Secret Of Love

Secret Of Love
Kagum


__ADS_3

Aku hanya terkekeh geli mendengar ucapan mereka gila dan benar benar gila iniπŸ˜‚πŸ˜‚


Segera aku pergi, aku tidak ingin sampek ketahuan kan bisa malu aku. Hingga membuatku tidak menyadari ada sepasang mata dikejauhan sana memperhatikan kelakuanku tadi.


Aku menuju kamar Tasya dan mulai memetik gitar.


Awalnya tak mengerti apa yg sedang kurasakan


Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada


Sejak kau hadir di setiap malam ditidurku


Aku tahu sesuatu sedang terjadi padamu


Sudah sekian lama ku alami pedih putus cinta


Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara


Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku


Kau berbeda dari yang ku kira


Aku jatuh cinta kepada dirinya


Sungguhh sungguh cinta oh apa adanya


Tak pernah ku ragu namun tetap selalu menunggu


Sungguh aku jatuh cinta kepadanya


Coba-coba dengarkan apa yang ingin aku katakan


Yang selama ini sungguh telah lama terpendam


Aku tak percaya membuatku tak berdaya


Tuk ungkapkan apa yang kurasa


Kadang aku cemburu, kadang aku gelisah


Seringnya ku tak tentu lalui hari


Kutak dapat ku pungkiri hatiku yang terdalam


Betapa aku jatuh cinta kepadanya


"Aku gak nyangka ternyata suara bagus juga ya Sya" aku terlonjak dan segera melihat orang itu


"Rasya? Sejak kapan kamu disitu"


"Dari tadi sayang, apa kamu tidak menyadari?" dia mulai mendekatiku dan berbisik tepat ditelingaku. Aku merasa geli merasakan hembusan nafasnya dan mendorongnya.


"Sudahlah Sya, jangan bersikap begitu"


"Bahkan ketika kamu menggoda kakakku saat bercinta dengan pacarnya aku tau" aku membelalakan mataku dan tidak percaya apa yang dikatakan oleh Rasya. Oh Tuhan, sejak kapan dia menjadi penguntitku. Apakah aku sudah membangun singa yang tertidur.


"Apa kamu tidak ingin merasakannya?" dia mulai meraba raba tubuhku hingga membuatku menggelijang.


"Sya, ngapain kamu, lepas"


"Kamu tau, tubuhmu tidak bisa berbohong kalo kamu menikmatinya"


"Sudah Sya jangan becanda, jangan sentuh aku atau aku akan membatalkan perjodohan ini"

__ADS_1


"Mulai berani ya kamu kucing kecilku" dia mulai menyentuh hidungku dengan hidungnya dan ini membuat jantungku berdebar, aku mulai memejam mataku.



"Hem hem" deheman seseorang membuatku sadar dan menjauh dari Rasya.


"Kak Randy?"


"Damn it! Nganggu kesenanganku saja kamu ini kak"


"Hehehe gak tau juga"


"Gesya? Jadi nonton nanti?"


"Mati saja kau kak!" umpat Rasya


"Hahaha adikku sekarang sangat kejam, baiklah aku keluar dan gak akan ganggu waktu kalian"


"Pergi sana! Kenapa tidak dari tadi"


Aku sudah tidak bisa menahan tawaku dan meledaklah yang membuat Rasya semakin kesal padaku.


"Lucu ya? Sampai tertawa begitu"


"Hahaha lumayan!"


"Okelah, aku akan menyanyikan sebuah lagu untukmu, aku akan menggantikan tawamu menjadi kagum!"


"Kamu bisa nyanyi?"


"Kita lihat saja"


Dia mengambil gitar ditanganku dan duduk disebelahku. Dia mulai memetik gitarnya, sungguh indah suaranya, suara gitar tapi lo ya😁


Lama sudah ku menanti


Tapi tak pernah aku senyaman ini


Mungkin dirimulah cinta sejati


Tak akan kuragu lagi


Kujaga sampai ke ujung nadi


Takkan kusia siakan lagi


Buat hidupku lebih berarti


Cintamu senyaman mentari pagi


Seperti pelangi, slalu kunanti


Cintamu tak akan pernah terganti


Selamanya di hati


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Tak akan kuragu lagi


Kujaga sampai ke ujung nadi


Takkan kusia siakan lagi

__ADS_1


Buat hidupku lebih berarti


Cintamu senyaman mentari pagi


Seperti pelangi, slalu kunanti


Cintamu tak akan pernah terganti


Selamanya di hati


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Takkan kusia siakan lagi


Buat hidupku lebih berarti


Cintamu senyaman mentari pagi


Seperti pelangi, slalu kunanti


Cintamu tak akan pernah terganti


Selamanya di hati


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Cintamu senyaman mentari pagi


Seperti pelangi, slalu kunanti


Cintamu tak akan pernah terganti


Selamanya di hati


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Aku bahagia, milikimu seutuhnya


Aku terkesima mendengar suaranya, suaranya sangat merdu dan membuat telinggaku tergiang ngiang hingga tanpa sadar aku menintikkan air mataku.


"Sayang, jangan nangis, apakah suaraku tidak begitu enak sampai nangis kamu?" ucapnya dengan cemas


"Kamu tau suaramu seperti petir hingga membuatku takut, takut kehilanganmu hiks hiks"


"Apa apa? Cobak katakan lagi!" dia tersenyum memandangku


"Kataku yang mana?"


"Tadi, takut kehilanganmu"


"Salah dengar kamu, kapan aku bicara begitu"


"Sayang"


"Tuli ya!" bentakku


"Hiks hiks kamu bentak aku?"


"Kok ikutan nangis?"


"Ya, kamu jahat"

__ADS_1


Aku mulai tertawa dengan sikapnya yang kekanakan, dia sangat menggemaskan.


"Cup" aku menyium pipinya dan meninggalkannya. Dia hanya bengong disana.


__ADS_2