She'S Come Back

She'S Come Back
Bab 50


__ADS_3

Ayah dan bunda sudah mengajak Fauzi untuk berbicara di luar ruangan.


"Zi, ayah dan bunda udah membicarakan tentang kamu dan Anaya ke Aris," ucap ayah.


"Terus Aris bilang apa yah?" tanya Fauzi.


"Aris mengijinkan kalau Fauzi sama Anaya, yang penting Aris masih bisa melihat Anaya bahagia dan tersenyum," ucap ayah.


"Allhamdulilah, Fauzi akan membuat Anaya bahagia selalu yah. Tapi beneran Aris gak marah? atau nanti Fauzi ajak Aris ngobrol aja deh," ucap Aris.


"Iya kamu aja Aris untuk mengobrol berdua aja, bicara dari hati ke hati. Biar gak ada masalah dan berujung emosi," ucap ayah.


"Iya yah, makasih. Udah ngasih kepercayaan buat menjaga dan membuat Anaya bahagia lewat Fauzi," ucap Fauzi.


"Ya udah kita masuk, kita makan siang dulu. Pasti kamu lapaar," ucap ayah.


"Kok tau kalau Fauzi lapar," ucap Fauzi.


"Itu cacing nya demo," ucap ayah.


"Zi, bunda titip Anaya ya. Walaupun Anaya bukan anak bunda, tapi bunda sayang banget sama Anaya. Dan bunda pun sayang sama Fauzi," ucap bunda.


"Fauzi juga sayang banget sama ayah dan bunda, makasih udah mau menerima Fauzi untuk jadi bagian di keluarga kalian. Selain keluarga dokter Benny, Fauzi pun punya keluarga baru yang begitu baik dan bisa menerima kehadiran Fauzi," ucap Fauzi.


Mereka pun bangkit dari kursi dan berjalan ke arah ruang rawat Anaya.


"Duh lagi foto - foto, ikutan dong," ucap bunda.


Semua pun bergaya dan melihat ke kamera.


"Ya udah sekarang kita makan dulu, nanti dilanjut lagi foto - fotonya," ucap ayah.


"Anaya mau di suapin sama siapa?" tanya ayah.


"Mau di suapin sama ka Aris aja," ucap Anaya.


Aris pun melihat ke arah Fauzi dan Fauzi pun menganggukkan kepala sambil tersenyum.


Semua pun makan siang tanpa ada suara dan makan siang pun telah selesai. Aris pun jadi di suapin sama bunda.


"Ris, kita nyari kopi yu," ucap Fauzi.

__ADS_1


"Ayah ikut dong," ucap ayah.


"Boleh yu yah," ucap Aris.


"Anaya sayang, ayah nyari kopi dulu ya. Anaya mau di bawain apa?," tanya ayah.


"Pasti Anaya mau roti keju susu dan susu kedelai rasa green tea ya," ucap Aris.


"Iya yah, itu yang tadi ka Aris bilang aja," ucap Anaya.


Mereka bertiga pun berjalan ke arah Cafetaria di lingkungan rumah sakit, dan memesan berbagai minuman dan cemilan. Lalu mereka duduk di taman sekitaran rumah sakit.


"Ris, kaka mau bilang makasih," ucap Fauzi.


"Makasih buat apa kak?" tanya Aris.


"Makasih, kamu udah mengijinkan kaka untuk mendampingi dan menjaga Anaya hingga sembuh atau hingga akhirnya Allah mengambil Anaya," ucap Fauzi.


"Iya sama - sama kak, Aris cuman minta untuk buat Anaya bahagia selama hidupnya. Aris liat Anaya bisa tersenyum aja, Aris udah bahagia kak," ucap Aris.


"Kita akan sama - sama membuat Anaya bahagia ya," ucap Fauzi.


"Iya Ris, kita semua akan membuat Anaya bahagia selamanya dan tidak akan pernah membuat Anaya menangis," ucap Fauzi.


"Iya kak, maaf ya waktu itu Aris pernah marah - marah sama kaka. Dan Kaka mau kan bantu Aris dalam pelajaran di SMA nanti?" tanya Aris.


"Iya Ris, nanti kaka bantu. Emang mau ke SMA mana?," tanya Fauzi.


