis, sesekali Vino memberikan tissu.


Flashback On


Gadis memeluk Tania, ia juga meneteskan air matanya lagi


"Maafin aku Tan, maafin aku..disaat kamu butuh, aku malah jadi pengecut"


"Oke sekarang, kamu bisa cerita ke aku semuanya ! kamu percayakan sama aku, aku janji aku ga akan ninggalin kamu lagi" ucap Gadis meyakinkan Tania


Tania mengangguk,


"dis, kamu liat kan kondisi aku sekarang"


"Walaupun tanpa aku beritahu pasti kamu sudah tau"ucap Tania sambil menunduk dan mengusap perutnya yang buncit


DEG


Seketika jantung Gadis serasa berhenti saat menatap perut Tania intens, tiba-tiba lidahnya kelu untuk berkata.


"Ka-kamu Ha-hamil ??" tanya Gadis terbata


Tania hanya mengangguk sebagai jawaban, lama Gadis terdiam antara percaya dan tidak percaya.


"Pa-pasti Rio kan?" ucap Gadis hati-hati


Tania tak bisa menjawab, ia langsung menghambur ke pelukan Gadis lagi sambil menangis,

__ADS_1


Agak lama Tania menangis namun kemudian ia menguatkan dirinya sendiri,


"sebenarnya kejadiannya sejak aku ga masuk sekolah itu dis"


"Saat itu aku pengen cerita sama kamu, dan jujur tapi kamu tiba-tiba jauhin aku..."


Gadis pun menggenggam tangan Tania


"Maafin aku Tan, aku menyesal"


"It's okay, aku paham. singkat cerita waktu itu aku mengetahui suatu hal, ga sengaja aku angkat panggilan di handphone Rio, ternyata suara cewek dan saat dia tau aku Tania dia bilang kalau dia juga pacarnya Rio"


"Akupun kecewa dan seketika minta putus sama Rio. Tapi dia ga terima dan dia...hiks merkosa aku dis"


"Makanya aku sampe down dan ga masuk sekolah selama itu, dia pun ngancam kalo sampai aku mutusin dia, dia bakal buat aku hamil"


"Setelah kejadian itu tanpa rasa menyesal dia memperlakukan aku dengan baik seperti biasa di depan mama papa, mau gamau aku masih jadi pacarnya karena terpaksa. karena setelah kejadian itu dia jadi semena-mena sama aku Sampai akhirnya aku gakuat dan benar-benar minta putus"


"Dan dia beneran dengan ancamannya saat itu, dia berhasil buat aku hamil dan ninggalin aku. Dia juga ngasih tau ke papa bahwa aku yang telah menggoda dia "


"sampai akhirnya aku diusir dari rumah dan begitu dibenci papa, makanya aku ngontrak Sekarang dis"jelas Tania panjang lebar


"Karena Rio nunjukin video saat kita melakukannya dis"


"Saat itu ternyata dia udah ngrencanain semuanya dia ngasih obat perangsang ke minuman aku, aku gabisa nahan waktu itu dan memintanya untuk......"


"sstt...gausah diterusin" kata Gadis yang meraih tubuh Tania kedalam pelukannya


"kamu yang sabar ya tan....aku menyesal udah buat kamu sendirian nglewatin ini semua maafin aku" sesal Gadis


"dan apa kamu tau dis, ternyata selama ini Rio ga bener-bener mencintai aku. Ada musuhnya yang ternyata suka sama aku, dan Rio terobsesi untuk ngedapetin aku untuk membuatnya patah hati"


"makanya dia gamau putus sama aku, dan gamau aku dimiliki oleh musuhnya"


"Kamu tau darimana?" tanya Gadis


"Dari mulut Rio sendiri, ternyata selama ini aku mencintai orang yang salah dan hanya dimanfaatkan hah ...."


Gadis mengepalkan tangannya beberapa kali saat mendengar cerita dari Tania,

__ADS_1


"BAJINGAN !!! BISA-BISANYA DIA NGELAKUIN HAL ITU KE LU TAN ! GUE GA TERIMA TAN"


"POKOKNYA AYO KITA MINTA PERTANGGUNGJAWABAN DIA TAN"


Braakkk !!!


Karena tak kuat menahan emosi Gadis pun memukul papan di sampingnya hingga patah,


"percuma dis, dia ga akan pernah mau. Hiks"


"yaudah kalo gitu, lu ikut gue pulang ! Lu tinggal sama gue mulai sekarang, gue yakin ayah bakal ngizinin kok"


Tania langsung menggeleng,


"Gue gamau lu sama ayah lu kenapa-kenapa cuma karena gue, lu gausah peduliin gue dis. Orangtua gue aja udah ga peduli sama gue"


"Hey, ga akan terjadi apa-apa percaya deh. Gue mohon Tan, gue ga akan tenang kalo lu gamau ikut gue !"


"Dis, setidaknya gue tinggal di kontrakan. Gue ga kepanasan juga kehujanan, lu tenang ya"


"Makasi karena lu udah tulus banget sahabatan sama gue dis, tapi gue gabisa gue gamau ngrepotin lu"


Kemudian Tania pun memeluk Gadis,


"Gue pamit ya, semoga lu bahagia selalu ..gue sayang lu diss, juga doain gue biar sehat-sehat selalu" ucapnya sambil tersenyum


Tania berjalan mundur sambil terus tersenyum manis menatap Gadis,


"tunggu Tan biar gue anterin"


Gadis beranjak untuk mengejar Tania, namun tiba-tiba...


Bruaaaakkkk !!!


"Taniaaaaaaaaaaa......"


Flashback off


...*******...

__ADS_1


__ADS_2