Secret Of Love

Secret Of Love
Episode : Menjaga Jarak


__ADS_3

Semenjak pertemuan saat itu Gadis dan Tania kini saling menjauh, Tania kembali seperti dulu, hanya mengenal Rio saja di hidupnya.


"Baiklah Tan, kalau ini membuat lu nyaman gue akan menjauh dari lu, gue hanya bisa berdoa semoga lu selalu bahagia tan. Dan gue berharap suatu saat lu tau dan mengerti kenapa gue jauhin lu,, Maaf sudah membuatmu kecewa" Batin Gadis menatap Tania dari kejauhan


Gadis hanya bisa menjaga jarak, ia berfikir Tania akan nyaman jika berjauhan darinya. Gadis sadar walau bagaimanapun ia sudah mengecewakan hati Tania, ia yang tiba-tiba menjauh terlebih dulu dari sahabatnya itu.


Sedangkan dengan Tania, ia juga seperti Gadis. Terkadang ia juga menatap Gadis dalam diam, ketika pandangan mata mereka bertemu segera Tania mengalihkannya.


"Gue kangen banget sama elu dis, rasanya pengen lari dan meluk lu.. gue pengen nyeritain segalanya, apa yang gue alami selama ini, tapi disaat gue butuh lu.. lu sama kaya yang lain lu ninggalin gue tanpa sebab yang jelas, gue kecewa sama lu dis" ucap Tania dalam hati saat menatap Gadis


"Udah jangan galau terus, doain aja semoga dia selalu bahagia dan Rio tulus sama dia" kata Yohan menepuk pundak Gadis yang sedang melihat Tania berjalan sendiri menuju kantin


"Semoga aja, kalau sampe sekali aja gue liat teh Rio apa-apain Tania gue bakalan minta perhitungan sama dia" ucap Gadis


"lu serem dis kalo serius gini"

__ADS_1


"Emang gue Mak lampir?"


"haha, kan emang lu Mak Lampir wleee" Yohan segera berlari saat mengatakan itu, dia tidak mau mendapat amukan dari Gadis


Sekarang Yohan sudah ikut latihan bela diri di tempat Jay karena paksaan dari Gadis dan Ibunya. Juga dia sadar setelah diculik, ia harus bisa membela dirinya sendiri.


Dimas juga sudah tidak marah lagi pada Gadis karena penjelasan dari Alan, Alan mengatakan sejujurnya dan membujuk Dimas dengan penuh kesabaran agar tidak marah lagi.


Alan menceritakan kepada semua sahabatnya bahwa ia yang mengantar Gadis bertemu dengan Rio.


Juga, tentang kesepakatan nya kepada Rio, sehingga tidak ada kekerasan yang terjadi antara mereka saat itu.


Alan sadar Dimas begitu karena ia khawatir dengan Gadis, bukan hanya Dimas, Edo dan juga Vino juga sama khawatirnya. Mereka berempat begitu peduli terhadap Gadis, begitupun sebaliknya.


Kini Gadis menjalani Hari-harinya tanpa Tania disisinya sebagai seorang sahabat, walaupun ia masih bisa melihat Tania namun tidak bisa seakrab dulu lagi.

__ADS_1


Tak terasa Setahun telah berlalu Dimas dan Vino sudah lulus sekolah menengah atas dan kini tengah mencari kampus yang mereka inginkan.


Rencananya mereka ingin melanjutkan pendidikan di kampus yang sama. Sedangkan Alan, naik ke kelas XII yang sebentar lagi akan dibuat sibuk karena harus sering ikut latihan ujian.


Edo dan Gadis juga naik ke kelas XI.


Gadis, Alan, dan Edo kini juga sudah menyelesaikan latihan bela dirinya, setelah setahun belajar.


Mereka diberikan pelajaran unsur bela diri dengan tujuan untuk mempertahankan kehormatan diri, keselamatan, kebahagiaan, serta keberaran.


Dalam bela diri ini, juga mengajarkan agar manusia yakin bahwa tidak ada kekuatan selain kekuatan Tuhan yang bisa mengalahkan. Ajaran ini memberikan pengetahuan tentang upaya atau cara untuk mendekatkan diri antara manusia dengan Tuhan, mempelajari hubungan antara manusia dengan manusia, dan hubungan antar manusia dengan alam semesta.


Makanya, sekarang Alan banyak berubah, dari yang awalnya suka mabuk-mabukan tidak jelas, balapan liar dll sekarang bisa menjadi lebih baik. Begitupun dengan Gadis, ia yang gampang emosi sekarang bisa mengontrol emosinya. Tapi tetap saja kalau dirasa itu salah, pasti ia akan membela siapapun yang benar.


Tak jarang ia harus berkelahi untuk menolong orang, dan saat itu juga Alan ataupun Edo ikut membantu, tak seperti dulu yang hanya mengagumi keberanian Gadis. hehehe

__ADS_1


__ADS_2