"Inginnya ke SMA 1,3,5,10 dan 14.Kan sekarang daftar nem dengan 5 sekolah," ucap Aris.


"Semoga keterima ya," ucap Fauzi.


Ayah yang dari jauh melihat keakraban mereka bersuara, rasanya lega sekali melihat mereka yang tidak ada ikatan darah bisa bersatu untuk membahagiakan Anaya. Ayah pun berjalan mendekati mereka berdua setelah memesan apa yang di pesan Anaya.


"Kita balik ke ruang rawat Anaya yu, kayanya mau ujan," ucap ayah.


"Iya nih kayanya mau ujan, udah mendung gini," ucap Aris.


Mereka bertiga pun berjalan bersama menuju ruang rawat Anaya dan tiba di kamar Anaya, ternyata Anaya sudah tidur sehabis minum obat.


Ayah menyimpan pesanan Anaya di atas meja.

__ADS_1


"Zi, antar ayah ketemu dokter Benny," ucap ayah pelan - pelan.


Fauzi pun hanya menganggukkan kepala, lalu ayah dan Fauzi menuju ruang dokter Benny.


tok tok tok


"Masuk," ucap dokter Benny.


"Eh ada pa Teguh dan Fauzi, masuk pa," ucap dokter Benny.


"Apa kabar dok?," tanya Teguh.


"Baik pa, bapak sendiri apa kabar? Ada apa pa?," tanya dokter Benny.


"Allhamdulilah baik dok. Gini dok, kan sebentar lagi Anaya menerima kelulusan dan masuk SMP. Sebaiknya Anaya ikut sekolah biasa atau homeschooling?," tanya Teguh.


"Lebih baik homeschooling aja pa, soalnya kalau di sekolah, takutnya banyak virus yang lain dan kondisi Anaya juga belum stabil, masih harus bed rest pa," ucap dokter Benny.


"Oh iya dok, sekalian saya kesini membahas tentang Fauzi. Saya ingin lebih mendekatkan Fauzi dengan Anaya, bila memungkinkan saya akan menjodohkan Anaya dengan Fauzi," ucap Teguh.


"Puji Tuhan, itu hal yang baik pa. Siapa tau dengan kehadiran Fauzi setiap hari di samping Anaya, Anaya bisa lebih semangat untuk hidup. Saya akan merestui Fauzi dengan Anaya, karna Fauzi pun sudah seperti anak saya sendiri di rumah. Di tambah 2 anak saya udah pada besar, pasti kedua kakanya akan bangga melihat adiknya nya bahagia," ucap dokter Benny.


"Terima kasih pih, slama ini udah mau merawat Fauzi dari pas ayah dan mamah udah meninggal. Fauzi akan ingat selalu pesan papih dan mamih. Fauzi juga bahagia sekali berada di tengah keluarga papih. Sekali lagi Fauzi mau bilang makasih," ucap Fauzi.


"Papih pun bangga sama kamu, kamu selama sekolah tidak pernah menyusahkan. Justru kami bangga punya anak seperti Fauzi, biaya sekolah dari SD sampe kuliah semuanya dari beasiswa," ucap dokter Benny.


Ayah yang mendengar kalau Fauzi sekolah, biayanya dari beasiswa, ayah terharu dan bangga sekali.


Fauzi pun menyalami dan mencium tangan dokter Benny dan lalu memeluknya, dokter Benny pun merasa bangga dan terharu melihat anak angkatnya menjadi orang yang berguna bagi banyak orang.


"Ya sudah, nanti semua barang - barangmu, akan papih antar ke rumah pa Teguh, dan kami akan datang berkunjung bersama mamih dan ko Alfred dan ci Felisya," ucap dokter Benny.


"Iya pih, makasih untuk sebelumnya," ucap Fauzi.


"Ayah bangga sama kamu Zi, ternyata kamu murid teladan. Semoga ilmu pendidikan yang Uzi miliki bisa membantu banyak orang ya," ucap Ayah.


"Aamiin yah," ucap Fauzi.


"Ya udah dok, saya ijin pamit dulu. Mungkin saya akan obrolan dulu dengan Anaya. Semoga Anaya bisa mengerti dan menerima kondisinya saat ini," ucap Teguh.


Fauzi dan ayah pun keluar dari ruang dokter Benny dan menuju ruang rawat Anaya.

__ADS_1


__ADS_2