
"Jadi dia diusir dari rumah nya sendiri dis?" kata Alan
Gadis hanya mengangguk sebagai jawaban,
"kok orangtuanya tega banget ya"imbuh Alan lagi
"tapi walau gimanapun kita harus ngasih tau orang tuanya, entah nanti gimana reaksi mereka"tutur Vino
"Iyaa bang Vino bener dis"
Gadis terlihat diam sejenak, ia membenarkan perkataan Vino
"pinjem kunci motor lu dong lan"
"Eh, lu mau kemana?" tanya Alan masih menggenggam kunci
"kalian tunggu disini sebentar, gue janji bakalan cepet balik"
"Eh, nggak nggak ! sebelum lu ngasih tau sebenarnya mau kemana !"kata Alan
"ish, gue mau kerumah Tania ngabari orangtuanya"
"Biar, Abang aja yang kesana dis. Kamu tunggu disini"
"Iya bang Vino bener, gue takut lu kenapa-kenapa dijalan"
"Gue janji bakalan hati-hati beneran deh, emang Abang tau rumah Tania? Enggak kan?"
Alan dan Vino saling tatap karena tak rela Gadis pergi sendirian,
"yaudah kamu pergi di temenin Alan, biar Abang tunggu disini"
"tapi bang..."ucap Gadis
"Udah ga ada tapi-tapian, sana lan anter Gadis"
"yaudah kita berangkat dulu bang"pamit Alan
"Iya kalian hati-hati"
"Daa bang.." kata Gadis melambaikan tangan
Vino pun membalas lambaian tangan Gadis
***
"Emang lu tau rumah Tania dimana dis?"tanya Alan di tengah perjalanan
"hehe, engga lan"ucap Gadis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Lah, trus gimana dong"
"Kita kerumah Yohan dulu, dia tau rumah Tania"
"Oh ya tapi sebelum itu kita ke kontrakan Tania dulu ya lan"ucapnya lagi
__ADS_1
"Mau ngapain?"
"Ada sesuatu yang penting"
Alan mengangguk kemudian menambah kecepatan motornya.
Setelah dari kontrakan Tania mereka menuju rumah Yohan.
Saat sampai dirumah Yohan Gadis langsung turun dan buru-buru mengucap salam.
Ibu Yohan memberitahu bahwa Yohan masih tidur, beliau menyuruh Gadis untuk membangunkan Yohan sendiri di kamarnya.
"Lah, tu anak main nyelonong aja"ucap lirih Alan sambil menggelengkan kepalanya melihat Gadis buru-buru masuk mencari Yohan
"Nak Alan silahkan masuk saja"
"Saya menunggu disini saja Bu" jawab Alan
***
"Penguasa bumi, bangun" ucap Gadis menggoyangkan badan Yohan
"Woy, bangun dong "kata nya lagi
"Egghhh... ngapain sih dis gue masih ngantuk tauk" Yohan mencoba duduk dan mengucek matanya
"Darurat ini ! ayo ikut gue cepetan" kata Gadis menarik tangan Yohan
"Eh mau kemana gue ganti baju dulu"
"kagak usah...udah ayokkk" Gadis menarik Yohan dengan kuat, Yohan hanya bisa menyambar jaketnya
"Bu, kita pergi dulu ya bu sebentar Assalamualaikum"pamit Gadis terlihat terburu-buru
"Eh, kalian mau kemana?iya Walaikumsalam"
"Bu, saya pamit dulu ya Assalamualaikum"pamit Alan
"Walaikumsalam hati-hati nak"
Alan segera menyusul Gadis yang telah mendahuluinya, tadi Gadis mengambil motornya terlebih dulu di tempat bertemunya dengan Tania.
Jadi sekarang Gadis membawa motornya sendiri membonceng Yohan.
Yohan mengarahkan jalan menuju rumah Tania, tak lama mereka pun sampai.
Gadis segera menekan bel berulang kali, ia berharap segera dibukakan pintu.
