Secret Of Love

Secret Of Love
Episode : meninggal


__ADS_3

Alan pun segera kembali menemui kedua sahabatnya, namun saat jaraknya sudah lumayan dekat ia melihat Gadis yang menangis dan sedang ditenangkan oleh Vino.


Dia menerka-nerka di dalam hati, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Gadis menangis lagi. Ia kemudian segera mendekat,


"Bang ada apa?" seketika wajah tampan nya berubah menjadi panik


Vino mengode Alan agar tidak bertanya terlebih dulu,


***


20 menit yang lalu saat Alan mengikuti suster untuk mengadzani bayi Tania, Dokter tak lama keluar dari ruangan.


"Dok, bagaimana keadaan teman saya apakah sudah sadar?" tanya Gadis tidak sabar


Dokter tidak langsung menjawab, ia menghela nafasnya lebih dulu,


"Maafkan kami, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkehendak lain"ucap Dokter itu sendu


"Apa maksud dokter?Tania pasti kuat dok"kata Gadis tak terima sambil memukul dada sang dokter


Vino segera mencegah Gadis dan menariknya pelan,


"Dis, tenangin diri kamu dulu"


"Maaf, kami hanya bisa menyelamatkan bayinya, karena pasien banyak mengeluarkan darah di bagian kepala"


"pasien tidak bisa melewati masa kritisnya, sepertinya dia juga tidak ada keinginan dan semangat untuk melawan rasa sakitnya"


"Saya turut berduka cita, semoga keluarga nya diberikan ketabahan, permisi" ucap Dokter kemudian berlalu


Gadis pun bersimpuh di depan ruang operasi, dia menangis sejadi-jadinya. Ia belum percaya bahwa sahabatnya kini telah tiada.

__ADS_1


Vino membiarkan Gadis menangis, ia hanya bisa menepuk-nepuk pundak Gadis untuk menenangkan.


"Bang, ini semua salah Gadis bang" kata Gadis sambil memukuli dirinya sendiri


"andai tadi Gadis cepat mengantar Tania, pasti dia gak akan seperti ini bang"


"Gadis, hei jangan seperti ini" ucap Vino sambil mencegah Gadis memukuli dirinya sendiri


"Tolong jangan menyalahkan diri kamu sendiri, ini semua sudah kehendak Allah dis"


"Tapi Gadis gak bisa maafin diri Gadis sendiri bang...hiks"


"Bang ada apa?"tanya Alan yang baru datang


Vino memberi isyarat agar Alan tidak bertanya terlebih dahulu.


Gadis yang melihat Alan datang segera memberi tahu,


Alan pun mendekat dan berjongkok di hadapan Gadis,


"lu tenangin diri lu dulu yaa, jangan kaya gini" ucap Alan sambil memegang pundak Gadis


"Gue gabakalan bisa tenang lan, gara-gara gue Tania ga ada !" kata Gadis penuh penekanan


"Ma-maksudnya?"


"Tania meninggal, dia gabisa nglewatin masa kritisnya"ucap Vino


Seketika tubuh Alan menjadi lemas dan terduduk, ia menangkupkan kedua tangannya menutupi wajahnya.


Vino memegang pundak Gadis dan mengajaknya duduk di kursi,

__ADS_1


"lan, sini " ucap Vino sambil menepuk bangku disisinya kemudian Alan pun menuruti.


"nih minum dulu dis" kata Vino memberikan air mineral


"kamu punya nomor orangtua Tania dis?"tanya Vino


"Gapunya bang"jawab Gadis dengan suara parau


"hah...kasihan banget, bayi mungil itu"kata Alan dalam hati, ia tidak mau Gadis mendengar dan nangis lagi


"Bang..."


"Lan.."


"Sebenarnya...." ucap Gadis menggantung


"Apa?" jawab Vino dan Alan bersamaan


"Sebenarnya tadi pagi Tania ceritain semuanya sama Gadis"


"Cerita apa?"tanya vino begitu penasaran


Bersambung....


...**********...


...Jangan lupa berikan like dan komen setelah membaca yaa πŸ’•...


...Oh ya, mungkin novel aku ini akan segera tamat ...


...Jadi simak terus kisah selanjutnya ya.....

__ADS_1


...Terimakasih, dan Happy Reading πŸŒΌπŸ™...


__ADS_2