
Malam harinya Syifa dan Gadis duduk di teras rumahnya sambil berbincang-bincang, kebetulan malam itu langit cerah, jadi banyak bintang bertaburan disana.
"Gadis kangen banget sama mba, udah lama ya kita ga Kaya gini mba" ucap Gadis sambil memandang bintang di langit
"Sama dis mba juga, eh tunggu dulu lebih kangen mba atau Bastian??" goda Syifa
"haha dua-duanya mba !" ucap Gadis sambil tertawa
"Gimana hubungan kamu sama dia setelah kejadian tempo lalu?!" tanya Syifa
"Gadis sih coba kasih dia kesempatan mba, tapi kalau sampe dia ngulangin lagi, yaudah wassalam haha"
"hmm mba udah lama juga ga pernah liat tu anak ! Oh ya dia tau ga kalau kamu pulang?"
"Gadis ga bilang mba sama dia, biar aja dia kaget ! besok rencananya Gadis akan menemui dia"
"nanti saat liat kamu bisa-bisa pingsan tu anak hahaha, secara dia bucin banget sama kamu dis haduhh" ejek Syifa
"haha iya juga ya mba biarin aja dah "
Mereka berdua tertawa cekikikan diteras, neneknya yang heran pun keluar untuk melihat mereka dan menyuruhnya masuk karena malam hampir larut.
Tak lama mereka berdua menyusul nenek masuk kedalam rumah dan ikut membaringkan tubuh mereka ke kasur, kakek sudah tidur sejak tadi. Mereka berempat tidur bersama di depan tv.
*
*
*
__ADS_1
Keesokan harinya setelah membantu neneknya bersih-bersih dan memasak Gadis pergi mandi.
Syifa pun sudah pulang sejak petang tadi.
Hari ini Gadis akan menemui teman-temannya dan juga Bastian. Selesai mandi Gadis pamit kepada kakek dan neneknya untuk menemui teman-temannya.
Dia pun mengeluarkan motor yang telah 6 bulan ini ia tinggalkan itu. Yaa semenjak Gadis menyusul ayahnya ke kota motor itu tidak pernah terpakai, karena kakek juga tidak bisa mengendarai motor, paling cuma memanasi mesinnya saja,,
Ia pun mulai melajukan motornya, tujuan pertamanya ke warung dekat lapangan di desanya, biasanya teman-temannya nongkrong disana.
Lumayan jauh dari rumah, 20 menit perjalanan dengan menggunakan motor. Gadis pun sampai dilapangan, disana ada Irfan, Udin, dan Mamat.
"Behhh... coba liat siapa yang datang" celetuk Mamat sambil memelototkan matanya melihat Gadis, ia memang teman Gadis yang paling konyol
"widihhh...anak kota pulang kampung nih !"kata Irfan menimpali
Gadis pun menjitak kepala Mamat,
"aduh !! hahaha abisnya lu pulang tiba-tiba gitu dis, aku kan jadi ter...kejutt" kata Mamad dengan intonasi bicara yang dibuat-buat manja
"CK,, emang kalo bilang lu mau ngpain?!" tanya Gadis
"gue akan buat pesta penyambutan" ucap Mamat sekenanya
"hahahahaha, dasar lu makin somplak aja !" Gadis dan Irfan terkekeh
Si Udin yang memang orangnya pendiam hanya senyum-senyum sambil menyimak obrolan temannya itu.
Walaupun teman-temannya bar-bar hanya dia yang tidak terpengaruh.
__ADS_1
"eh kenapa lu cuma senyum-senyum, ketawa dong Din !" kata Gadis yang melihat Udin hanya tersenyum
"Engga.. gue cuma heran aja ! setelah lu ke kota gue kira lu bakalan berubah jadi kalem gitu dis" ucap Udin pelan
"eh ternyata tambah parah hahaha" lanjut Irfan
Mereka semua pun tertawa.
"lu kalo ngomong kenapa sih Din suka bener hahaha" kata Gadis
"lu udah sarapan belum dis, kalo belum Sono pesen makan" kata Mamad
"elu yang bayarin???" tanya Gadis
"ya bayar sendirilah, orang lu yang makan kok gue yang suruh bayar hahahahaha" jawab Mamat
Mereka berempat kembali tertawa terbahak-bahak, bahkan ibu pemilik warung pun sesekali ikut tertawa mendengar obrolan receh mereka. mereka berempat memang sudah terbiasa bercanda receh seperti itu.
Tapi hanya mereka berempat ya, setelah lama mengenal satu sama lain dan juga mereka itu pernah satu kelas saat duduk di bangku Sekolah Dasar. Jadi mereka sudah saling mengenal karakter satu sama lain.
Setelah lulus SD mereka berbeda sekolah, Udin satu sekolah dengan Irfan, sedangkan Gadis satu sekolah dengan Mamat.
Tapi hubungan pertemanan mereka masih tetap terjalin baik, mereka masih sering bermain bersama karena mereka satu desa.
...*********...
...Jangan lupa berikan like ya setelah membaca 💕...
...Kritik dan sarannya boleh banget ya 🙏...
__ADS_1
...Terimakasih 😍...