Ceklek
Akhirnya seseorang membuka pintu tersebut,
"Eh, Yohan ..udah lama Tante ngga ketemu kamu?gimana kabarnya?"
"Baik Tante"ucap Yohan sambil tersenyum
__ADS_1
"Oh, ya sebenarnya maksud Yohan kesini karena mengantar temen Yohan ini Tan, dia ingin bertemu tantee" jelas Yohan
"Oh, yaa?nama kamu siapa nak?"
"Saya Gadis Tante, teman sekelas Tania"
"Ehm..Tante bolehkah Gadis berbicara penting berdua dengan Tante, sebentar aja"ucap Gadis sedikit memohon
"Baiklah silahkan masuk.. itu temen kamu yang dibelakang diajak masuk juga dis"
Gadis pun diajak Mama Tania ke taman belakang, sedangkan Yohan dan Alan berada diruang tamu.
Mama Tania adalah orang yang ramah dan penyayang.
Mereka duduk saling berhadapan, Mama Tania sebenarnya penasaran apa yang akan di sampaikan oleh Gadis, tapi ia memilih menunggu Gadis mengatakan sesuatu terlebih dulu.
"Tante perkenalkan sebelumnya saya Gadis teman sekelas Tania, dan bisa dibilang teman dekatnya selama ini"
"Oh ya?tapi kenapa Tania ga pernah cerita dis dan Tante baru melihat kamu sekarang, apa kamu ga pernah main kesini?"
"iya Tante, baru kali ini Gadis kesini, dulu Gadis beberapa kali ingin main kesini tapi Tania melarangnya"
"Loh kenapa?"
"Maaf sebelumnya Tante, itu semua karena takut sama Rio, Rio yang melarang Tania untuk berteman dengan siapapun"
"kamu salah paham Gadis, Rio begitu karena sayang banget sama Tania dis, beberapa kali Tania punya teman tetapi selalu dimanfaatkan makanya Rio melarang Tania berteman dengan sembarang orang, selama ini Tania gapunya teman dan hanya Rio yang selalu ada di sisinya"
"Maaf Tante sebelumnya, yang Gadis tau Rio selalu melarang Tania untuk berkomunikasi dengan siapapun karena sebenarnya Rio gamau ketauan kalau dia selingkuh dari Tania tan"
"Dan yang lebih parah lagi, kalau sampe Tania melanggar Rio ga segan-segan memukul Tania tan...Gadis pernah melihat dengan mata kepala Gadis sendiri kok"
Mama Tania sungguh terkejut, ia meragukan perkataan Gadis,
"Percayalah Tan, Rio itu ngga sebaik yang Tante kira dia hanya baik di depan Tante.. kalau ga percaya Tante bisa tanya sama Yohan, dia juga tau saat Tania dipukuli Rio"
DEG
"Kamu serius dis..."tanya Mama Tania sekali lagi
"Gadis serius Tante, Tania udah cerita semuanya ke Gadis"
"Tante.. maaf sebelumnya, kenapa tante diem aja pas Tania diusir dari rumah ini?" airmata Gadis akhirnya menetes
Mama Tania yang melihat Gadis menangis segera menghapus air matanya, "Mana ada ibu yang tega dis, Tante terpaksa saat itu. Papa Tania tidak bisa dibantah jika sudah mengambil keputusan, Tante hanya bisa memastikan kalau Tania berada di tempat yang nyaman ketimbang luntang-lantung dijalanan" air mata Mama Tania pun ikut luruh juga
"Hari ini Gadis ketemu Tania setelah sekian lama Tan, dan Gadis pun menemaninya melahirkan Putri kecilnya" kata Gadis dengan tatapan datar
"Apa? Jadi dia sudah lahiran?"
"iya Tan, tapi....."
"Tapi apa dis?" tanya Mama Tania penasaran
Gadis semakin menangis,
__ADS_1
"dis, ada apa sebenarnya?katakan sama Tante..."
...*******...