Setelah Malam Pertama

Setelah Malam Pertama
chapter 39


__ADS_3

Rasa itu terlalu dalam


Membawa ku hingga jatuh dalam jurang


Rasa ingin memiliki terus menghantam


Menyiksaku hingga terpaksa berbuat curang


🌺🌺


Happy reading


"Aaa ... ayo buka mulutnya kak! Pokoknya kakak harus makan!" Dita mencoba menyuapi pria yang ada di hadapannya. Ia memegang sebuah sendok berisi nasi beserta sayuran yang di biarkan menggantung di udara, menunggu sang kakak ipar membuka mulut.

__ADS_1


Arzan menggeleng pelan,


"Aku benar-benar tidak berselera, kamu saja yang makan." ujarnya seraya menjauhkan sendok itu dari hadapannya.


"Ayolah, kak. Nanti kakak bisa sakit kalau tidak makan! Aku pasti akan sedih jika kakak sakit." wanita itu sudah memanyunkan bibirnya. Arzan memilih mengabaikan wanita itu. Ia sedang tidak ingin bersama wanita ini, Arzan merindukan istrinya dan ingin bersama wanita itu saat ini. Belum genap satu hari wanita itu pergi meninggalkan rumah mereka, tapi kekosongan serta kehampaan dengan cepat menyerang hingga dirinya terasa tak berdaya.


"Kak, ayo makan sekarang! Pokonya Dita nggak mau tahu! Kakak harus makan!" paksa wanita itu seraya menyodorkan kembali sesendok makanan ke mulut pria itu.


Arzan berdiri, meninggalkan Dita sendirian di meja makan tanpa mengatakan apapun. Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat wanita itu hampir menangis. Sekuat hati ia tahan air mata yang berdesakan ingin keluar.


"Sabar Dit. Bukankah semua butuh proses? Kamu harus bersabar sedikit lagi. Sebentar lagi tujuan kamu akan tercapai. Kamu akan menjadi wanita satu-satunya di hati dan di rumah pria itu. Kamu akan menjadi istrinya, asalkan kamu mau bersabar dan terus berusaha mendapatkannya. Yah, aku yakin itu." Ia mengusap kasar bulir bening yang turun tidak sengaja, menerobos penghalang yang menghalanginya. Ia memasang senyum terpaksa dengan penuh rencana luar biasa menatap pria yang kini sedang berada di ruang tv. Arzan terlihat termenung menatap pintu utama, pria itu sangat berharap sang istri akan muncul dari sana.


Sementara itu Dita menyusun rencana agar dirinya bisa mendapatkan hati sang kakak ipar. Ia segera pergi ke dapur, membuatkan jus apel kesukaan Arzan. Mbok Sumi yang melihatnya pun segera bertanya.

__ADS_1


"Non Dita mau ngapain?" tanya Mbok Sumi seraya mendekat. Dita menoleh tak suka pada asisten rumah tangga itu.


"Buat jus. Mbok Sumi ngapain di sini? Pergi sana!" usirnya dengan sinis.


"Saya cuma mau bantu aja, Non."


" Halah nggak usah! Aku bisa sendiri! Jangan sok baik deh," ujarnya seraya memasukkan buah apel yg sudah di potong dan di bersihkan olehnya. Mbok Sumi hanya menghela napas berat, ia melirik tak suka pada adik ipar majikannya itu.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi." ujar Mbok Sumi seraya berlalu.


"Ganggu aja, sih!" ujarnya seraya memasukkan jus apel buatannya ke dalam gelas panjang. Wanita itu tersenyum penuh arti sembari melihat segelas jus apel buatannya. Lalu tanpa pikir panjang, ia segera memberikan segelas jus itu pada sang kakak ipar. Dita berjalan dengan percaya diri menuju ruang tv, mencoba menghilangkan rasa kecewa atas sikap Arzan yang begitu dingin padanya. Ia akan membuat pria itu kembali seperti kemarin, bahkan apabila perlu ia akan segera menyusun rencana untuk bisa menikah dengan Arzan.


"Kamu pasti nggak akan nolak setelah ini. Bahkan sebentar lagi kita akan menikah. Aku akan menjadi selamanya, kak.

__ADS_1


__ADS_2