
Fauzi merasa sedih, karna harus berpisah dengan sahabat yang sempat pergi dan datang kembali. Kini sahabat itu harus pergi lagi.
"Alika... kenapa kamu harus pergi lagi?" tanya Fauzi.
Fauzi merasa kehilangan lagi sosok perempuan yang sangat penting dalam hidupnya, setelah ibunya pergi untuk selamanya.
Tok tok tok
"Fauzi," ucap papih.
"Masuk aja pih," ucap Fauzi.
Papih Benny pun masuk ke dalam kamar anak bungsunya, melihat Fauzi yang sedang menangis karna perpisahan bersama sahabatnya.
"Sabar ya nak," ucap papih.
"Kenapa Alika pergi?" tanya Fauzi.
"Kan Alika gak pergi jauh nak, nanti kapan-kapan kita tengok ke Surabaya ya. Papih janji!" ucap papih.
"Apa Alika gak sayang sama aku, jadi dia pergi?" tanya Fauzi.
"Kita gak tau, apa yang terjadi dengan Alika. Tapi berdoalah, biar kalian bisa di persatukan lagi," ucap Papih.
"Iya pih... Pih Fauzi boleh minta anter gak, temenin Fauzi cari hadiah perpisahan untuk Alika," ucap Fauzi.
"Boleh dong sayang, tapi nanti sore ya. Setelah papih periksa pasien, kita berangkat jam 4 sore. Udah jangan nangis lagi, papih jadi ikut sedih," ucap papih.
Fauzi pun menghapus air matanya dan memeluk sang papih dengan erat, papih bisa merasakan gimana rasanya harus kehilangan seseorang yang di sayangi.
"Sabar ya nak... nanti papih akan coba bicara dengan papihnya Alika. Agar Alika bisa kuliah di Bandung," gumam papih dalam hati.
"Sekarang siap-siap, lalu kita berangkat. Papih tunggu di bawah ya," ucap papih sambil mengecup kening Fauzi.
Fauzi pun hanya bisa mengangguk untuk menuruti ucapan sang papih, papih Benny pun keluar dari kamar anak bungsunya untuk bersiap-siap untuk praktek.
Fauzi pun bersiap-siap untuk ikut ke rumah sakit, dan tak lupa membawa uang di dompetnya.
__ADS_1
Fauzi pun turun kebawah, di bawah sudah ada mamih, koko dan cici. Mereka melihat Fauzi yang masih bersedih.
"Dek,cici pernah denger. Orang lain boleh datang dan pergi, tapi yang namanya sahabat sejati akan kembali lagi bersama sahabatnya," ucap Felisya.
"Iya ci... smoga aja," ucap Fauzi.
Felisya dan Alfred tidak tega melihat adik bungsunya ini bersedih seperti ini, mereka lamgsung memeluk adik bungsunya itu.
"Ayo Zi, kita berangkat," ucap papih.
"Semua... Fauzi berangkat jalan-jalan dulu sama papih," ucap Fauzi.
Semua pun tersenyum dan menganggukkan kepala, ketika Fauzi ikut papih Benny ke rumah sakit.
Selama perjalan, Fauzi tak banyak bicara. Fauzi memandang foto bersama Alika di ponselnya.
"Semoga kamu kembali lagi ya," gumam Fauzi dalam hati.
Akhirnya tiba di rumah sakit, Fauzi berjalan ke ruangan khusus dokter Benny. Dokter Benny lamgsung ke ruang khusus kemo terapi untuk mamihnya Alika.
"Selamat sore bu, sudah siap untuk kemoterapi?" tanya Dokter Benny.
"Suster siapkan semuanya," ucap dokter Benny.
Para suster pun menyiapkan kemoterapi untuk ibu Lili, dokter memberikan dosis yang sesuai untuk ibu Lili.
Kemoterapi pun dimulai, waktu kemoterapi pun mulai berjalan. Obat yang diberikan udah berproses untuk masuk ke dalam tubuh ibu Lili.
"Pa Soni... apa kita bisa bicara?" tanya dokter Benny.
"Iya dok, ada apa?" tanya pa Soni.
"Apa benar, pa Soni dan keluarga akan pindah ke Surabaya?" tanya dokter Benny.
"Iya dok, tapi untuk kemoterapi akan tetap ke sini," ucap Pa Soni.
"Tadi Alika kerumah, pamitan sama Fauzi. Dan dua-duanya merasa kehilangan satu sama lain," ucap dokter Benny.
__ADS_1
"Iya, kebetulan ibu saya sedang sakit. Jadi akan melakukan pengobatan disana. Disana hanya SMA saja, kuliah akan disini," ucap Pa Soni.
"Allhamdulilah kalau begitu, sekarang aja Fauzi ikut kesini. Karna dia sedang merasa sedih, sahabatnya akan pergi lagi," ucap dokter Benny.
"Apa saya boleh bertemu?" tanya pa Soni.
"Boleh pa, mari ikut saya ke ruangan," ucap dokter Benny.
"Sus... titip sebentar ya, saya mau ke kantin dulu," ucap dokter Benny.
Pa Soni pun mengikuti langkah dokter Benny untuk menuju ruangan, karna pa Soni ingin bertemu dengan Fauzi.
"Fauzi... ini ada pa Soni ingin bertemu dengan Fauzi," ucap papih.
Fauzi yang sedang rebahan di sofa, langsung turun dan berjalan keluar ruangan.
"Fauzi... sini nak," ucap pa Soni.
Pa Soni langsung memeluk Fauzi dengan penuh kehangatan dan kasih sayang yang tulus.
"Alika akan ke Surabaya hanya 3 tahun, nanti Alika kuliah di Bandung," ucap pa Soni.
"Benarkah itu om?" tanya Fauzi.
"Iya nak," ucap Pa Soni.
"Makasih om, saya akan menunggu Alika disini," ucap Fauzi.
"Sama-sama nak," ucap Pa Soni.
Fauzi merasa bahagia, karna Alika pergi ke Surabaya tidak akan selamanya, hanya 3 tahun. Fauzi berharap akan ada kesempatan untuk bisa bersama dengan Alika, karna Alika wanita kedua yang Fauzi sayangi setelah ibunya.
Akhirnya pembicaraan mereka telah selesai, pa Soni kembali ke ruang dimana istrinya sedang kemoterapi bersama dokter Benny.
Fauzi kembali masuk ke ruangan dokter Benny, karna tugas dokter Benny belum selesai. Fauzi menunggu hingga tugas dokter Benny kelar, dan meminta untuk menemani membelikan hadiah untuk Alika.
Kemoterapi ibu Lili pun telah selesai, dokter Benny pun memberikan jadwal ibu Lili untuk kemoterapi sebulan sekali. Tugas dokter Benny pun sudah, sekarang waktunya menemani Fauzi membelikan hadiah untuk Alika.
__ADS_1
Akhirnya Fauzi telah mendapatkan hadiah perpisahan untuk Alika, Fauzi membelikan jaket dan kaos couple. Semua hadiah disatukan untuk di bungkus kado, agar terlihat spesial.
Jalan-jalan pun telah selesai, dokter Benny membelikan makanan untuk makan malam dan cemilan malam.