Setelah Malam Pertama

Setelah Malam Pertama
Chapter 57


__ADS_3

**Hidup penuh dengan misteri


Semuanya tak bisa di tebak


Kita bisa berencana tapi tetap Tuhan yang menentukan


🍂🍂


Happy reading**


Semilir angin lembut membelai wajah wanita yang sedang duduk termenung di bawah pohon mangga depan rumah. Seminggu telah berlalu semenjak meninggalnya sang Ayah. Aisyah masih berduka, wajahnya yang ayu tampak polos dengan lingkaran hitam di sekitar mata. Dunia wanita itu runtuh, sering termenung dan semangat hidupnya tinggal sedikit. Hari ini juga Arzan dan adik tirinya melangsungkan pernikahan. Sendirian, di dunia seluas ini. Satu persatu orang yang di cintainya pergi meninggalkan dirinya seorang diri. Hanya kedua sahabatnya lah yang selalu mendampingi Aisyah. Bahkan Desy memutuskan untuk menginap agar bisa menemani sahabatnya itu. Ia tidak ingin meninggalkan Aisyah seorang diri, sementara Haris setiap hari mengunjungi Aisyah dan Desy.


Sebuah mobil sport bewarna hitam berhenti tepat di depan rumah Aisyah. Wanita itu tak menyadari, hingga seorang pria turun mengendap-endap menghampiri Aisyah yang sibuk melamun.


"Ngelamunin apa sih neng? kok serius banget kayaknya." tegur pria yang baru datang. Pria itu adalah Haris. Sudah seminggu ini ia selalu datang dan membawakan makanan kesukaan wanita itu.

__ADS_1


"Kapan kau datang?" tanya Aisyah tanpa minat. Ia menghela napas berat, lalu tersenyum pahit.


"Baru saja. Kau terlalu asik melamun sehingga tidak sadar bahwa pria tertampan ini datang." sahut Haris. Ia mendaratkan tubuhnya di samping Aisyah. Aisyah hanya tertawa kecil menanggapi candaan yang di lontarkan Haris. Biasanya wanita itu akan protes bahkan memukul lengan Haris, tapi sekarang terasa sangat berbeda. Bahkan menanggapi dengan kata-kata pun tidak. Aisyah yang biasanya ceria, kini tampak muram.


"Jalan yok Syah." ajak Haris.


"Males," jawab Aisyah singkat.


"Males kok di pelihara? Pelihara tuh ikan, ayam, sapi atau kingkong kek. Ini melihara males." cibir Haris dan hasilnya ia mendapat kerlingan tajam dari wanita yang ada di sebelahnya.


"Jalan kemana?" tanya Aisyah. Sepertinya ia tertarik, lagi pula sudah satu Minggu ia tidak kemana-mana. Rasa bosan mulai menghampirinya.


"Kemana aja. Asalkan sama aku, pasti happy kok." Haris menaik turunkan alisnya menggoda Aisyah.


"Ya udah, ayo pergi. Panggil Desy dulu sana." kata Aisyah.

__ADS_1


"Mending kita berdua aja deh. Desy jangan di ajak."


"Bisa di amukin ntar sama dia. Lagian kasihan juga dia. Beberapa hari ini selalu di rumah sama aku."


"Ishh ... iya-iya. Lagian aku juga takut di amukin dia. Desy kan serem kalo ngamuk." ucap Haris seraya tertawa geli. Tak lama pria itu masuk ke dalam rumah sahabatnya, mencari keberadaan Desy. Wanita yang di carinya sedang sibuk memasak. Melihat sahabatnya yang begitu serius, membuat jiwa iseng Haris bangkit. Ia kembali mengendap-endap mendekati wanita yang sedang sibuk menggoreng ikan itu.


Setelah dekat, Haris langsung mengejutkan Desy hingga tangannya terkena minyak panas. Desy menjerit, merasakan perih yang luar biasa di punggung tangannya.


"Aduh ...." wanita itu mengaduh, menatap tangannya yang perih terkena minyak panas. Melihat sahabatnya yang merintih membuat Haris merasa bersalah.


"Maaf Des. Maaf aku nggak sengaja." pria itu meraih pergelangan tangan wanita yang sibuk meniup luka bakar yang di akibatkan minyak panas. Haris menarik lengan Desy, lalu menyiramnya menggunakan air dingin. Setelahnya ia meniup area yang terkena minyak panas itu. Mendapat perlakuan yang begitu lembut dan penuh perhatian membuat hati Desy tersentuh. Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Diam-diam ia tersenyum bahagia karena perlakuan yang di tunjukkan oleh Haris.


Aisyah yang menunggu lama pun tidak sabar dan ia masuk ke dapur untuk mencari kedua sahabatnya. Alangkah terkejutnya dirinya ketika melihat adegan romantis di dapur itu. Ia tersenyum dari kejauhan, tak bermaksud untuk mengganggu suasana romantis yang tercipta.


"Di tungguin di luar, taunya lagi romantisan. Semoga aja mereka bisa jadian dan langgeng." gumamnya seraya tersenyum. Ia sangat mengetahui perasaan Desy kepada Haris. Sehingga dirinya memilih mengurungkan niatnya untuk menghampiri Desy dan Haris.

__ADS_1


__ADS_2