
Keesokan paginya semua sudah terbangun dan akan olahraga jalan pagi, setelah olahraga jalan pagi semua pun beristirahat. Bunda dan Nita sudah menyiapkan sarapan.
"Kita sarapan yu," ucap Bunda.
Semua pun berjalan ke meja makan dan duduk di posisi masing-masing, Sarapan pagi tanpa ada suara. Akhirnya sarapan pun udah selesai.
"Sekarang istirahat, mandi, udah dzuhur kita pulang ke Bandung, biar gak terlalu malam sampai Bandung," ucap Ayah.
Semua pun berpencar ke kamar masing-masing, Anaya pun masuk ke kamar karna merasakan pusing lagi.
"Duh pusing," gumam Anaya dalam hati sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.
Fauzi pun membuka pintu dan melihat Anaya yang sedang tiduran.
"Nay ini obatnya di minum ya," ucap Fauzi sambil kembali keluar.
"Iya makasih kak," ucap Anaya.
Anaya pun tidak meminum obat itu, melainkan memasukkan obat itu ke saku tas yang di samping.
"Buat apa sih minum obat terus, nanti juga mati," gumam Anaya dalam hati.
Anaya tidak mengetahui efeknya jika tidak minum obat itu secara teratur.
Flashback On
"Pa Teguh, tolong di usahakan untuk Anaya agar terus minum obatnya. Jika tidak di minum secara tidak teratur, virus itu akan menyebar ke seluruh sel otak, hingga menyebabkan kelumpuhan total atau koma," ucap Dokter Benny.
"Astagfirullah, baik dok akan saya usahakan agar Anaya mau minum obat itu dengan teratur," ucap Teguh.
__ADS_1
Setelah dokter Benny menyampaikan fungsi dan efek obat itu untuk Anaya, Teguh pun pamit untuk keluar ruangan.
Flashback Off
Anaya pun membaringkan tubuhnya di atas kasur, tanpa sadar Anaya sudah tidur dengan lelap.
Semua yang sudah berada di alam mimpi, di bangunkan bunda untuk mandi dan bersiap-siap untuk makan siang dan dilanjutkan untuk pulang ke Bandung.
Akhirnya mereka sudah siap untuk pulang ke Bandung, selama perjalanan Aris tetap belajar, Adam main game, Anaya yang tertidur dalam pelukkan Fauzi.
"Astagfirullah Anaya mimisan," gumam Fauzi dalam hati, sambil menyumpel tissu di hidung Anaya.
Fauzi sengaja tidak membertitahukan kepada ayah, tapi saat Fauzi mencoba menyumpal tissu pada hidung Anaya, tak ada respon dari Anaya.
Fauzi yang takut ada apa-apa langsung berteriak.
"Ayah, bunda... Anaya pingsan dan mimisan," ucap Fauzi.
Dan Ayah langsung mencari rumah sakit terdekat untuk meminta penanganan, agar Anaya segera sadar.
setiba di rumah sakit, Anaya langsung di bawa ke IGD untuk ditindak lanjut. Semua pun panik melihat keadaan Anaya.
Akhirnya Dokter keluar dan mengatakan kalau Anaya kecapean, kurang istirahat dan kurang banyak minum air putih.
Setelah Anaya sadar dan langsung dibawa pulang ke Bandung, biar di Bandung untuk ditindak lebih lanjut lagi.
Anaya pun kembali tertidur di pahanya Fauzi dengan bantal kesayangannya. Akhirnya setelah menempuh perjalan selama 3 jam, tiba di rumah dengan selamat.
"Aris langsung mandi, solat dan istirahat. Biar besok lebih tenang, tak usah pikirkan Anaya. Anaya ada ayah, bunda dan Fauzi. Yang penting kamu fokus sama UAN nya," ucap ayah.
__ADS_1
Aris pun hanya menganggukkan kepala dan berjalan dengan lemah, karna hatinya sangat ingin melihat kondisi Anaya. Tapi Aris juga punya kewajiban untuk belajar.
"Apa yang kamu rasakan?" tanya Fauzi.
"Pusing dan berat sekali kepala ini," ucap Anaya.
"Ya udah sekarang tidur, dan sebelum tidur minum obat yang ini ya. Kaka keluar dulu," ucap Fauzi.
"Iya kak makasih," ucap Anaya.
Seperti biasa, Anaya pun masukkan obat itu kedalam saku tas yang ada di samping.
"Kalaupun harus mati, ya udah sih tinggal mati," gumam Anaya dalam hati.
.
.
.
Fauzi yang berada di luar kamar, lalu mencari sang ayah.
"Bisa ngobrol sebentar," ucap Fauzi.
"Ada apa?," tanya ayah.
"Yang Fauzi tau, kalo penderita meningitis. Apabila telat minum obat atau sampe gak minum obat. Akan terjadi pingsan, mimisan. Yang lebih parah bisa lumpuh total bahkan sampai koma," ucap Fauzi.
Itu yang sedari tadi mengobrol langsung membuat tencana, bila jam Anaya minum obat harus di perhatikan. Takutnya Anaya tidak minum obat.
__ADS_1
"Kamu pasti tidak minum obat, mulai sekarang akan saya perhatikan kamu. Agar obat itu tertelan dengan sempurna," gumam Fauzi dalam hati.
Fauzi pun pergi ke kamar Anaya untuk tidur di sofa, agar Anaya tidak kenapa-kenapa.