Secret Of Love

Secret Of Love
Cemburu


__ADS_3

Aku mulai meronta ketika merasakan kehabisan nafas dan dia mulai melepas ciuman itu, kemudian menyatukan kening kami.


Nafasnya tersenggal senggal, dia tersenyum melihatku.


"Sya, kenapa kamu melakukan itu lagi?"


"Ya karna aku berhak semua yang ada ditubuhmu, karna kita akan menikah"


"Itu masih jauh Sya, aku masih berusaha untuk mengenalmu"


"Iya aku tau, tapi itu semua layak dilakukan saat berpacaran"


"Iya, tapi aku belum terbiasa Sya akan hal seperti itu"


"Tenang Sya, aku akan membuatmu terbiasa dengan itu semua" dia memelukku dan mencium keningku


Satu jam berlalu, aku dan Rasya turun kebawa. Ibu dengan keluarganya berbincang bincang dan tertawa.


"Sudah selesai ya sayang bicaranya?" ibu Rasya


"Iya tan, sudah selesai"


"Kalo gitu kita pamit dulu ya sudah larut malam soalnya, ingat ya sayang besok jam 18.00 dandan yang cantik"


"Iya tante"


Keluargaku mengantar Rasya dan keluarganya sampai diluar rumah. Setelah kepergian mereka terasa sepi kembali rumah ini.

__ADS_1


"Sayang gimana Rasya?"


"Seperti itulah bu, oh ya Pevita mana?"


"Udah tidur mungkin, dia kecapekan soalnya. Kamu juga sana tidur besok grand openingnya jangan lupa ya"


"Oke bu"


Saat dikamar aku mengambil sebuah foto dilaciku.



Ya itu fotoku bersama Raka saat acara grand opening perusahaan Handika. Aku merasa sesak ketika mengenang masa masa ku bersamanya, masa yang sangat indah. Dimana dia selalu berada disampingku, bersamaku, menemaniku kemanapun aku pergi.


Aku kangen semua masa itu, andai dulu keluarga Andiva tidak sejahat itu mungkin dia dan aku sudah berbahagia bahkan menikah. Ya itulah impianku dulu menikah dengannya tapi keadaannya kini sudah berbeda semoga kamu bahagia ya Ka.


Kamu akan tetap menjadi saudaraku sampai kapanpun. Aku akan mencarikan perempuan yang cocok denganmu, yang tidak akan melukaimu.


Segera kukirim surat itu melalui email, tidak perlu menunggu lama balasan pun masuk.


'Tidak mengundurkan diri, kau sudak kupecat' aku yakin Rike yang membalas itu. Aku hanya menggeleng kepala saja akan kesombongannya. Masih saja tidak berubah, dendam apakah yang membuat dia seperti ini. Ini sangat menggilakan!


Semakin lama semakin larut malam dan kantuk pun datang hingga membuatku tertidur. Pagi harinya aku bangun seperti biasanya, aku melihat ibu dan adikku diruang tamu. 'Ada apa sepagi ini mereka diruang tamu' fikirku


"Ibu, ada apa? Kenapa pagi pagi udah diruang tamu?"


"Ini lo sayang Raka mencarimu"

__ADS_1



Aku melihat dia tersenyum manis seperti biasanya. Senyum mautnya yang selalu membuatku berdebar saat bersamanya dulu. Tapi sekarang semua berubah jadi biasa saja ketika melihatnya tersenyum.


"Oh, ada apa Ka?"


"Aku mau ajak kamu keluar"


"Yaudah, tunggu dulu aku mau mandi"


Aku meninggalkan mereka, aku lihat ibuku tidak seperti kemarin. Sekarang beliau sudah akrab kembali dengan Raka, itu membuatku lega.


Setelah selesai bersiap siap aku menghampiri mereka dan tersenyum.



"Kamu masih seperti dulu, cantik nya tidak pernah berubah"


"Kamu bisa aja Ka, yaudah bu kita jalan dulu ya"


"Iya, jangan lupa nanti ada acara dan jangan sampai telat. Ingat itu!"


"Iya bu"


Aku pergi dengan Raka, saat dijalan aku melihat Rasya bersama Izzy. 'Mereka bertemu lagi? Kau membuatku ragu Sya!" batinku. Mataku terus menatapnya, sepertinya dia merasa diperhatikan dan mulai menatapku. Mata kami saling bertemu, aku melihat ada pancaran emosi dimata itu yang membuatku mengernyit.


'Sepertinya dia marah? Marah kenapa? Harusnya aku yang marah padanya!'

__ADS_1


Awas saja nanti, akan aku balas kamu Sya. Aku bukanlah Gesya yang lemah bisa kamu manfaatkan kapan aja dan dimana saja.


Meskipun kita dijodohkan, aku tidak mau menerima perlakuanmu ini!


__ADS_2