
6 September
Hari ini Fauzi ulang tahun yang ke 17, semua sudah janjian tidak ada yang mengucapkan ulang tahun untuk Fauzi. Karena semua sedang menyiapkan hadiah untuk Fauzi.
Alarm adzan subuh di ponsel Fauzi sudah berbunyi, menandakan sudah subuh. Fauzi yang masih tertidur, langsung terbangun melihat jam dan mematikan alarm itu. Fauzi bangun dengan rasa bahagia, karna usianya sudah bertambah 1 menjadi 17 tahun. Fauzi pun segera bangun dari tempat tidurnya untuk menuju kamar mandi, dan akan melaksanakan solat subuh. Setelah solat subuh, Fauzi kembali tidur.
Sebelum tidur lagi, Fauzi memasang alarm jam 7 pagi. Kini Fauzi sudah wangi dan segera sarapan, namun ketika sampai meja makan tak ada siapa-siapa.
"Mbak, mamih sama papih kemana?" tanya Fauzi.
"Tuan mendadak ada dinas pagi, nyonya ada arisan katanya," ucap mbak Inah.
"Makasih bi," ucap Fauzi.
Fauzi sarapan sendiri, dengan menu sarapan yang hanya ada roti tawar saja.
.
.
.
Dokter Benny dan ibu Meliana sedang pergi ke dealer motor Honda, untuk mencari motor CBR 250. Mereka keliling ke semua dealer Honda, namun tak ada yang ready. Akhirnya mereka mendapatkan yang unitnya ready di Honda Cimahi, dokter Benny pun membayar secara cash untuk sebuah motor CBR 250 Abs warna hitam.
Dokter Benny meminta motornya untuk di kirim sekarang juga ke rumahnya.
"Mba, kalau bisa motornya di kirim sekarang juga. Bareng dengan kita yang akan pulang, karna ini kejutan untuk anak saya," ucap dokter Benny.
"Baik pa, di tunggu sebentar ya pa. Kami siapkan dulu kelengkapannya," ucap Nadia yang sebagai sales marketing yang melayani dokter Benny.
Akhirnya mereka menyiapkan kelengkapannya dan datanya, agar motor bisa di kirim sekarang.
"Nadia, nanti kamu ikut pengantaran motornya," ucap Pa Herman, selalu kordinator marketing.
"Baik pa, nanti Nadia ikut," ucap Nadia.
Akhirnya motor siap di antarkan.
"Permisi pa, motor sudah siap untuk di antarkan, sales marketingnta juga ikut dalam pengantaran motornya," ucap Pa Herman.
"Baik pa, terima kasih sebelumnya," ucap dokter Benny.
Akhirnya unit akan siap di antarkan, supir dan Nadia mengikuti mobil yang di depannya.
.
.
.
Dokter Benny menelepon Alfred, untuk memberirahukan kalau sudah membeli hadiah motor.
"Halo ko, papih udah beli motor yang Fauzi mau. Kamu udah jadi beliin sepatu dan jaket untuk Fauzi?" tanya papih.
__ADS_1
"Udah pih, ini Alfred masih di kantor. Jam 3 pulang," ucap Alfred.
"Okay... papih tunggu ya," ucap papih.
Setelah menelepon Alfred, papih menelepon Felisya.
"Halo ci, papih udah beli motor yang Fauzi mau. Kamu jadi beliin helm yang dia mau?" tanya papih.
"Udah pih, ini lagi di toko helm. Jam 3 pulang," ucap Felisya.
"Okay... papih tunggu ya," ucap papih.
Akhirnya papih sudah menelepon anak-anak nya dan mengatakan sudah membeli hadiah yang Fauzi mau.
"Mih... kue udah di ambil?" tanya papih.
"Udah... tadi mamih nyuruh pa Andri, supirnya Fauzi," ucap mamih.
Mamih mencoba menelepon Inah yang ada di rumah, untuk menanyakan reaksi Fauzi.
"Halo Nah, gimana rumah aman?" tanya ibu Meliana.
"Aman dan terkendali, namun den Fauzi sepertinya sedih. Tak ada orang di rumah dan tak ada yang mengucapkan ulang tahun," ucap mbak Inah.
