She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 1 (Prolog)


__ADS_3

Hari yang Fauzi tunggu - tunggu akhirnya datang juga, hari ini Fauzi dan Alika menikah. Akhirnya mereka sah menjadi pasangan suami istri.


"Selamat ya anakku," ucap dokter Benny.


"Terima kasih pih untuk selama ini, maaf Uzi belum bisa balas kebaikan papih dan keluarga selama ini sama Uzi," ucap Fauzi.


"Kamu cukup menjadi dokter yang baik dan bijaksana saja, itu sudah menjadi hadiah untuk papih," ucap Dokter Benny.


Fauzi dan dokter Benny pun berpelukkan.


"Selamat ya anak sulung," ucap ayah dan bunda.


"Ayah dan bunda, makasih banyak, Udah mau menerima Fauzi di bagian keluarga kalian, Fauzi bangga memiliki kalian," ucap Fauzi.


"Sama - sama sayang, selama belum ada rumah. Tinggal dulu di rumah ya," ucap ayah.


"Fauzi dan Alika akan tinggal di rumah ayah, karna Anaya datang ke mimpi Fauzi. Kalau Fauzi dilarang untuk meninggalkan ayah dan bunda," ucap Fauzi.


"Allhamdulilah mimpi yang indah, rumah akan semakin ramai," ucap ayah.


Akhirnya pernikahan mereka berjalan dengan lancar.


9 bulan kemudian, Alika melahirkan bayi yang sangat cantik.


"Allhamdulilah, selamat ya sayang," ucap ayah.


"Makasih ya yah," ucap Alika.


"Mukanya mirip Anaya waktu lahir," ucap ayah


Bunda pun memperhatikan wajah bayi mungil itu, sebelumnya bunda pernah melihat wajah Anaya saat bayi dari sebuah foto.


"Iya yah, bunda ingat. Mukanya mirip Anaya," ucap Bunda.


Ayah pun mendadak menjadi terharu dan ingat kembali pada Anaya yang sudah meninggal.


"Ayah... jangan menangis, Anaya udah tenang di surga. Fauzi akan memberi nama anak Fauzi dengan memakai nama Anaya," ucap Fauzi.


"Kenapa pake nama Anaya?" tanya ayah.


"Biar Anaya akan selalu berada di dekat kita, Alika apa kamu setuju?" tanya Fauzi.


"Iya mas, aku setuju. Malahan aku akan lebih bahagia," ucap Alika.


Fauzi pun mengecup kening Alika, karna Alika mengijinkan memakai nama Anaya di nama anaknya.


"Lalu siapa nama anak kalian?" tanya ayah.


"Anaya Aqila Calandra, yang artinya gadis yang berhati mulia yang selalu riang dan slalu di berkahi Allah SWT," ucap Fauzi.

__ADS_1


"Subhanallah... nama dan artinya indah sekali," ucap Ayah.


"Di panggilnya Aqila," ucap Fauzi.


"Bunda sangat setuju, semoga Aqila akan menjadi anak yang baik, sholehah, nurut sama orang tua," ucap bunda.


"Aamiin," ucap semua.


Ayah pun berbagi kebahagiaan ini pada Aris, saat ini Aris sedang sibuk sekolah, karna Aris sedang mengejar cita - cita untuk bisa kuliah di Oxford dengan beasiswa.


"Sayang, ini keponakanmu telah lahir. Namanya Anaya Aqila Calandra," isi pesan ayah untuk Aris dan Adam yang sedang bersekolah.


Mereka yang sedang sekolah, merasakan getaran ponsel di saku celana, karna jam istirahat masih lama jadi mereka tidak memperdulikan getaran ponsel mereka.


"Aqila cantik, nanti opah akan mengenalkanmu sama onty Anaya," ucap ayah.


"Iya opah, nanti Aqila mau tau siapa onty Anaya. Cekalang Aqila mau bobo dulu ya opah, Aqila kan masih bayi jadi halus banyak bobo," ucap Fauzi yang meniru suara anak kecil.


Semua pun tertawa dan ayah merangkul anak sulungnya yang udah ayah ambil alih dari dokter Benny.


"Kapan Alika boleh pulang?" tanya Ayah.


"Mungkin lusa yah, setelah kondisi Alika membaik," ucap Fauzi.