"Terus sekarang Fauzi sedang apa?" tanya Ibu Meliana.
"Setelah sarapan, den Fauzi langsung masuk kamar. Sampe sekarang belum keluar dari kamar," ucap Inah.
"Okay, sebentar lagi saya sampai, siapkan untuk buka pagar dan pintu garasi," ucap Ibu Meliana.
Ibu Meliana pun mematikan ponselnya, Inah yang berada di rumah menyiapkan segalanya.
Akhirnya mobil pun sudah masuk garasi, motor untuk Fauzi sudah tiba di rumah.
"Mbak Nadia, terima kasih sudah membantu saya dalam pembelian motor ini. Dan ini ada sedikit untuk mbak Nadia dan supir," ucap dokter Benny.
"Terima kasih pa, semoga motornya menjadu hadiah terindah untuk anaknya," ucap Nadia.
"Sama-sama mbak," ucap dokter Benny.
"Mari pa, saya pamit dulu. Kalau ada apa-apa ini kartu nama saya, ini nomor ponsel saya. Untuk plat nomor dan STNK akan saya kirim nanti," ucap Nadia.
"Baik mbak, ati-ati di jalan," ucap dokter Benny.
Akhirnya Alfred dan Felisya datang, mereka menyiapkan segala di halaman depan. Para asisten rumah tangga dan supir sudah menyiapkan kado untuk Fauzi.
Papih masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar Fauzi.
tok tok tok
"Siapa?" tanya Fauzi.
"Papih," ucap papih.
__ADS_1
"Masuk aja pih, gak di kunci," ucap Fauzi.
"Selamat ulang tahun anak bungsunya papih," ucap Papih.
Fauzi mendadak menangis.
"Kenapa nangis?" tanya Fauzi.
"Kirain papih lupa, sama ulang tahun Fauzi," ucap Fauzi.
"Ya gak lah sayang, masa iya papih lupa," ucap papih.
Fauzi langsung memeluk papih dan menangis.
"Sudah jangan nangis, sekarang papih punya hadiah untuk Fauzi. Tapi di tutup dulu matanya," ucap papih.
"Turunnya gimana?" tanya Fauzi.
"Nanti papih bantu," ucap papih.
Fauzi mau di tutup matanya memakai kain, sekarang dokter Benny membantu Fauzi turun dari tangga. Dan telah membawa Fauzi ke halaman depan.
Semua orang sudah berkumpul, kue ulang tahun pun sudah di persiapkan, dan hadiah-hadiah juga sudah terkumpul.
"Kainnya papih buka, namun jangan buka mata dulu sebelum papih berhitung sampe tiga," ucap papih.
Papih membuka kain yang untuk menutup mata Fauzi, kini Fauzi masih merem.
"Satu... dua... tiga," ucap papih.
"Happy birth day to you... happy birth day to you... happy birth day, happy birth day.... happy birth day to you," semua menyanyikan lagu untuk Fauzi.
Fauzi tak menyangka, kalau semuanya ada dan tidak lupa ulang tahun Fauzi.
"Sebelum tiup lilin, make a wish dulu," ucap mamih.
Fauzi melakukan berdoa dan langsung meniup lilin. Satu per satu para asisten rumah tangga menyalami untuk mengucapkan ulang tahun untuk Fauzi, dan sekaligus memberi kado untuk Fauzi.
Kini giliran Alfred dan Felisya yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk adik bungsunya, dan sekaligus memberikan kado untuknya.
Papih dan mamih terakhir mengucapkan ulang tahun untuk anak bungsunya, dan sekaligus memberikan hadiah yang istimewa untuk Fauzi.
"Ini kado untuk Fauzi, dari papih dan mamih," ucap papih.
Fauzi terkejut dengan hadiah yang istimewa, dan Fauzi tak menyangka akan mendapatkan hadiah yang terindah.
"Ini beneran buat Fauzi?" tanya Fauzi.
"Iya ini untuk Fauzi," ucap Papih.
Fauzi segera memeluk mamih dan papih secara bergantian.
"Makasih ya pih, mih. Ini kado istimewa, Fauzi janji akan rajin kuliah," ucap Fauzi.
__ADS_1
Keluarga memeluk Fauzi dengan bahagia.