"Ya udah, Alika banyak istirahat ya. Ayah pulang dulu, karna ayah dan bunda harus ke kantor," ucap ayah.


"Ayah, bunda makasih ya, kalian udah baik sama Alika dan sayang sama Alika," ucap Alika.


Alika dan bunda pun berpelukkan, setelah berpelukkan bunda menghapus air mata di wajah Alika lalu mengecup kening Alika.


"Kami pulang dulu ya, besok kami ke sini lagi sama Adam dan Aris," ucap ayah.


"Zi, jaga istri dan anakmu ya," ucap bunda.


Fauzi pun hanya bisa menganggukkan kepala, lalu mereka menyalami dan mencium tangan ayah dan bunda.


"Anaknya ayah, sehat - sehat ya nak. Biar bisa cepet pulang ke rumah, nanti ketemu sama om Adam dan om Aris," ucap Fauzi.


"Iya ayah," ucap bunda sambil menirukan suara anak kecil.


Fauzi merasa bahagia sekali memiliki istri dan anak yang cantik.


"Mas... aku lapar," ucap Alika.


"Mau makan apa?" tanya Fauzi.


"Apa aja deh, asal jangan makanan rumah sakit," ucap Alika.


Fauzi jadi teringat Anaya, karna Anaya tidak suka dengan masakan atau makanan dari rumah sakit.

__ADS_1


"Ya udah istri ku liat - liat dulu, nanti bilang sama mas," ucap Fauzi.


Alika pun melihat daftar makanan online dan ada LFC yang membuat Alika tergiur dengan makanannya.


"Mas... aku mau LFC dengan paket nasi + ayam di tambah sup ayam, perkedel kentang, kentang goreng," ucap Alika.


Fauzi mendengar semua pesanan Alika dan membuat Fauzi ingat dengan semua pesan makanan itu. Itu makanan terakhir yang Anaya makan sebelum cuci darah dan sebelum masuk ICU.


"Mas kenapa bengong? udah pesan?" tanya Alika.


"Iya ini mas baru mau pesan," ucap Fauzi dan Fauzi meminta driver untuk mengantarkan ke dalam.


Fauzi kembali terdiam, karna teringat akan Anaya yang sampai saat ini masih ada di dalam pikiran Fauzi.


"Mas Fauzi kenapa sih, dari tadi diam terus," gumam Alika dalam hati.


Alika pun mengambil ponsel, untuk memberi kabar pada teman - teman dan sanak keluarganya. Kalau Alika sudah melahirkan, namun tak ada yang merespon satu pun. Alika pun murung dan menampilkan raut wajah yang sedih, sehingga Fauzi melihat Alika yang begitu.


"Kenapa sayang?" tanya Fauzi.


"Kenapa sodara - sodara ku gak ada yang merespon, setelah aku memberi kabar aku sudah melahirkan," ucap Alika.


"Sudah gak usah di pikirkan, yang penting masih ada aku, ayah, bunda, Aris, Adam dan Miko," ucap Fauzi.


Tiba - tiba pesanan makanan online pun datang dan Alika lahap sekali makannya.


"Ini mas, aku udah kenyang," ucap Alika.


"Istriku lapar? itu tulangnya belum abis," ucap Fauzi.


"Miko kali yang suka makan tulang," ucap Alika.


Fauzi pun membereskan sisa makan Alika dan memberi Alika minum dan obat. Tiba - tiba dokter Benny datang.


"Sore," ucap dokter Benny.


"Sore pih," ucap Fauzi.


"Ini hadiah untuk anak kalian dan namanya siapa?" tanya dokter Benny.


"Makasih ya pih.. namanya Anaya Aqila Calandra," ucap Fauzi.


Dokter Benny kaget mendengar ada nama Anaya, jadi teringat dengan Anaya.


"Nama yang bagus... oh iya, papih gak bisa lama - lama. Soalnya ada ketemu pasien hari ini," ucap dokter Benny.


"Iya gak apa - apa pih, Alika senang bisa ketemu sama papih," ucap Alika.


"Kalian jaga anak kalian ya, papih pamit dulu ya," ucap dokter Benny.

__ADS_1


Dokter Benny pun akhirnya keluar dari ruang rawat Alika.


__ADS_2